KHUTBAH IDUL ADHA 1438 H / 2017 M

MENEBUS KEHORMATAN YANG TERGADAIKAN

 

‎إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

‎مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

‎أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha ilallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.

Kaum muslimin Rahimakumullah…

Pagi ini, kembali kita bersimpuh di hadapan Sang Pemilik jagat raya, Sang Penguasa langit dan bumi, Allah Subhanahu wata’ala.

Saat saudara-saudara kita di tanah suci menyempurnakan ibadah haji mereka, kita doakan semoga Allah menjaga mereka -para tamu Allah-, dan semoga mendapatkan haji yang mabrur dan dijaga dari segala marabahaya dan keburukan.

Lantunan takbir menggema menembus cakrawala, menggetarkan sukma, dan mengokohkan jiwa, menggenapkan segala asa.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha ilallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.

Kaum Muslimin yang perkasa!..

Takbir yang menggema ini, sejatinya mengantar kita ke depan gerbang Masjid Al Aqsha yang hari ini masih dalam cengkraman penjajah Zionis Yahudi untuk kita bebaskan.

Takbir ini harus berwujud takbiratul ihram saat kita shalat di Masjid Al Aqsha yang merdeka.

Takbir yang menggema ini seharusnya bisa membuat kita membongkar blokade Yahudi atas Gaza.

Takbir yang membahana ini harusnya menggerakkan iman kita untuk bebasnya Syria dan Arakan. Untuk sejumput beras yang kita hantarkan ke Somalia.

Takbir yang kita teriakkan ini, harusnya kita torehkan pada setiap lembar merah putih di atas Nusantara, kita hunjamkan pada setiap jiwa insan beriman di negeri bernama Indonesia.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha ilallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.

Kaum Muslimin, A’aanakumullah…

Negeri yang indah ini, yang ribuan pulaunya berjejer rapi di khatulistiwa, lautnya kaya tiada tara, tanahnya subur bahkan menyimpan emas dan permata. Karunia Ilahi teramat indah.

Hari ini, penduduk negeri ini merana karena hutang yang membengkak, tanah daratan yang luas membentang ternyata dikuasai hanya segelintir orang, jurang pemisah antara si kaya dan si miskin semakin jauh membentang.

Pada saat yang sama, sebagian elit politik sibuk dengan pencitraan diri, memanfaatkan keadaan untuk sekadar kemaslahatan sendiri. Sementara itu Umat Islam yang merupakan ibu kandung republik ini  justru tertuduh sebagai anti kebangsaan, intoleran, anti kebhinekaan. Wallahul Musta’an.

Kaum Muslimin A’azzakumullah…

Berbagai problema dan kondisi yang kita alami, harus dihadapi dengan tawakkal yang tinggi, sekadar caci maki tentu bukan solusi. Berbagai permasalahan ini harus disikapi dengan cerdas dan berani. Sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada kekuatan yang sanggup menghalangi keagungan Islam.

Romawi dan Persia akhirnya bertekuk lutut, Islam pun menerobos tembok besar Cina, menara-menara masjidnya tertancap menjulang di negeri India lebih tinggi dari berbagai kuil, bahkan gema azan menggema hingga jantung Eropa mengatasi dentang lonceng gereja.

Nabi shallallahu alaihi wasallam, meledakkan harapan itu dengan sabdanya:

‎لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الْأَمْرُ مَا بَلَغَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ بِعِزِّ عَزِيزٍ أَوْ بِذُلِّ ذَلِيلٍ عِزًّا يُعِزُّ اللَّهُ بِهِ الْإِسْلَامَ وَأَهْلَهُ وَذُلًّا يُذِلُّ اللَّهُ بِهِ الْشِّرْكَ وَأَهْلَهُ

“Agama ini akan menyebar sejauh jarak yang dicapai malam dan siang, dengan kemulian orang yang mulia dan kehinaan orang yang terhina, yaitu kemuliaan yang dengannya Allah akan memuliakan Islam dan penganutnya, dan menghinakan kesyirikan dan pengikutnya”. (HR. Ahmad)

Ia bagaikan air, yang akan selalu mengalir sekalipun tembok tebal menghadang. Ia pun bagaikan matahari, sehebat apapun api di bumi takkan bisa membakar matahari.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha ilallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.

Kaum muslimin – rahimakumullah

Jalan keluar dari semua itu – biiznillah – bernama Dakwah dan Tarbiyah. Dakwah dan Tarbiyah adalah jalan terjal yang mendaki namun harus dilalui, jalan yang telah ditetapkan Allah Subhanahu wata’aala, dan telah berjalan tegar di atasnya Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya.

‎قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, mengajak kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik” [QS. Yusuf: 108]

Jalan iman inilah yang terpetakan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

‎وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُوْنَنِي لاَ يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْئًا

‎‏Allah menjanjikan bagi orang-orang yang beriman diantara kalian dan beramal shaleh yaitu Allah akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai penguasa dan Allah akan mengokohkan agama yang Allah ridhai  terhadap mereka dan Allah akan menggantikan rasa takut mereka menjadi rasa aman, mereka beribadah kepadaKu dan tidak menyekutukanKu dengan sesuatu apapun”. (QS. An Nur: 55)

Jalan ini adalah jalan para nabi, dari Adam hingga Ibrahim Sang kekasih Ilahi – alaihimussalam. Jalan para manusia langit, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Musa, Isa- alaihimussalam, hingga Muhammad Sang Nabi Penyempurna bangunan risalah dan kenabian – shallallahu alaihi wasallam.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha ilallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.

Kaum muslimin, a’aanakumullah

Mari sejenak bercermin pada manusia istimewa, Sang Kekasih Allah bernama Ibrahim –alaihissalam. Seakan tapak- tapak kehidupannya bercerita bahwa setiap langkahnya adalah dakwah, setiap desahnya adalah tarbiyah, bahkan atsar atau hasilnya bergulung waktu dan berkurun zaman, hingga bermuara pada seorang Rasul termulia , Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Setelah semua jerih payah dan pengorbanannya di atas jalan dakwah ia tak berhenti di situ, bahkan dengan visi dakwah yang jauh melampaui zamannya ia berdoa agar dibangkitkan seorang penerus dakwah baginya :

‎رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ  إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.Al Baqarah :129)

Dan doa itupun terkabulkan dengan diutusnya sang Nabi dan Rasul terakhir Muhammad shallallahu alaihi wasallam :

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Dialah yang mengutus kepada kaum ummiyyin ( yang tak pandai baca tulis) seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS . Al Jumu’ah :2)

Yakinnya seorang Ibrahim ‘alaihissalam akan kebenaran dan pertolongan Allah membuat ia rela berhadap-hadapan dengan Namrud sang penguasa pengusung kesyirikan, bahkan saat-saat lidah api telah menari-nari di hadapannya. Ibrahim yakin bahwa tidaklah Namrud dan bala tentaranya melainkan makhluk yang tidak berdaya di hadapan kekuasaan mutlak Sang Penguasa alam semesta Allah Subhanahu wata’ala.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha ilallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Kita pun perlu belajar kepada Ibrahim alaihissalam untuk mempersiapkan generasi pelanjut yang kuat. Generasi yang ditempa dengan berbagai kesulitan, generasi yang dibersamai dengan perjuangan, generasi yang tauhidnya menghunjam dalam dan semangat juangnya menjulang tinggi hingga rela mengorbankan nyawa demi perintah Ilahi.

Bukankah Ismail  –alaihissalam– sang anak harus  ditinggal di lembah tandus yang tak ada tetumbuhan? Dengan itu terasalah ketajaman jihadnya. Bukankah Ismail –alaihissalam– adalah tangan kanan sang bapak dalam proyek pembangunan Ka’bah yang monumental? Bukankah Ismail –alaihissalam– dengan tabahnya rela bahkan jika harus disembelih demi menjalankan titah Ilahi?

Bukankah Ishaq –alaihissalam–  sang anak menjadi muara kebaikan dengan lahirnya Ya’qub –alaihissalam-, Yusuf –alaihissalam– , Musa –alaihissalam– hingga Isa –alaihissalam-.

