giving

Pemberitaan di televisi dan media lainnya tentang agresi yang dilakukan israel terhadap rakyat Palestina yang ada di Gaza telah menyulut keprihatian dunia. Banyak yang simpati dengan mengecam tindakan brutal dan biadab tersebut. Mereka memberikan bantuan dan minimal do’a untuk rakyat Palestina.

Namun ada tanda tanya besar yang mungkin ada dibenak kita, mengapa warga Gaza dengan serangan yang demikian hebat yang dilakukan tentara israel yang menggunakan persenjataan lengkap dan sarana penghancur yang dahsyat, tidak menyebabkan waraga Gaza mengungsi kenegara-negara tetangga muslim. Mengapa mereka tetap bertahan ditengah intimidasi yang demikian hebat ?, mengapa mereka masih merasa nyaman ditengah gempuran bom yang membumi hanguskan tempat tinggal mereka ?, mengapa tidak ada raut wajah takut dari mereka, bahkan semangat mereka melawan zionis semakin berkobar ? dan mengapa para ibu disana tidak khawatir dengan anak-anak mereka, bahkan bangga jika anak-anak mereka melawan kezaliman zionis israel ?

Jawabannya adalah, Sebab mereka tahu bahwa bumi yang mereka pijak adalah merupakan ladang jihad, ladang dimana mereka memilki kesempatan untuk mati syahid, mereka rindu akan syahid dan gembira akan syahid. Mereka maju berjuang bukan hanya untuk mempertahankan daerah Gaza atau memerdekakan Palestina yang dijajah oleh israel, tetapi ada yg lebih tinggi dari itu yaitu mereka ingin menjadi syuhada dibumi yg diberkahi. Bidadari sementara menunggu kedatangan mereka, subhanallah. Mereka rindu akan janji Allah untuk para syuhada dengan kedudukan yang sangat tinggi dan agung yang disediakan Allah kepada mereka. Dengan syahidnya, mereka akan mendapatkan ampunan Allah

وَلَئِنْ قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan” (QS. 3:157)

Bukan hanya diampuni dosa-dosa mereka, bahkan akan dihapuskan segala dosa tersebut dan tempat kembali terbaik yakni syurga.

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لأكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (QS. 3:195)

Itulah keutamaan mereka, dimana dengan menjadi seorang mujahid (bejuang dijalan Allah) dan syahid maka mereka mendapatkan keutamaan yang begitu banyak. Lantas bagaimana dengan kita disini, dinegeri yang aman dari kecamuknya perang, dinegeri yang begitu ni’mat menjalankan ibadah tanpa ada intimidasi, dinegeri yang begitu indah, tanpa ada peperangan, tanpa ada dentuman bom dan jeritan pilu korban perang. Adakah ladang pahala untuk kita mendapatkan keutamaan seperti mereka, masih adakah kesempatan untuk memburu dan menyamai pahala mereka.

Sebenarnya kesempatan itu juga terbuka lebar untuk kita, selain keprihatinan sebagai seorang muslim atas nasib saudara kita disana, sebab ummat Islam itu bersaudara, juga begitu banyak ladang-ladang pahala yang mampu kita raih untuk membantu saudara kita disana. Mungkin kita tidakmemiliki kemampuan untuk kesana membantu saudara kita karena kendala birokrasi dan akomodasi, namun bantuan berupa doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah, apalagi dibulan suci Ramadhan, akan sangat membantu saudara-saudara kita. Bukankah doa adalah senjata ummat Islam yang paling ampuh, dimana senjata doa ini tidak dimiliki oleh zionis israel. Allah akan mengijabah doa-doa kaum muslimin untuk saudaranya yang sedang ditindas, sebagaimana janji Allah

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. 2:186)

Selain dengan doa, rupanya masih ada lagi bantuan yang dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang berperang menegakkan kalimah Allah dibumi Gaza, yaitu berinfak dan bersedeqah untuk mereka. Mengeluarkan sedikit harta kita untuk membantu saudara kita disana. Orang yang mengeluarkan hartanya di jalan Allah bahkan disejajarkan dengan mereka yang sementara berjuang dijalan Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,” (QS. 61 : 10-11)

