Masjid Nabawi Dilengkapi Teknologi Canggih

Mampu menampung sejuta jamaah, dilengkapi dengan teknologi canggih dan modern. Masjid dan tempat shalat sering hanya identik dengan sajadah, karpet atau loud-speaker. Tapi masjid Nabawi tidaklah demikian. Meski ia adalah tempat shalat, salah satu tempat suci paling dimuliakan ini dipenuhi dengan teknologi peralatan super modern nan canggih.

 
Di antaranya adalah peralatan yang mampu mendeteksi nomor plat mobil pejabat yang datang menuju arah masjid dari jarak 10 km. Selain itu, juga dipasang 550 lebih kamera pengintip yang akan mendeteksi kegiatan Anda,  baik di luar atau di dalam masjid. Termasuk di areal tempat makan Nabi dan Raudah.

Menurut Syeikh Abdul Aziz,  Wakil Ketua Penanggungjawab Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, semua ini tak lain untuk menjaga dan memuliakan Masjid yang dahulunya termasuk areal rumah Rasulullah ini.

Semua kegiatan yang ada di luar dan dalam masjid Nabawi bisa langsung dikontrol di sebuah ruang kontrol (control room) yang dilengkapi peralatan komputer.

“Tak terkecuali suara imam masjid bisa dikendalikan,“ ujar Kepala Mekanik Masjid Nabawi, Syarif (46)  kepada hidayatullah.com beserta rombongan. Menurut Syarif, suara imam masjid ikut dikontrol sesuai standar agar tidak terlalu besar atau terlalu kecil.

“Karenanya, setiap yang jadi imam masjid di sini, pertama harus dites suaranya untuk penyataraan,“ kata Syarif, usai mengantar rombongan berkeliling.

Ruang kontrol juga ikut mengendalikan pendingin (AC) di seluruh sudut ruangan, termasuk payung-payung modern antipanas dan 27 kubah berbobot 80 ton yang yang bisa menutup dan membuka dalam waktu beberapa detik.

Kenyamanan lain Masjid Nabawi adalah memiliki marmer super mahal yang mampu mengubah suhu panas menjadi dingin. Nah, jangan heran jika pertama kali Anda menginjakkan kaki saat memasuki areal masjid, kaki kita terasa lebih sejuk.

Dengan fasilitas itu, Masjid Nabawi mampu menampung hampir satu jamaah shalat baik di luar atau di dalam masjid, dengan tetap merasakan kenyamanannya.

Tapi jangan tanya berapa kira-kira biaya yang dikeluarkan untuk semua fasilitas canggih itu.

“Biayanya tak dapat dihitung. Alhamdulillah, kita masih punya pemerintah yang ikut memikirkan kemuliaan dua masjid (Masjidil Haram dan Nabawi, red) ini,“ ujar Syeikh Abdul Aziz saat menerima hidayatullah.com beserta rombongan di ruang kerjanya tak jauh dari areal masjid. [cha/hidayatullah.com] 

Artikulli paraprakWahdah Makassar Diklat Sehari Pembina Dirosa
Artikulli tjetërGubernur Kalsel Wajibkan Siswa Belajar Al Quran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini