Memaafkan istri yang selingkuh dan bertaubat, bolehkah??

Date:

Nama : de** as**
Kota : Bandung

Pertanyaan :
Assalammualaikum Wr Wb…..
saya seorang suami dengan 2 orang anak, singkat kata istri saya melakukan perselingkuhan dengan laki2 lain, dan hal ini diakui oleh istri saya dan dia ingin bertobat atas perbuatannya tersebut dan saya pun memaafkan nya, atas perselingkuhan tersebut saya kecewa sekali tetapi saya masih ingin melanjutkan dan menyelamatkan pernikahan kami, dosakah saya bila melanjutkan rumahtangga setelah kejadian tersebut, mohon jawaban terimakasih..
Wassalam…

Jawaban :

Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuhu…
Bismillaah…terimakasih atas kepercayaan yang anda berikan pada kami untuk menjawab pertanyaan anda, semoga Allah ta’ala senantiasa memberikan anugrah dan rahmatnya kepada anda dan kita semua, aamiin.
Kita semua perlu tahu bahwa manusia adalah tempatnya lupa dan salah, yang membedakan antara satu manusia dengan yang lainnya adalah besar kecilnya dosa dan kekhilafan yang dilakukan. Sebab itu, bila Allah sangat gembira mengampuni hamba-Nya yang benar-benar bertaubat kepada-Nya dari berbagai macam maksiat selama hamba tersebut sungguh-sungguh bertaubat. Olehnya itu, kewajiban anda sebagai suami adalah menyuruh istri anda untuk terus bertaubat kepada Allah ta’ala dan memperbanyak ibadah utamanya shalat sunat dan sedekah, agar dosa-dosanya terhapuskan.

Berkaitan dengan sikap bapak yang lebih memilih untuk memaafkan istri dan mempercayai sikap taubatnya kepada Allah maka ini adalah pilihan yang mulia selama istri bapak memang benar-benar bertaubat kepada Allah ta’ala, sebab kehidupan rumah tangga pasti akan ditimpa oleh suatu problem, berbeda antara satu dengan lainnya dari segi jenis dan besarnya kadar problem tersebut.
Percayalah, bahwa Allah tidaklah menguji anda dengan ujian seperti ini kecuali memang anda pasti diberikan keteguhan menghadapinya dan menerima kembali sang istri yang bertaubat kepada Allah. Bahkan memaafkan merupakan sifat orang bertakwa, dan sifat orang yang selalu bersegera menuju ampunan Allah ta’ala dan mendapatkan surga, semakin besar kesalahan yang dimaafkan semakin besar pula derajat seorang hamba diangkat oleh Allah ta’ala, sebagaimana dalam ayat QS Aali ‘Imran tentang sifat-sifat orang bertakwa, Allah menyebutkan diantaranya:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ) [آل عمران:133، 134].
Artinya: “Dan bersegeralah menuju ampunan Tuhanmu dan surge yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 133-134)
Sebab itu, sangat boleh bagi anda untuk memaafkan istri anda bahkan anda mendapatkan pahala yang besar disisi Allah ta’ala, tapi dengan syarat ia memang benar-benar telah bertaubat kepada Allah ta’ala.
Setelah anda memaafkannya dan melanjutkan kembali kehidupan rumah tangga dengannya, maka anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:
Pertama: Berikanlah istri anda kesempatan untuk lebih membenahi diri, mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, menjaga kehormatannya dengan hijab atau jilbab syar’i, tidak melalaikan kewajiban dan memperbanyak ibadah-ibadah sunnah. Agar ia merasa bahwa ia memang pantas untuk dimaafkan, serta agar anda merasa bahwa dirimu memang pantas untuk memaafkannya.
Kedua: Hendaknya jangan pernah menyebarkan problem anda ini kepada orang lain secara jelas, dan terang-terangan, tutuplah aib istri anda dan keluarga anda, semoga Allah ta’ala menutup aib dan dosa-dosa anda didunia dan diakhirat. Dalam hadis shahih: “Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim (didunia), maka Allah menutup aib (dan dosa-dosanya) didunia dan diakhirat”. (HR Muslim).
Ketiga: Bantulah ia untuk melupakan masa lalu, dan memperbaiki dirinya. Perhatikan selalu perubahan dalam dirinya setelah bertaubat, semoga ia kembali menjadi istri yang shalihah. Aamiin.
Akhirnya, kami hanya bisa menghaturkan doa kepada Allah ta’ala agar menjadikan istri anda dan istri kita semua sebagai wanita-wanita shalihah, dan memberkahi keluarga kita semua serta melindunginya dari kebinaasaan. Aamiin.

Dijawab oleh Maulana La Eda, L.c

Maulana La Eda, L.c
Maulana La Eda, L.c
Maulana La Eda, Lc. Hafizhahullah (Mahasiswa S2 Jurusan Ilmu Hadis, Universitas Islam Madinah)

1 KOMENTAR

  1. Saya sekarang mengalami apa yang di jelaskan.di atas… mudah2an saya selalu.ikhlas dan selalu bersabar atas cobaan.ini.. mohon doa nya buat say semoga selalu dilindungi Allah Swt

Komentar ditutup.

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Ustadz Yusran Anshar Sebut Dakwah dan Tarbiyah Adalah Jihad yang Utama Sekarang

MAKASSAR, wahdah.or.id - Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah Ustaz...

Hadiri Mukernas XVI Wahdah Islamiyah, Prof Waryono Dorong LAZ Lebih Optimal dalam Gerakan Zakat dan Wakaf

MAKASSAR, wahdah.or.id – Prof Waryono Abdul Ghafur, selaku Direktur...

Kepala BKSDN Kemendagri: Wahdah Islamiyah Wujud Representasi Civil Society, Jembatan Umat dan Pemerintah

MAKASSAR, wahdah.or.id - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri...

Dukung Kemerdekaan Palestina, Wahdah Sulsel dan WIZ Pasangkayu Donasi Milyaran Rupiah

MAKASSAR, wahdah.or.id - Perang antara pejuang Palestina dan Israel...