Juga jaminan syurga untuk orang-orang yang berjuang dijalan Allah dengan jiwa dan hartanya

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka..” (QS. 9:111)

Inilah ladang pahala untuk kita yakni dengan harta, yang rupanya disejajarkan dengan pahala Jihad. Berjihad dengan harta memiliki keutamaan yang demikian tinggi, kenapa ? karena rupanya berjihad dengan harta sebenranya begitu berat, karena sifat manusia itu kikir dan tidak mau mengeluarkan hartanya dengan Cuma-Cuma. Dibutuhkan kekuatan iman dari dalam, dan motivasi yang kuat untuk mau menginfakkan hartanya. Padahal harta yang kita miliki pada hakekatnya tidak ada artinya jikakalau kita meninggal dunia. Justru harta yang sangat bermanfaat adalah harta yang kita sedeqahkan dijalan Allah. Ingatkah kita akan penyesalan orang-orang yang tidak mau beribadah dan menyedeqahkan hartanya disaat nyawa sudah sampai ditonggorokannya, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. 63 : 10)

Disaat inilah baru terbuka kasyaf tabir, baru terang pemahamannya bahwa harta yang dikumpulkan selama ini tidak ada gunanya, kecuali harta yang di sedeqahkan dijalan Allah. Dan rupanya keistimewaan yang lain adalah, harta yang disedeqahkan tersebut pahalanya akan terus mengalir walaupun sudah meninggal dunia. Sebagaimana Rasulullah bersabda “Jika meninggal manusia, maka terputuslah hubungannya dengan dunia kecuali tiga, yaitu, sedeqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya”. Demikian pula dalam riwayat yang lain disebutkan “ada tiga yang akan menghantarkan orang manakala meninggal, dua yang kembali dan satu saja yang tinggal, yaitu keluarga, harta dan amal. Dua yang kembali yaitu keluarga dan harta, sedangkan yang tinggal hanyalah amal”.

Disaat kita meninggal, rupanya tidak ada harta yang kita bawa. Rumah, mobil yang mentereng, tanah yang demikian luas, baji yang demikian mewah, disaat kematian datang semuanya itu tidak berguna. Bahkan tidak serupiahpun harta yang kita bawa dialam kubur kita. Yang bermanfaat rupanya hanyalah amal saja, dan diantaranya adalah harta yang disedeqahkan dijalan Allah.

Bergembiralah wahai saudaraku di gaza, karena anda sementara menunggu janji Allah. Dan bergembira pulalah kepada orang-orang yang digerakkan hatinya untuk membantu saudaranya yang sedang dikepung oleh musuh-musuh Allah bukan hanya dengan doa tetapi juga dengan harta yang diinfakkan dijalan Allah, sebab akan mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi. Inilah ladang-ladang pahala untuk kita wahai kaum muslimin dimanapun anda berada. Kita juga mendapatkan kesempatan yang sangat besar dan sama mulianya dengan kaum mujahidin yang syahid. Kalau mereka berjuang dengan jiwa mereka, maka kitapun dapat berjuang dengan harta kita. Mari kita keluarkan sedikit harta yang Allah berikan kepada kita untuk saudara kita disana, sebab manfaatnya akan berpulang kepada kita, baik didunia dan diakhirat. Sekaranglah saat yang tepat untuk itu, saudara kita sangat butuh uluran tangan kita. Mereka mungkin tidak sempat lagi bekerja dan berusaha untuk kebutuhan sehar-hari mereka karena dinegeri yang bergejolak, kitalah sebagai saudara semuslim yang dapat membantu mereka untuk pasokan logistik dari harta yang kita keluarkan. Hidup ini sementara wahai kaum muslimin, disaat meninggal hanyalah amal yang kita bawa.

15 Ramadhan 1435 H

(Ustad. Askar Yaman, M.Pd)

peduli-gaza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here