Kewajiban Pertama Seorang Da’i

Allah telah menciptakan manusia, dari tidak ada menjadi ada. Allah telah memberikan berbagai keperluan hidup manusia di dunia ini. Dia telah memberikan akal dan naluri. Dengan akal dan nalurinya, manusia dapat membedakan perkara yang bermanfaat baginya dan yang membahayakan.

Allah menjadikan manusia dapat mendengar, melihat, berbicara dan berusaha. Itu semua merupakan ujian, apakah manusia akan bersyukur kepada PenciptaNya, beribadah kepadaNya semata dan tunduk terhadap syariatNya, atukah mengingkari kenikmatan dan menentang agamaNya.

Allah berkalam :

“ Bukankah telah datang pada manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya(dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengardan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir” QS. Al Insan : 1-3

Seorang da’i sebagai penyeru harus mengetahui dengan benar kewajiban pertama yang harus di lakukan dan juga untuk didakwahkan kepada orang lain. Pengetahuan dan Ilmu yang benar tentang perintah pengesaan Allah merupakan hal pertama dan utama untuk dimiliki, karena semua urusan seluruh agama berpangkal dari  dua syahadat itu. Karena  seluruh nabi serta Rasul yang pernah diutus Allah, misi utama mereka adalah Tauhid.

Diantara Kewajiban  Seorang Hamba ialah mengucapkan Dua Syahadat:
Banyak dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang menunjukkan bahwa kewajiban pertama manusia adalah dua syahadat, yaitu syahadat Laa Ilaha illallah dan syahadat Muhammad Rasulullah. Beberapa dalil akan kewajiban pertama seorang hamba kepada RabbNya:

1.   Allah berkalam :

“ Dan Kami tidak mengutus rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya” Bahwasanya tidak ada Ilah( yang berhak) melainkan Aku, maka kamu sekalian hendaknya beribadah kepada-Ku”Al Anbiya :25.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di Rahimmahullah menjelaskan ayat ini dengan menyatakan :

“Seluruh rasul-sebelummu (Muhammad) dan kitab-kitab mereka, intisari dan pokok ajaran mereka adalah Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, serta penjelasan bahwa Allah adalah Ilah yang haq, yang berhaq di ibadahi, dan peribadahan kepada selainNya adalah batil.       

Kalimat Laa Ilaha illallah merupakan pokok risalah seluruh rasul. Oleh karena itu, masalah ini merupakan kewajiban pertama kali sebelum kewajiban lainnya.

Dalam Al qur’an, kata kerja pertama kali yang Allah sebutkan di dalamnya adalah tauhid: “Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan” (TQS. Al Fatihah : 5)

Demikian juga kata perintah pertama kali termaktub dalan Al Qur’an adalah tauhid:

Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa.” (TQS. Al Baqarah : 21)

Ketika Allah menerangkan sepuluh kewajiban manusia, kewajiban yang menempati tempat pertama adalah kewajiban beribadah hanya kepadaNya dan larangan syirik. Ini adalah makna kalimat Laa Ilaha illallah yaitu perkataan Allah :

Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, den tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyuikai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”  Qs. An Nisa : 36

Pada tempat lain, ketika Allah menyebutrkan sepuluh larangan, Dia memulai dengan larangan syirik, dan ini merupakan konsekuensi pernyataan Laa Ilaha illallah. Allah berkalam :

katakanlah :” Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Robbmu, yaitu:
(1)Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia,(2) berbuatbaiklah kepada kedua
orang ibu bapak, dan (3)janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan.
Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan (4)janganlah mendekati perbuatan
perbuatan yang keji, baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi, dan (5) janganlah
kamu membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah(membunuhnya) melainkan dengan suatu
(sebab) yang benar”.demikian itu yang diperintahkan oleh Robbmu kepadamu supaya kamu
memahami(nya). (6) Dan jangnlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih
bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. (7) Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan
adil. Kami tidak emikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupanya. (8)Dan
apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun ia adalah kerabat(mu),
(9)dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamuagar kamu ingat,
(10)dan bahwa ( yang Kmai perintahkan) ini adalah jalan-ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan
janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa”. (TQS. An Nisaa: 151-153)

2.      Sabda Nabi Shalallahu alaihi wasalam:
“ Aku diperintahkan untuk memerangi manusia samapaimereka bersyshadat(bersaksi)  Laa Ilaha illallah

dan Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukannya,mereka telah menjaga darah dan harta mereka dariku, kecuali denagn hak Islam, dan perhitungan mereka atas tanggungan Allah”. ( HR HR. Bukhari)

Hadits ini dengan tegas menunjukkan, bahwa kewajiban pertama hamba adalah bersyhadat. Imam Hanafi Rahimakulullah  berkata:” oleh karena itulah, yang benar ialah bahwa kewajiban pertama kali atas seorang mukallaf adalah syahadat  Laa Ilaha illallah, sehingga tauhid merupakan kewajiban pertama kali dan terakhir kali, sebagimana Nabi bersabda:

“ Barangsiapa akhir perkataannya Laa Ilaha illallah, niscaya dia masuk syurga” (HR Ahmad dan Hakim).

3.      Sabda Nabi Shalallahu alaihi wasalam:
“Islam dibangun diatas lima (tiang), (yaitu): Syahadat Laa Ilaha illallah dan Syahadat Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim).
4.      Sabda Nabi kepada Mu’adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman:
Sesungguhnya engkau akan mendatangai kaum ahli kitab, maka jika engkau telah mendatangi mereka, ajaklah mereka untuk bersyahadat Laa Ilaha illallah  dan Muhamad adalah utusan Allah. Jika mereka mentaatimu tentang hal itu, maka beritahukan  kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan lima kali shalat sehari semalam kepada mereka. Jika mereka telah mentaatimu tentang hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan shadaqah ( zakat) kepada mereka. Zakat itu diambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang –orang miskin. Jika mereka telah mentaatimu tentang hal itu, maka janganlah (engkau ambil) harta-harta mereka yang berharga( untuk zakat) dan jagalah dirimu dari do’a orang yang terzhalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Allah”. (HR Bukhari dan Muslim).

Al Hafidz ibnu Hajar Al Asqalani berkata: “ permulaan (dakwah) mesti dimulai dengan keduanya (dua kalimat syahadat), sebab merupakan prinsip Agama yang melandasi keabsahan amalan apapun. (Fatul Baari).

Demikianlah kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang penyeru dakwah  (dai). Kewajiban yang kadang dianggap kurang perlu mendapat perhatiaan. Kewajiban yang harus dilaksanakan untuk dirinya dan kemaslhatan umat. Kaum Islam yang saat ini tengah terpuruk, terlena dengan gemerlapnya dunia, perlu segera diperingatkan akan tujuan utama mereka diciptakan di dunia ini. Tauhid yang suci dan lurus adalah solusinya. Allahu A’[email protected] Ree (MDK al Firdaus)

Maraji’:

  • Manhaj Dakwah Rasulullah,
  • As Sunnah Ed.02/IX/1426/2005
Artikulli paraprakSIDIT VI (STUDI ILMIYAH DIENUL ISLAM TERPADU)
Artikulli tjetërIstiqamah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini