Muhammad Zaitun Pimpin Kembali Wahdah Islamiyah

(Harian Republika, Rabu 21 Desember 2011)

 

Nashih Nashrullah
JAKARTA –– Muhammad Zaitun Rasmin dipercaya lagi untuk memimpin Wahdah Islamiyah pada masa jabatan 2011-2015. Ia melanjutkan kepemimpinan pada periode sebelumnya. Dalam muktamar or mas Islam ini yang ke-2 pada 17 hingga 19 Desember 2011, ia terpilih secara aklama si. Sedangkan pengurus lainnya dibentuk dengan sistem formatur. Sekjen terpilih adalah Iskandar Kato.

 

Pada kepengurusan lalu, Iskandar menjabat ketua Departemen Pengembangan Daerah. Sedangkan Ketua Dewan Syariah adalah Rahmad Abdurahman, Ketua Dewan Syuro Muhammad Qasim Saguni, dan yang mengisi posisi Ketua Dewan Pemeriksa Keuangan, yaitu Hamid Habbe. Zaitun mengatakan saat ini organisasi yang dipimpinnya berada pada pengujung tahap II.

Tak lama Wahdah Islamiyah menyongsong tahap III, yaitu periode 2012-2015. Ia me ngatakan, pihaknya menerapkan visi strategis untuk menyambut tahap tersebut, yaitu “Menjadi Lembaga Dakwah yang Efektif dalam Mewujudkan Dakwah yang Berkualitas” yang diterapkan dalam aksi nyata di berbagai bi dang. “Meliputi ekonomi, pen didikan, sosial, dakwah, dan kemasyarakatan,” katanya Selasa (20/12).

Ia menyebutkan, hal paling utama sekarang ini ialah meneguhkan komitmen Wahdah Islamiyah agar keberadaannya dirasakan masyarakat. Di antaranya, memperbanyak cabang organisasi di tingkat prov insi dan kabupaten. Target lainnya, mendirikan 100 pesan tren tahfiz dan pengiriman dai ke daerah-daerah yang ter pencil.

“Kami berharap semua itu tercapai pada kepengurusan kali ini,” ujar Zaitun yang juga wakil ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Kerja Sama Luar Negeri. Ketua Panitia Pelaksana Muktamar, Syaibani Mujiono, menga takan sejumlah rekomendasi muncul dari penyelenggaraan muktamar.

Antara lain, Wahdah Islamiyah meminta MUI melakukan pencegahan dan pengawasan terhadap munculnya pemikiran, ajaran, ataupun kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam. Pemerintah juga diimbau memasukkan ekonomi Islam dalam kurikulum pendidikan nasional. Terkait isu internasional, mereka mengutuk agresi Zionis Israel ke Palestina dan Lebanon.

Protes keras juga ditujukan kepada Amerika Serikat (AS) yang menjalankan kebijakan diskriminatif terhadap negara-negara di Timur Tengah. Ormas Islam ini menyerukan negara-negara Islam dan umat Islam seluruh dunia menekan PBB menyelesaikan persoalan Palestina. Syaibani menambah kan, muktamar ini dibuka Menteri Sosial Salim Segaf al Jufrie di Masjid Markaz al Islami, Makassar.

Sejumlah tokoh nasional hadir pula di arena muktamar, seperti mantan wakil presiden Jusuf Kalla, Wakil Menteri Aga ma Nasaruddin Umar, Sekretaris Menteri Perumahan Daerah Tertinggal HM Nurdin, Wakil Ketua DPR Anis Matta, anggota DPD Abdul Azis Qahar Mudzakkar dan AM Fatwa. ed: ferry kisihandi. e-paper

 

Artikulli paraprakWawancara Khusus Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah Terpilih
Artikulli tjetërMenyikapi Tahun Baru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini