Tapalang — Kondisi memprihatinkan di pengungsian Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dirasakan warga. Apa boleh buat, karena tidak ada tempat berlindung, untuk sekitar 14 Kepala Keluarga.

Mereka terlihat hanya beralaskan tikar dan terpal. Terlihat hanya beberapa saja persediaan logistik di tempat tersebut. Dari keterangan salah seorang pengungsi bernama Salmah Hamid (48 tahun), ia dan beberapa orang di kandang tersebut sudah mengungsi ketika hari Jumat (15/1/2021) yang lalu.

Naasnya, kandang ayam yang mereka tempati berada di sekitar tebing yang curam yang biasa mereka gunakan sebagai lahan berkebun.

“Untuk logistik, kita memang lakukan secara swadaya,” terangnya kepada relawan Wahdah Islamiyah, Senin (18/1/2021).

Dalam kesempatan tersebut, relawan Wahdah Islamiyah Zulkifli mendata jumlah korban beserta list kebutuhannya untuk disampaikan ke posko induk yan berlokasi di pusat kota Mamuju.

“Kita survei dulu, baru logistiknya kita sesuaikan dengan jumlah yang tersedia di gudang. Nanti kita kirim bantuan beserta rombongan relawan,” tukasnya.

Dalam laporannya, diperoleh data bahwa di tempat tersebut, ada enam bayi dan balita yang membutuhkan susu formula dan juga pampers. “Kami sangat butuh pak. Disini uang sudah tak punya fungsi. Kalau ada uang percuma juga, barangnya sudah sangat jarang kita lihat di toko,” kata Salmiah. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here