Materi Khutbah Idul Adha 1444 H Wahdah Islamiyah: Bersama Keluarga Kuat Meraih Surga Dunia dan Akhirat

Date:

Momentum Idul Adha adalah momentum yang selalu membawa memori kenangan kita pada sosok mulia, Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam. Sosok yang memberikan begitu banyak teladan dalam hidupnya. Sehingga tidak heran jika Allah Ta’ala mengabadikan pujianNya dan menyebut beliau sebagai “sebuah umat”, meskipun beliau hanya satu sosok manusia.

Dari Nabi Ibrahim kita belajar bahwa jika ingin membangun sebuah peradaban yang cemerlang, maka kita harus memulainya dari membangun keluarga yang kuat. Nabi Ibrahim mengajarkan kepada kita bahwa tidak usah muluk-muluk berbicara tentang membangun peradaban, tentang membangun sebuah negara, jika kita tidak sungguh-sungguh menyiapkan lembaga paling mendasar dalam peradaban manusia yang bernama keluarga.

Maka ketika akhirnya sejarah mencatat lahirnya sebuah peradaban di kota suci Makkah, kita tidak boleh lupa bahwa lahirnya peradaban itu bermula dari seorang ayah bernama Ibrahim ‘alaihissalam yang membawa keluarga kecilnya, Hajar istrinya dan Ismail bayi kecilnya. Ayah yang hebat itu lalu menitipkan mereka kepada Allah di lembah Makkah yang sunyi tak berpenghuni.

Dari Nabi Ibrahim kita juga belajar bahwa sebuah keluarga hanya bisa mewujud menjadi keluarga yang kuat ketika pijakan hidup mereka adalah Tauhid kepada Allah. Ketika penghambaan dan ketaatan hanya dipersembahkan kepada Allah, tidak kepada selain
Allah. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang memfokuskan hidup dan matinya hanya kepada Allah, tanpa pernah menyekutukanNya dengan siapapun dan apapun.

Dari Nabi Ibrahim kita juga belajar bahwa puncak ilmu parenting adalah berdoa tak kenal henti untuk keluarga dan anakketurunan kita. Berulang-ulang kali di dalam al-Qur’an, Allah ‘Azza wa Jalla mengabadikan untuk kita doa-doa seorang Ibrahim ‘alaihissalam untuk keluarga dan anak-cucunya. Doa-doa yang sesungguhnya menggambarkan kegelisahan sekaligus harapan seorang ayah untuk keluarganya.

Kekuatan dan ketahanan sebuah keluarga juga sangat ditentukan oleh kehadiran seorang wanita yang shalihah dalam keluarga. Wanita yang shalihah bukanlah wanita yang sempurna. Bukan sosok wanita yang tanpa dosa dan khilaf. Wanita shalihah adalah wanita yang selalu menyiapkan hatinya untuk tunduk-patuh pada perintah Allah dan selalu berusaha menghindari larangan Tuhannya, meski kadang ia tergelincir jatuh ke dalamnya.

Tetapi, wanita yang shalihah adalah wanita yang saat tergelincir dalam dosa, jiwanya gelisah dan tak sabar untuk segera bertaubat dan memohon ampun pada Tuhannya. Sudah pasti ini bukan perjalanan yang mudah. Jatuh-bangun menuju puncak keshalihan adalah manusiawi. Tapi teruslah berusaha memantaskan diri mendapatkan ampunan Allah Ta’ala hingga ajal menjemput.

Wahdah Islamiyah dalam perayaan Idul Adha 1444 Hijriyah tahun ini mengangkat tema tentang keluarga, dengan judul “Bersama Keluarga Kuat Meraih Surga Dunia dan Akhirat”, serentak di sampaikan dan dibawakan oleh Dai Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia.

BACA & DOWNLOAD: Naskah Khotbah Seragam Idul Adha 1444 H Wahdah Islamiyah

“Semangat Ramadan dan semangat dari keluarga kecil Nabi Ibrahim adalah dua semangat yang harus selalu kita bawa dalam mengarungi lautan kehidupan ini. Selamat berhari raya iedul Kurban 1444 H. Taqabbalallaahu minnaa wa minkum shaalihal ‘amaal. Semoga semua amalan-amalan ibadah kita, diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” ujar Pemimpin Umum Wahdah Islamyah, KH. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin.

Rep, Editor: Muh Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Menindaklajuti pertemuan di Perlis, Dr. Juanda Asal Malaysia Kunjungi Kantor DPP Wahdah Islamiyah Jakarta

JAKARTA,wahdah.or.id - Ketua Penolong Pengarah Dakwah Jabatan Agama Islam...

Peserta Didik Sekolah Inspirasi Laznas WIZ Raih Juara Lomba di Al Qalam Gowa Islamic Competition 2024

GOWA, wahdah.or.id - Seorang murid Sekolah Inspirasi Laznas Wahdah...

Ada 3 Jenis Hati, Berikut Penjelasan dan Cara Menghidupkan Hati yang Sakit atau Mati

Jenis hati itu ada tiga. Hati yang sehat, hati...

Ketua DPW Maluku, Ust. Firman: Jaga Semangat Menolong Agama Allah, Allah Akan Berikan Pertolongan-Nya

AMBON, wahdah.or.id -- Satu lagi Dewan Pengurus Daerah Wahdah...
Penataran Seputar Ramadan 1445 H