Mengapa Harus Dengan Sabar Dan Doa

Date:

Ayat-ayat Allah di dalam al-Qur’an memang indah. Penempatan kata-kata di dalamnya tersusun dengan rapi dan menyiratkan makna-makna yang mendalam, sangat indah untuk direnungi. Tentu hal ini menunjukkam bahwa al-Qur’an bukanlah perkataan manusia, melainkan perkataan Rabb Sang Penguasa Alam.

Di dalam al-Qur’an, Allah azza wajalla memerintahkan kita untuk memohon pertolongan dengan sabar dan shalat, setelah Allah memerintahkan kita untuk mengingatnya dan mensyukurinya.

Perintah inipula ternyata susunannya disebutkan setelah adanya kabar dari Allah, bahwa Dia telah menurunkan Rasul yang membacakan ayat-ayat-Nya, menyucikan kaum muslimin dari kesyirikan dan akhlak yang buruk, mengajarkan mereka al-Qur’an dan al-Hikmah, serta mengajarkan hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya.

Allah subhaanahu wata’ala berfirman:

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِّنكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ (151) فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ (152) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)

“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 151-153)

Ada beberapa faidah penting dalam ayat ini, diantaranya:

1. Ayat ini membatalkan keyakinan kelompok Syiah yang gemar mencela bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi. Ayat ini secara tegas menyebutkan tazkiyah (penyucian) Rasulullah kepada kaum muslimin, khususnya para sahabat Nabi yang merupakan orang-orang yang kepada merekalah ayat ini diturunkan. Kemudiam Allah abadikan kabar ini di dalam al-Qur’an, sebagai pujian kepada Nabi yang berhasil dalam dakwahnya, juga pada para sahabat yang telah suci dari kesyirikan, kekufuran dan akhlak-akhlak yang tercela dengan diutusnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

2. Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia untuk mengingat dan mensyukuri-Nya, setelah Allah mengabarkan bahwa Allah telah menurunkan Rasul yang membacakan ayat-ayat-Nya, menyucikan kaum muslimin dari kesyirikan dan akhlak yang buruk, mengajarkan mereka al-Qur’an dan al-Hikmah, serta mengajarkan hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya.

Hal ini mengisyaratkan bahwa Allah membedakan pemberian nikmat dunia pada manusia. Namun nikmat yang utama bukanlah itu. Nimat yang tidak boleh kita lalaikan dan paling utama untuk selalu kita syukuri adalah nikmat ilmu agama dan keimanan. Sebab dengannya Allah memuliakan manusia dan membedakannya dengan binatang. Dengannya pula Allah menganggap mereka sebagai orang-orang baik. Karena itu, Allah memberikan pada mereka ilmu dan keimanan yang bermanfaat untuk mereka dunia dan akhirat. Sebagaimna firman-Nya.

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Yusuf: 22)

3. Allah mengisyaratkan bahwa mensyukuri keimanan dan ilmu merupakan sesuatu yang biasa dilalaikan, sebab terkadang manusia tertipu oleh gemerlapnya dunia. Olehnya Allah memerintahkan untuk mengingat diri-Nya dan juga nikmat-nikmat-Nya, serta untuk selalu mensyukuri nikmat iman dan ilmu itu. Salah satu yang dapat menguatkan itu adalah dengan memohon pertolongan yaitu dengan sabar dan shalat.

4. Penyebutan sabar dan shalat secara bergandengan memberi isyarat yang sangat berharga, khususnya perihal keimanan. Sebab jika seseorang mendapat ujian, lalu bersabar (memasrahkan) hal itu, namun tidak berdoa pada Allah, maka dia akan mudah futur bahkan bisa berujung pada kekufuran.

Karena itu Allah menggandengan sabar dengan shalat, yang bisa bermakna doa secara umum atau shalat secara khusus. Sebab, padanya ada jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengam Rabbnya, sehingga dia bisa mencurhatkan seluruh isi hatinya, gundah gulananya dan seluruh cobaan yang sedang dihadapinya. Dengan itu, Allah akan menguatkannya, hingga terus semangat, istiqamah dan terbebas dari sifat keputus asaan yang dapat menyebabkan kefuturan bahkan kekufuran.

Abu Ukkasyah Wahyu al-Munawy
Makassar, 8 Muharam 1439 H

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Ustadz Yusran Anshar Sebut Dakwah dan Tarbiyah Adalah Jihad yang Utama Sekarang

MAKASSAR, wahdah.or.id - Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah Ustaz...

Hadiri Mukernas XVI Wahdah Islamiyah, Prof Waryono Dorong LAZ Lebih Optimal dalam Gerakan Zakat dan Wakaf

MAKASSAR, wahdah.or.id – Prof Waryono Abdul Ghafur, selaku Direktur...

Kepala BKSDN Kemendagri: Wahdah Islamiyah Wujud Representasi Civil Society, Jembatan Umat dan Pemerintah

MAKASSAR, wahdah.or.id - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri...

Dukung Kemerdekaan Palestina, Wahdah Sulsel dan WIZ Pasangkayu Donasi Milyaran Rupiah

MAKASSAR, wahdah.or.id - Perang antara pejuang Palestina dan Israel...