“Pelajarilah ilmu,” kata Umar bin Khattab, “Serta belajarlah bersikap tenang dan lemah lembut dalam menuntut ilmu. Bersikap tawadhu’-lah terhadap terhadap orang-orang yang mengajari kalian. Janganlah kalian menjadi musuhnya para ulama. Sebab, ilmu kalian tidak akan tegak dengan kebodohan kalian.”

Ketawadhu’-an bukanlah malu-malu, tapi tahu diri. Dalam mencari ilmu, malu-malu untuk menanyakan hal-hal yang seharusnya kita tahu, atau malu-malu untuk tahu terhadap hal-hal yang seharusnya bisa meningkatkan pengetahuan kita, justru dilarang. Justru itulah sikap yang memalukan.

Kenapa? Karena ilmu, takkan pernah datang dengan cara seperti itu. Sebagaimana kata Mujahid, “Ilmu tidak akan bisa diraih oleh orang yang pemalu dan orang yang sombong.” Ke-tawadhu’-an adalah penyebab datangnya hikmah dari Allah. Karena hikmah adalah buah terbaik dari jernihnya ilmu.

Sebagaimana tertera dalam Al-Faqih wal Mutafaqqih-Nya Khatib Al-Baghdadi bahwa Fuhdail bin Iyadh berkata, “Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai orang alim yang tawadhu’. Dan Allah murka terhadap orang alim yang angkuh. Maka, barang siapa yang merendah diri kepada Allah, niscaya Allah akan mewariskan hikmah kepadanya….”

Jadi, para penuntut ilmu harus sadar, bahwa ke-tawadhu’-an sangat penting dalam mencari ilmu. Jangan sampai, karena sudah lama melanglang buana mempelajari ilmu, menjadikan diri sombong karena merasa telah banyak mendapatkan ilmu.

Hendaklah ia mengetahui kemampuan dirinya dan tahu bahwa ia masih dalam taraf menuntut ilmu, meskipun telah mencarinya secara mendalam. Jangan sampai ia telah menyangka bahwa dirinya telah menjadi alim, merasa cukup dan berhenti menuntut ilmu.

Parahnya lagi, ketika perasaan seperti ini telah muncul, serta merta dia tidak mendatangi majelis-majelis ilmu karena merasa tak perlu lagi, merasa tinggi dari sahabat-sahabatnya, dan meremehkan semua manusia dengan alasan bahwa mereka adalah orang-orang bodoh yang membutuhkan ilmunya. Jangan sampai deh sobat hijrah kita terjangkit penyakit seperti ini.

Oleh: Andri Astiawan Azis
(Mahasiswa Universitas Qassim, KSA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here