Akhir-akhir ini negeriku kembali dirundung masalah yang besar. Beberapa pekan yang lalu seorang ustadz dan ulama tersohor di Indonesia dilaporkan ke pihak yang berwajib atas tuduhan penghinaan simbol salah satu agama.

Tak berselang beberapa hari kemudian muncul berita bahwa telah terjadi kerusuhan di Papua Barat diakibatkan oleh rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Jawa Timur. Beberapa pasar hangus di kabupaten Fak-Fak dan Manokoari, toko-toko hangus, jalan-jalan protokol lumpuh, bahkan saudara kita dari Papua mengancam untuk memisahkan diri dari NKRI.

Ya Allah, ujian apa lagi yang Engkau beri, belum selesai permasalahan di ibu kota, kini di ujung Indonesia kembali meronta.

Saudaraku seiman dan setanah air, kita jangan mau dipecah belah oleh mereka yang tidak menginginkan persatuan di negeri ini. Pelaporan seorang ustadz atas tuduhan penghinaan simbol salah satu agama jangan kita balas dengan keburukan.

Sempat muncul beberapa video pastor yang menghina ummat Islam, entah dari mana datangnya video tersebut dan apa tujuan video itu dimunculkan. Tapi bagi kami hal tersebut bukan malah menjadikan masalah di negeri ini selesai. Tapi bisa saja video tersebut memancing kemarahan dari ummat Islam, dan terjadilah keos antara kedua agama.

Bukan ini yang kita inginkan, bukan peperangan solusi bagi bangsa kita. Tidakkah kita sadar bahwa ada satu pihak yang sedang bermain di balik layar dari masalah ini. Mereka sengaja mengadu domba antar ummat beragama di negeri ini, agar muncul kekacauan, agar negeri ini hancur. Merekalah para komunis yang sedang tertawa melihat kekacauan yang terjadi d negeri kita ini.

Maka dari itu, kita jangan mau diadu domba, kita jangan mau dipecah belah, utamakan persatuan walau kita ada perbedaan.

Nenek moyang kita bersusah payah dalam memerdekakan dan membangun negeri ini, jiwa dan raga mereka menjadi korban. Tapi, apakah kita rela melihat negeri ini hancur di tangan mereka yang tak bertanggung jawab.

Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama, mari kembali merajut merah putih yang telah terkoyak, singkirkan egoisme, utamakan persatuan demi tegaknya Indonesia Raya.

Akhukum Fillah.

Oleh: Andri Astiawan Azis., A.Ma
(Mahasiswa Qassim University, Saudi Arabia)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here