Sungguh kita belajar dari Ibrahim –alaihissalam–  bahwa untuk mengembalikan kehormatan umat yang beriman kita harus mendidik generasi pelanjut yang kuat, karena perjuangan dan pertarungan antara yang haq  dan bathil akan terus berlanjut sepanjang zaman.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha ilallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Kaum muslimin para mujahid, A’azzakumullah!…

Perjuangan Ibrahim –alaihissalam– dan keluarganya yang mulia mengajarkan kita makna hakiki kesabaran. Namun apakah kesabaran hanya berarti pasif menunggu?? TIDAK!!, Kesabaran itu adalah bergerak, bekerja, bahkan berlari dan terengah-engah. Tengoklah Hajar, untuk mendapatkan seteguk air, ia rela berlari ke sana kemari, ia bekerja, ia bergerak, ia berusaha, hingga Allah pun berikan air zam-zam yang sejuk bahkan hingga hari ini kitapun mencicipinya.

Maka kesabaran dalam perjuangan merebut dan mengembalikan kehormatan umat ini adalah berarti sabar dalam JIHAD dan PERJUANGAN.

‎وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar”. (QS.Ali Imran : 146)

Jihad adalah berarti siap bekerja maksimal.

Jihad berarti siap berkorban hingga nyawa sekalipun.

Jihad berarti siap bekerja untuk agama Allah dengan kualitas yang terbaik.

Jihad berarti meletakkan cita -cita hanya karena Allah.

Jihad berarti berjalan di bawah bayang – bayang Al-Qur’an.

Jihad berarti meniti jalan juang di atas sunnah yang terang.

Jihad berarti menapak tilasi jihad generasi terbaik.

Jihad berarti hidup dan mati hanya untuk Ilahi Rabbi.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha ilallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd

Kaum Muslimin rahimakumullah …

Khususnya kepada para ayahanda, teruslah berjuang untuk menjadi “Ibrahim” dalam keluarga anda, mintalah pertolongan Allah untuk menjadi nahkoda terbaik bagi bahtera keluarga.

Dan kepada anda para ibunda, sungguh manis teladan Ibunda Hajar –alaihassalam bagi anda, kesabarannya, keyakinannya, keimanannya, cinta kasihnya pada Ismail sang buah hati, membuat ia bertahan dalam keadaan yang paling sulit sekalipun. Setiap buah hati kita menanti “hadirnya” Hajar dalam diri anda, sebagaimana sang suami akan melabuhkan jiwa pada anda wahai sang istri, maka siapkan pelabuhan cinta dan dermaga iman buatnya.

Dan untukmu wahai para pemuda, sekali lagi: “Ismailkan dirimu”, patrikan iman dan jihad menyatu pada dirimu, cemerlangkan dunia dengan kemilau aqidah dan akhlakmu.

Lalu bagimu wahai pemudi dan remaja muslimah, engkaulah bintangnya, jangan redupkan dirimu dengan dosa dan pelanggaran, biarkan kemilaumu menyibak pada hijabmu yang terpasang rapi, pada tutur katamu yang penuh akhlak, pada ibadahmu yang tekun tiada berputus. Jangan biarkan musang berbulu ayam membinasakan iman dan kehormatanmu.

 

KHUTBAH KEDUA:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha ilallah wallahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.

Qurban adalah ibadah yang sangat mulia, bagi yang memiliki kemampuan jangan sampai luput melaksanakannya. Hewan yang dapat diqurbankan adalah domba yang genap berusia enam bulan, atau kambing yang genap berusia setahun dan sapi yang genap berusia dua tahun. Tidak cacat atau berpenyakit yang bisa berpengaruh pada dagingnya, jumlah maupun rasanya, misalnya: mata picak, atau kaki pincang dan penyakit pada kulit, kuku atau mulut.

Seekor domba atau kambing hanya mencukupi untuk qurban satu orang saja, sedangkan seekor sapi boleh berserikat untuk tujuh orang, kecuali berserikat pahala maka boleh pada semua jenis tanpa batas.

Sebaiknya pemilik qurban yang menyembelih sendiri hewan qurbannya, tetapi bisa diwakilkan kepada penjagal, dengan syarat seorang muslim yang menjaga shalatnya, dan mengetahui hukum-hukum menyembelih, juga upahnya tidak boleh dari salah satu bagian hewan qurban itu sendiri, seperti kulit atau dagingnya, meskipun penjagal atau pengulit bisa mendapat bagian dari hewan qurban sebagai sedekah atau hadiah.

Waktu penyembelihan hewan qurban, yaitu seusai pelaksanaan shalat Idul Adha hingga tiga hari tasyriq setelahnya.

Hewan qurban yang telah disembelih dapat dibagi menjadi tiga bagian, sepertiga buat pemiliknya, sepertiga buat hadiah dan sepertiga buat sedekah kepada fakir miskin.

Pahala dari hewan qurban bergantung kepada niat yang ikhlas orang yang berqurban, oleh karena itu mari menjaga keikhlasan ketika melakukan ibadah mulia ini.

Akhirnya di penghujung khutbah ini marilah kita berdoa seraya menengadahkan jiwa memohon kepada Yang Memiliki Segalanya.

‎الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

‎رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلاً لِّلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ

‎رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Ya Allah, Rabb Yang Maha Pengampun, ampuni dan maafkan segenap dosa kami, yang nampak maupun tersembunyi, jika Engkau tak maafkan kami, kepada siapa kami akan memohon maaf dan ampunan.

Wahai Rabb yang Maha Penyayang, sayangi kami dan seluruh hamba-Mu yang beriman, dimanapun mereka berada.

Ya Allah… Basuhlah air mata kesedihan hamba-hambaMu yang beriman ,yang terusir dari negerinya sendiri  dengan kasih-Mu yang tiada berbatas.

Tolong mereka dari segala kezaliman Ya Rabbana, kuatkan azam mereka, beri mereka gembira di hari ini dan seterusnya ya Rabbana.

Ya Allah karuniakan kami keimanan yang sejati, keamanan yang hakiki dan kesejahteraan yang Engkau berkati.

Ya Allah berkati keluarga dan anak- anak kami dengan keimanan keshalehan dan ketaqwaan, karuniakan mereka Al Quran yang berada dalam dadanya, menjadi cahaya menuntun langkah-langkahnya, satukan kami di dunia dalam ketaatan pada-Mu dan perjuangan dibatas Jalan-Mu, serta satukan kami di akhirat dalam Jannah-Mu yang kekal abadi.

Wahai Rabb Maha Kuat dan Perkasa, berkati negeri kami dengan pemimpin yang beriman pada-Mu, yang bertaqwa dan berakhlak mulia, serta penuh santun menyayangi kami kerena-Mu Ya Allah.

Ya Allah, wahai Rabb kami, jadikanlah agama-Mu memandu kehidupan hamba-hamba-Mu di negeri ini dan seluruh negeri kaum muslimin. Jadikanlah penduduk negeri ini bahagia dengan tegaknya agamaMu di atasnya.

Ya Allah ampuni dan sayangi orangtua kami yang tercinta, izinkan kami berbakti pada mereka saat bersama di dunia ataupun jika mereka telah tiada, ridhakan hati mereka buat kami, agar kamipun menuai keridhaan-Mu.

Ya Allah kuatkan azam kami agar terus bersama menegakkan agama-Mu dan menyebarkan risalah-Mu. Satukan jiwa kami dalam cinta pada-Mu dan padukan langkah kami dalam membela syariat-Mu.

Jadikan istri-istri kami laksana bidadari bagi kami di dunia ini dengan keshalehan dan kecantikan jiwanya, agar kami dapat membersamai mereka dalam ketaatan pada-Mu, jadikan kami suami yang terbaik bagi mereka dunia dan akhirat.

‎رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

‎وَصَلِّ اللّهُمَّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي آلِهِ وِ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

***

Berita sebelumyaPeduli Rohingya
Berita berikutnyaKEBENARAN MUTLAK HANYA DARI ALLAH TA’ALA – USTADZ DR. MUH. YUSRAN ANSHAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here