Membangun Komunikasi Dalam Da’wah

Menjalin interaksi dengan sesama  mutlak dilakukan. Terlebih karena setiap kita adalah makhluk sosial, yang tidak mungkin hidup tanpa orang lain. Demikian pula dalam mengemban dakwah. Syarat sukses berdakwah salah satunya terletak pada bagaimana para penyerunya berkomunikasi

Komunikasi Perlu
Mengapa orang perlu berkomunikasi? Karena dengan berkomunikasi manusia telah membentuk interaksi sosial  dan mengembangkan kepribadiannya. Syaria’t Islam yang sempurna telah menegaskan bahwa manusia yang diciptakan Allah dengan serangkaian potensi, salah satunya berbicara. Bahkan dalam Al Qur’an disebutkan komunikasi sebagai salah satu fitrah manusia.
“ (Tuhan) Yang Maha pemurah, yang telah mengajarkan Al Qur’an. Dia menciptakan munusia, mengjarkannya pandai berbicara” QS Ar Rahman: 1-4
Kebutuhan manusia akan komunikasi  atau berinteraksi dengan orang lain sama besarnya dengan kebutuhan fisik lainnya, seperti makan dan minum. Melalui komunikasi itulah hal-hal yang di butuhkan manusia bisa terpenuhi. Seorang bayi yang baru lahirpun ia harus menangis guna memberitahukan kebutuhannya terhadap orangtuannya.
Dalam penyebaran Islam, komunikasi menjadi salah satu faktor penting keberhasilanya. Dakwah yang telah di lakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya yang saat ini bisa kita rasakan adalah sebab dari ulama-ulama yang mempelajari risalah Rasulullah. Syariat yang telah di pelajari oleh ulama itulah yang kemudian di dakwahkan kepada kaum muslimin.
 
Komunikasi Dalam dakwah
          Dakwah Islam bagi umatnya adalah sebuah kebutuhan. Dakwah Ilallah merupakan kewajiban yang disyariatkan dan menjadi (tanggungjawab) yang harus di pikul kaum muslimin seluruhnya. Artinya setiap muslim dituntut untuk berdakwah sesuai dengan kemampuannya dan peluang yang dimilikinya. Tak seorangpun bebas tugas dari kewajiban ini. Firman Allah Subhanahu Wata’ala:
`” Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyeru pada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung´. QS Ali Imran : 104
           
Dengan kewajiban itu, kemudian Allah Subhanahu Wata’ala memberikan seperangkat potensi yang nantinya bisa di gunakan untuk menyebarkan dakwah. Poteni yang dimaksud adalah kemampuan manusia untuk berbicara. Dengan kemampuan itulah diharapkan kaum muslimin bisa mengkomunikasikan syariat Islam. Melalui komunikasi yang efektif di harapkan Islam sebagai agama rahmatan lil ”alamin( rahmat bagi seluruh alam) mampu tersebar dengan baik keseluruh penjuru negeri.
Komunikasi dalam dakwah dirumuskan salah satunya adalah komunikasi yang menyentuh hati. Rasulullah SAW adalah komunikator terbaik dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada manusia. Karenanya tidak mengherankan bahwa para shahabat beliau masing-masing merasa yang paling diperhatikan oleh Rasulullah.
Banyak contoh dari Rasulullah dalam melakukan komunikasi efektif dan menyentuh hati. Salah satunya ketika beliau didatangi oleh seoang laki-laki. Ia berkata,”Wahai Rasulullah, aku ingin Islam. Tetapi, aku tidak bisa meninggalkan zina.” Seketika emosi para sahabat terpancing. Mereka meminta penjelasan tentang perbuatan dan ucapan orang tersebut. Bagi mereka, penyataan itu hanya mengikuti nafsu.
Lalu apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Beliau kemudian bersabda” Biarkan dia!”. Lalu Rasulullah mengjaknya berbincang-bincang dan membuatya merasa puas. Nabi Muhammad tidak mencelah dan menghinanya dengan keras di depan orang.
Rasulullah tidak mencelanya. Beliau hanya bertanya,” Relakah kamu bila ibumu dizinai?”. Lelaki itu menjawab” Tidak”. Rasulullah bersabda lagi, “Relakah kamu jika putrimu dizinai?. Lelaki itu menjawab “Tidak”.Rasulullah bersabda,” Relakah kamu bila bibimu dizinai?”. Lelaki itu menjawab “Tidak”.
Nabi Muhammad bersabda,” bagaimana orang lain akan rela, padahal kamu sendiri tidak rela dengan hal itu.” Lalu lelaki itu kemudian memiliki semangat keIslaman. Dia membayangkan sikap orang-orang ketika kerabat mereka dizinai, seperti sikapnya ketika kerabat wanitanya dizinai. Lalu lelaki itu berkata,” Akubertauat kepada Alah dari perbuatan zina”.

