Shalat Lail atau Sahalat Tahajud merupakan ibadah yang utama. Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai shalat paling utama setelah shalat wajib.

Pasalnya shalat tahajud yang disebut pula dengan Qiyamullail merupakan shalat yang pertama kali diperintahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana di awal surat Al-Muzammil.

Namun setelah turun perintah Shalat lima waktu, berubah menjadi sunnah yang sangat ditekankan. Walaupun berubah menjadi sunnah, naum tidak pernah ditinggalkan sama sekali oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu ibadah ini tidak sepantasnya diabaikan oleh setiap Muslim. Karena  di samping merupakan shalat sunnah yang tidak pernah ditinggalkan Nabi, shalat Tahajud atau shalat malam juga memiliki banyak keutamaan. Tulisan ini akan menguraikan beberapa keutamaan shalat malam atau tahajud berdasarkan keterangan dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  1. Dipuji oleh Allah

Sahalat malam merupakan perbuatan terpuji. Orang-orang yang melakukan shalat malam atau shalat Tahajud dipuji oleh Allah . Apalagi jika kebiasaan shalat malam disertai dengan kebiasaan berinfak atau bersedekah dan menafkahkan harta di jalan kebaikan.

Allah berfirman tentang mereka;

 (تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ المَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ)

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan”. (QS. As-Sajadah: 16).

Dalam ayat ini Allah memuji orang-orang beriman yang diantara sifat mereka kurang tidur di waktu malam lantaran mengisi malam-malam mereka dengan shalat malam atau tahajud.

Dalam kitab Al-Mukhtashar fit Tafsir dikatakan, “ . . .  mereka bertahajud kepada Tuhan mereka dalam shalat malam, berdoa kepada tuhan mereka dengan perasaan takut terhadap siksa dan berharap pahala, dan mereka berkenan berinfak dari sebagian harta yang Allah berikan kepada mereka, dalam ketaatan kepadaNya dan dijalanNya”.

  1. Ciri Orang-orang Bertakwa

Kebiasan menjaga shalat malam atau shalat tahajud merupakan sifat dan ciri orang-orang bertakwa. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an;

(إِنَّ المُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ * آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ كَانُوا قَلِيلاً مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ)

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (Qs. Adz-Dzariat:15-18).

Dalam ayat di atas Allah menyebutkan ciri dan sifat-sifat orang bertakwa mendapatkan kemuliaan berupa taman-taman yang indah dan mata air surga. Diantara  sifat mereka sedikit tidur di waktu malam dan senantiasa beristighfar di waktu sahur.

Baca Juga: Keutamaan Shalat Dhuha 

Dalam kitab Tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa, “Yakni mereka lebih banyak menjalankan sholat daripada tidur. Ibnu ‘Abbas berkata: yakni jarang sekali mereka melewati malam dengan tidur, namun mereka mendirikan shalat sampai subuh tiba”.

  1. Mereka tidak sama dengan yang Lainnya

Dalam pandangan Allah orang yang selalu bangun malam untuk melakukan shalat tahajud tidak sama dengan yang melewati malamnya hanya dengan tidur atau perbuatan sia-sia. Allah juga menggolongkan mereka sebagai orang-orang berilmu yang sebenarnya.

(أَمْ مَّنْ هُوَ قَانِتٌ آَنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الآَخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ)

  1. Shalat Paling Utama Setelah Shalat Fardhu

Shalat Lail merupakan shalat paling utama setelah Shalat Fardhu. Sebagaimana dikabarkan oleh Nabi melalui haditsnya yang diriwayatkan Imam Muslim;

“أفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل”

Shalat paling afdhal setelah shalat Fardhu adalah shalat Lail (HR. Muslim)

Al-Hafidz Ibn Hajar menjelaskan bahwa shalat malam  menjadi shalat paling utama setelah shalat wajib karena tiga sebab. Pertama, karena shalat malam berpotensi lebih rahasia (tertutup) sehingga lebih dekat pada keikhlasan. Jika ingin memperkuat keikhlasan kepada Allah maka hendaknya menjaga shalat lail. Karena saat melakukan shalat Lail tidak ada orang lain yang melihat, bahkan kadang orang terdekat pun tidak mengetahui. Sehingga lebih berpotensi untuk makin ikhlas beribadah  kepada Allah. Kedua, karena shalat Lail mengandung kesulitan. Dimana pada malam hari seseorang bangun dari pembaringannya dan tempat tidurya yang empuk, selanjutnya ia berdiri di hadapan Rabbnya. Ketiga, Bacaan dalam shalat malam lebih kondusif untuk tadabbur  (merenungkan) ayat yang sedang dibaca, sehingga lebih khusyu.

