MENGAPA ALLAH MEMILIHKAN ISLAM SEBAGAI AGAMA KITA

Oleh : Dep. Dakwah DPP Wahdah Islamiyah

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ:

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Suatu kemuliaan yang besar yang Allah Ta’ala berikan kepada kita adalah, Allah Ta’ala menjadikan diri ini sebagai seorang muslim. Dan ketika seorang hamba mendapati dirinya sebagai seorang muslim, atau kedua orang tuanya, atau keluarganya, dan bahkan masyarakat sekitarnya, mungkin ada pertanyaan yang merasuk pada jiwanya, mengapa Allah Ta’ala memilihkan Islam untuk dirinya, orang tuanya, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Pertanyaan mengapa Islam Allah pilihkan sebagai agama kita dan orang tua kita, bahkan menjadi agama pilihan terbesar bagi penduduk negeri tercinta ini. Maka jamaah Jum’at yang berbahagia, pertanyaan ini perlu untuk mendapatkan jawaban yang tepat, apatah lagi di tengah badai fitnah kepada kaum muslimin, kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassallam, secara khusus di tanah Eropa yang menjadi tempat tinggal minoritas umat Islam.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Maka pada kesempatan yang mulia ini, marilah sejenak mendengarkan dengan seksama, jawaban dari pertanyaan mengapa Allah Ta’ala memilihkan Islam sebagai agama kita.

Pertama : Allah Ta’ala memilihkan Islam sebagai agama diri kita, karena Islam adalah agama yang Allah ridhoi untuk diri kita, sebagaimana yang Allah firmankan dalam al-Qur’an pada surah Al-Maidah ayat yang ke 3,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”.

Kedua : Allah Ta’ala memilihkan Islam sebagai agama diri kita, karena Islam merupakan agama seluruh nabi dan rasul yang pernah Allah utus kepada umat manusia, sebagaimana firman Allah dalam surah al-Anbiya’ ayat yang ke 25,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan kami tidak mengutus sebelummu (wahai rasul) seorang rasul kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang haq selain Allah. Maka murnikanlah ibadah kepadaNya saja”.

Ketiga : Allah Ta’ala memilihkan Islam sebagai agama diri kita, karena Islam adalah agama yang lurus dan agama fitrah, sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an surah Ar-Rum ayat yang ke 30,

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu”.

Keempat : Allah Ta’ala memilihkan Islam sebagai agama diri kita, karena Islam merupakan agama, yang nabi-nabi sebelum nabi Muhammad telah memberitakan akan kedatangan nabi terakhir dengan Islam sebagai ajaran yang akan disebarkannya, sebagaimana yang diucapkan oleh nabi Ibrahim dalam firman Allah pada surah al-Baqarah ayat yang ke 129,

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Demikian pula, Nabi Isa alaihissalam telah mengabarkan juga, akan kedatangan nabi Muhammad Sallallahu alaihi Wassallam dengan membawa ajaran Islam, sebagaimana firman Allah dalam surah as-Saff ayat yang ke 6,

وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ

“Dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”.

Kelima : Allah Ta’ala memilihkan Islam sebagai agama diri kita, karena Islam adalah agama rahmat, bukan agama kekerasan, kejahatan dan penghinaan. Allah Ta’ala berfirman tentang nabi Muhammad sebagai pembawa risalah Islam, dalam al-Qur’an surah al-Anbiya ayat yang ke 107,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Masih banyak jawaban dari pertanyaan mengapa Allah Ta’ala memilihkan Islam sebagai agama diri kita, yang pada kesempatan Jum’at yang mulia ini, tidak memungkinkan untuk disebutkan satu persatu dengan keterbatasan waktu yang ada. Semoga Allah Ta’ala senantiasa meneguhkan hati-hati kita, walaupun banyak celaan dan hinaan kepada Islam, bahkan kepada nabi pembawa Islam, yaitu Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيماً لشأنه، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Orang yang senantiasa teguh dalam memegang Islam beserta ajarannya, maka Allah Ta’ala akan akan senantiasa menguatkan hatinya, mengokohkan imannya, dan menjanjikan bagi mereka tempat yang mulia di akhirat kelak. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surah Fussilat ayat yang ke 30,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

Jamaah Jum’at yang mulia.

Di penghujung khutbah ini, kami menasehatkan untuk memperbanyak berdoa, meminta untuk selalu diri ini, agar selalu ridho kepada Islam, yaitu dengan berdoa,

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Jamaah Jum’at yang berbahagia, sebagai penutup dari khutbah yang mulia ini, marilah memperbanyak berdoa di hari yang mulia ini, dan hari yang agung ini.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا وآخر دَعْوَانَا لله رَب الْعَالَميْنَ

Berita sebelumyaSyarah Kitab Ta’lim Muta’allim (2): Latar Belakang Penulisan Kitab Ta’lim Muta’allim
Berita berikutnyaSyarah Kitab Ta’lim Muta’allim (3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here