Demikianlah, Rasulullah SAW sangat pandai mengemas pesan untuk pemuda itu. Beliau tidak marah dan tidak memberikan dalil haramnya zina, atau akibat-akibat buruk zina seperti menyebarkan penyakit dan merusak keturunan. Namun beliau menyentuh hati pemuda tadi untuk tersampaikannya pesan Islam. Beberapa kaidah lain adalah berbicara sesuai dengan bahasa dan kemampuan intelektual pendengar, menempatkan seseorang sesuai dengan posisinya dan sebagainya. Kemudian para pelopor dakwah juga mengusung slogan, nahnu du’at lasna qudhot, kami da’i bukan qadhi (orang yang menghakimi).

Demikianlah, Rasulullah SAW sangat pandai mengemas pesan untuk pemuda itu. Beliau tidak marah dan tidak memberikan dalil haramnya zina, atau akibat-akibat buruk zina seperti menyebarkan penyakit dan merusak keturunan. Namun beliau menyentuh hati pemuda tadi untuk tersampaikannya pesan Islam. Beberapa kaidah lain adalah berbicara sesuai dengan bahasa dan kemampuan intelektual pendengar, menempatkan seseorang sesuai dengan posisinya dan sebagainya. Kemudian para pelopor dakwah juga mengusung slogan, nahnu du’at lasna qudhot, kami da’i bukan qadhi (orang yang menghakimi).

Kita harus menetapkan konsep yang dipergunakan oleh Al Qura’n untuk komunikasi. Selain Al bayan Kata kunci kunci yang sering di gunakan adalah Al qawl; dengan menggunakan Al Qawl  dan dalam  kata inilah kita menemukan enam prinsip  komunikasi, yaitu : Qawlan sadidan (4:9 ). Qawlan Baligha (4:63) Qawlan Masyruran (17:28) Qawlan Layyinan (20:44) Qawlan kariman (17:23, dan Qawlan Ma’rufan (4:5 )

Prinsip dalam komunikasi         
Kata qawlan sadidan disebut dua kali dalam Alqur’an. Pertama , Allah Subhanahu Wata’ala menyuruh manusia menyampaikan qawlan sadidan dalam urusan Anak yatim dan keturunan.” Dan hendaklah orang-orang  takut kalau-kalau  dibelakang hari , mereka  meninggalkan  keturunan yang lemah yang mereka  khawatirkan ( kesejahteraannya ). Hendaklah  mereka  bertakwa
Arti perkataan  benar adalah sesuai dengan  kriteria kebenaran untuk orang Islam. Ucapan yang benar adalah  yang sesuai dengan Al-Quran,Assunnah,dan Ilmu. Al-Quran menyindir keras orang-orang yang berdiskusi tanpa merujuk kepada Al-Kitab,petunjuk dan ilmu “Diantara manusia yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu petunjuk dan kitab yang menerangi “(Qs;31:20)
Al-Quran menyatakan bahwa berbicara yang benar,menyampaikan pesan yang benar,adala prasyarat untuk kebenaran (kebaikan,kemaslahatan)amal. Bila kita ingin menyukseskan karya kita,bila kita ingiln memperbaiki masyarakat kita, maka kita harus menyebarkan pesan yang benar dengan perkataan yang lain. Hal ini berarti masyarakat menjadi rusak jika isi pesan komunikasi tidak benar
Berkatalah kepada mereka dengan qaulan Balighan ( QS 4:63 ). Kata Baligh dalam bahasa Arab artinya sampai mengenai sasaran , atau  mencapai tujuan. Bila dikaitkan  dengan Qawl ( ucapan atau komunikai) kata Baligh” Berarti fasih, jelas makananya ,terang dan tepat mengungkapkan apa yang dikehendaki. Karena itu  prinsip  qaulan balighan  dapat diterjemahkan  sebagai prinsip komunikasi yang efektif.
Alqur’an memerintahkan kita  untuk berbicara  yang efektif. Rasulullah sendiri  memberi contoh dengan kutbah-kutbahnya. Umumnya khutbah rasulullah  pendek, tetapi  dengan kata-kata  yang  padat makana.. Ia berbicara dengan  wajah yangs serius  dan memilih kata –kata yang  sedapat mungkin menyentuh  hati para pendengarnya.
Prinsip selanjutnya adalah qawlan Layyinan. Yaitu berdakwah  dengan kata-kata yang lemah lembut. Cobalah sadarkan dia tentang dirinya sendiri yang tak kurang dan tidak lebih hanyalah seorang hamab dari hamba-hamba-Ku.dan jangan kamu lalai selalulah ingat pada-Ku dan menyebut nama-ku sealgi kamu melaksanakan tugas ini.     
Allahu A’lam Bishowabb…….(Ree,Zhe) (MDK al Firdaus)
Maraji’ :

  1. tafsir Ibnu Katsir
  2. ”  Menjadi Murobbi sukses” oleh Satria Hadi Lubis
  3. Terjemahan Al Qur’an
  4. ”Komunikasi Propaganda” oleh Nurudin 
Artikulli paraprakDengar Ceramah Online di website Wahdah
Artikulli tjetërForumta – KKN UMI Adakan Seminar Ruqyah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini