MAKASSAR, wahdah.or.id – Ketua Departemen Lingkungan Hidup (DLH) DPP Wahdah Islamiyah, Ariesman M., melakukan kunjungan ke Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, senin, (30/12/2024).
Dalam kunjungan ini, Ustaz Ariesman disambut oleh Dosen Kesehatan Lingkungan, Muh. Fajaruddin Natsir, S.K.M., M.Kes. untuk membahas dan berdiskusi tentang berbagai strategi inovatif dalam pengelolaan sampah.
Diskusi ini menyoroti sejumlah metode yang dianggap potensial untuk diterapkan di berbagai sektor, khususnya di lingkungan Wahdah Islamiyah. Beberapa strategi yang dibahas meliputi:
1. Teknik Teba Modern: Pendekatan terbaru dalam pemilahan dan pemrosesan sampah organik.
2. Komposter Biopori Jumbo: Teknologi sederhana namun efektif untuk mengolah sampah organik skala besar.
3. Penggabungan Teknik Sumur Resapan dan Komposter Biopori: Solusi inovatif untuk menangani sampah sekaligus menjaga keberlanjutan air tanah.
4. Pemanfaatan Sampah dengan Maggot: Menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mengubah sampah organik menjadi pakan ikan dan unggas.
5. Pengolahan Sampah Plastik dengan Metode Pirolisis: Teknologi ramah lingkungan untuk mengonversi sampah plastik menjadi bahan bakar.
Ustaz Ariesman menyampaikan bahwa permasalahan sampah, jika dikelola dengan baik, bukan hanya mampu menyelesaikan masalah lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial.
“Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi antara Wahdah Islamiyah dan Universitas Hasanuddin. Kami ingin mengadopsi berbagai teknik pengelolaan sampah yang inovatif ini untuk diterapkan di sekolah, pondok pesantren, dan markaz kami,” ujarnya.
Fajaruddin Natsir menambahkan pentingnya pengembangan teknologi pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan nilai edukasi.
“Kami siap mendukung upaya ini dengan memberikan pelatihan, riset kolaboratif, serta pendampingan. Harapannya, masyarakat dapat teredukasi dan mulai menerapkan gaya hidup yang lebih peduli lingkungan,” jelas Fajaruddin.
Kunjungan ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan semangat dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah di tingkat individu maupun komunitas. Pesan kuat yang digaungkan adalah bahwa sampah bukanlah akhir dari siklus, melainkan awal dari inovasi yang berkelanjutan.
Membangun Gerakan Peduli Lingkungan
Pertemuan ini juga diharapkan mampu menjadi pijakan untuk menciptakan gerakan kolektif dalam pengelolaan sampah. Wahdah Islamiyah akan menguatkan lagi integrasi metode-metode pengelolaan sampah ini ke dalam kurikulum pendidikan dan aktivitas di lembaga-lembaga yang ada.
“Langkah kecil seperti memilah sampah di rumah hingga teknologi seperti pirolisis akan menjadi bagian dari revolusi peduli lingkungan yang akan kami mulai,” ujar Ariesman.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan organisasi masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Harapannya, model pengelolaan sampah yang dibahas dapat diterapkan secara luas, membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
report: Ariesman – DLH DPP WI