Tempat nongkrong identik banget buat kalangan para remaja, dan tentunya tidak sedikit remaja yang sudah punya tempat nongkrong spesial jadi markas atau diistilahkan “home base” tempat ngumpulnya para remaja. Begitu pulang dari sekolah langsung cabut ke tempat nongkrong, kadang-kadang tidak pamit lagi sama orang di rumah atau kepada orangtua.

Dalam agama kita, ngumpul-ngumpul seperti itu tidak masalah dan tidak dilarang. Karena Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan juga para sahabat beliau biasa ngumpul di suatu tempat, Darul Arqam namanya. Mereka setiap hari ngumpul di tempat itu, di mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajarkan Islam kepada para sahabat.

Namun, tentunya harus cerdas memilih tempat ngumpul alias nongkrong yang baik buat diri dan agama. Jangan asal pilih, bisa-bisa akan terjerumus dan jatuh dalam kubangan kemaksiatan yang dapat menghancurkan masa depan nanti, yang ujung-ujungnya akan  menyesal.

Nah, ini dia beberapa kriteria dan ciri-ciri tempat nongkrong yang baik buat para remaja dan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan, semoga saja dapat memetik manfaat dari tulisan ini.

  1. Di dalamnya tidak ada ghibah alias gosip.

Diusahakan harus menghindar dari tempat-tempat yang di dalamnya ada orang-orang suka ghibah atau menggosip, menggungjing, menceritakan kejelekan orang lain walaupun itu benar adanya, cerita kejelekan si ini dan si itu seakan-akan dialalah yang terbaik dan tidak ada celanya. Gosip itu memang sesuatu yang sungguh menyenangkan, berjam-jam sampe lupa waktu, bahkan mulut sampe berbusa saking lamanya. Tapi tahu tidak kalau ghibah alias gosip itu ancamannya sangat keras??? Allah Azza Wajalla dan Rasul-Nya telah memperingatkan orang-orang yang hobi ghibah alias ngegosip. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan jangalah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hujurat : 12).

Rasululullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga telah menjelaskan kepada kita apa itu ghibah? Rasululullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya:

“Tahukah kalian apakah ghibah itu? Para sahabat berkata : Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Rasulullah bersabda: engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak ia sukai. Para sahabat berkata: bagaimana kalau apa yang aku katakan ada pada saudaraku. Rasulullah bersabda: apabila benar apa yang kau ucapkan maka engkau telah mengghibahnya, dan apabila tidak benar maka engkau telah menuduhnya.” (HR. Muslim).

  1. Ada Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Tempat nongkrong yang baik adalah dimana di dalamnya ditegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, artinya mengajak kepada yang baik-baik  dan melarang atau mencegah yang tidak baik. Contohnya: ngajak teman ke pengajian dan melarangnya minum-minuman keras.

Amar ma’ruf  nahi munkar ini bukan saja tugasnya para ustadz atau  para kiyai, tapi tugas kita semua. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali Imran : 104).

Ayat ini bersifat umum dan merupakan kewajiban atas setiap individu untuk melaksanakannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Tentunya tidak ingin kan melihat teman-teman kita terjerumus ke dalam dosa yang ujung-ujungnya neraka tempatnya? Tanda sayang sama teman ya usahakan kita ikut mencegahnya atau minimal membenci perbuatannya itu dalam hati. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang artinya :

“Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka cegahlah dengan tanganmu, kalau tidak mampu cegahlah dengan lisanmu, dan kalau tidak mampu cegahlah dengan hatimu, itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahkan kalau kita mengajak seseorang untuk melakukan suatu kebaikan lalu ia melaksanakannya, maka kita mendapatkan pahala sebagaimana pahala yang didapatkan oleh orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

  1. Ada Ta’lim (Pengajian) nya

Wah, ini nih tempat nongkrong yang is the best, disamping bisa ngumpul ria sama teman-teman, juga bisa dapat ilmu agama sebagai bekal untuk menghadapi tantangan zaman yang banyak fitnah syahwat maupun syubhat. Pokoknya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Lagi pula, menuntut ilmu agama itu kan wajib bagi orang muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya:

“Menuntut ilmu agama itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Bukhari).

Tapi ingat, ilmu itu harus diamalkan kemudian didakwahkan dan diajarkan kepada orang lain. Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Dan sebagaimana harta perlu dizakatkan, maka ilmu itu juga  ada zakatnya yaitu mengajarkan ilmu itu kepada orang lain.

  1. Bukan di pinggir jalan

Hindari nongkrong di pinggir jalan, karena itu bisa mengganggu orang yang lewat. Kalaupun terpaksa, maka perhatikanlah hak-hak jalan sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi kita, tapi kalau tidak bisa menunaikan hak-hak jalan tersebut ada baiknya kalau mencari tempat nongkrong yang lain. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, artinya: “Hindarilah duduk-duduk di jalan” Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah kami tidak memiliki tempat untuk berbincang-bincang.” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Adapun jika kalian tidak bisa menghindarinya, maka berikanlah jalan tersebut haknya.” Para sahabat berkata: “Apakah hak jalan itu?” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Menjaga pandangan, menghilangkan gangguan, menjawab salam, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan mungkar.” (Muttafaq Alaihi)

  1. Tidak Membuat keributan

Carilah tempat nongkrong yang orang-orangnya tidak suka bikin keributan. Misalnya nyanyi keras-keras, teriak-teriak keras kayak orang gila, memukul-mukul sesuatu yang membuat orang di sekitar terganggu. Pokoknya keep silentlah!!!

Tempat nongkrong yang baik itu adalah orang-orangnya senantiasa menjaga ketenangan dan keamanan, sehingga orang-orang di sekitar lingkungan tersebut merasa tenang dan senang. Di sana senang di sini senang di mana-mana hatiku senaaaang.

  1. Back To Mosque

Kalau memang tidak dapat tempat nongkrong yang ideal dan Islami, back to mosque (kembali ke masjid) saja deh. Jadilah remaja masjid, remaja yang senantiasa memakmurkan masjid, remaja yang suka bikin kegiatan di masjid yang bermanfaat buat orang banyak.

Salah satu golongan dari tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah Ta’ala di hari akhirat kelak yaitu: orang-orang yang hatinya senantiasa terpaut hatinya dengan masjid, beribadah, memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Maka insya Allah akan merasakan kenikmatan dan ketenangan ketika berada di dalam masjid. Sholat berjamaah merupakan salah satu syiar agama kita yang dilaksanakan di masjid sebagai ajang silaturrahim antara satu jamaah dengan jamaah yang lain. Oleh karena itu, ayo kita ke masjid. Jadikanlah masjid sebagai tempat ngumpul kita, mempelajari Islam, dan memikirkan cara untuk mengembalikan kejayaan Islam dan kaum muslimin.

Ingat…!!

Sebelum buru-buru cabut ke tempat nongkrong, bantulah dulu pekerjaan orang tua di rumah dan jangan lupa minta izin sama mereka, agar keberadaan kita bisa terdeteksi dan tidak bikin repot orang tua.

Oleh: Hendra M. Ismail, S.Pd.I

(Ketua LPPAR DPP Wahdah Islamiyah, Guru SMA IT Wahdah Islamiyah Makassar)

Berita sebelumyaBersama Kalla Group, Wahdah Islamiyah Distribusikan 2500 Dosis Vaksin Sinovac di STIBA Makassar
Berita berikutnyaPasar Efisien: Perspektif Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here