  1. Sebab Masuk Surga

Shalat Lail merupakan salah satu sebab masuk surga. Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunannya sebuah hadits dari Abdullah bin Sallam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

 “أطعموا الطعام، وصِلُوا الأرحام، وصَلُّوا بالليل والناس نيام، تدخلوا الجنة بسلام” الله أكبر! “تدخلوا الجنة بسلام”

Beri makanlah, sambunglah silaturrahim, dan shalatlah di waktu malam saat manusia sedang tidur niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat”.

Maksudnya dengan selamat tanpa disiksa. Sehingga para ulama mengatakan shalat malam merupakan sebab masuk surga.

Dalam hadits lain dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang satu kamar yang indah di dalam surga. “Sesunggunya di surga ada satu kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam”. Malik Al-Asy’ari bertanya, ‘’untuk siapa kama tersebut wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Untuk yang memperbaiki perkataannya, memberi makan, dan melewati malam dengan shalat saat manusia tertdur lelap”.

  1. Kemuliaan Orang Beriman

Shalat malam atau shalat Tahajud merupakan kunci dan rahasia kemuliaan seorang Mukmin(orang beriman). Sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“واعلم أنَّ شرف المؤمن قيامه بالليل”

“. . . dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmn adalah shalatnya pada malam hari”.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegakan bahwa qiyamullail (shalat malam) merupakan sebab kemuliaan seorang mukmin. Karena ia mencerminkan kekuatan ikhlas seseorang serta bukti kuatnya keyakinan seseorang kepada Allah dan tanda kekuatan iman. Sehingga Allah mengangakat kedudukannya di sisi-Nya. Imam Hasan Al-Bahsri pernah ditanya ada apa  dengan orang-orang yang shalat tahajud di waktu malam? Mengapa wajah mereka bercahaya? Beliau menjawab, “Mereka berkhalwat dengan sang Maha Rahman, lalu Dia memberikan cahaya-Nya kepada mereka”.

Orang yang melakukan Shalat Lail merupakan orang terbaik. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“نِعم الرجل عبد الله لو كان يصلِّي من الليل

Sebaik-baik orang adalah Abdullah, jika dia shalat malam.

Yang dimaksud dengan Abdullah dalam hadits ini adalah Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma.

Ibn Hajar mengatakan, “orang yang bangun malam untuk shalat disifati dengan ni’mar Rajulu”.

  1. Sebab Mendapat Rahmat Allah

Shalat malam juga merupakan sebab memperoleh rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nabi menyampaikan dalam satu sabdanya,

“رحم الله رجلاً قام من الليل فأيقظ امرأته…”

Semoga Allah merahmati seseorang  yang bangun shalat malam lalu membangunkan istrinya”.

Aisyah mewasiatkan, “Jangan pernah tinggalkan qiyamullail karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan qiyamullail, jika beliau malas atau sakit atau letih beliaun shalat duduk”.

  1. Kedudukan Mulia dan Terpuji di Sisi Allah

Allah Ta’ala menjanjikan kemulian berupa kedudukan yang tinggi dan terpuji bagi mereka yang melakukan qiyamullail atau shalat Tahajud.  Allah Ta’ala berfirman;

 وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا ﴾ [الإسراء: 79

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat Tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu, semoga Allah mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al-Isra:79).

Maksunya dan pada sebagian malam, yaitu sepertiga malam terakhir, dirikanlah shalat tahajjud seusai tidur wahai Nabi, sebagai suatu kewajiban tambahan bagimu setelah shalat-shalat fardhu. Barangkali Allah akan membangkitkan dan mendirikanmu pada hari kiamat di maqam terpuji yang mana kamu dipuji-puji oleh seluruh manusia, yaitu maqam syafaat yang agung dalam menentukan suatu hukum (Tafsir al-Wajiz)

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah sama sekali meninggalkan shalat malam baik saat sedang tidak bepergian maupun saat safar (bepergian), jika tertidur atau sakit maka beliau menggantinya dengan shalat 12 raka’at pada siang hari.

  1. Termasuk Pintu Kebaikan

Shalat malam atau shalat Tahajud merupakan salah satu pintu kebaikan. Sebagaimana dikabarkan oleh Rasululkah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, ketika beliau berkata kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu.

“ألا أدلُّكَ عَلى أبْواب الخَيْرِ: الصَّوْمُ جُنَّةٌ، والصَّدَقَةُ تُكَفِّرُ الخَطِيئَةَ، وَقِيامُ العَبْدِ في جَوْفِ اللَّيْلِ” وتلا هذه الآية(تَتَجَافَى جُنُوبُهُم عَنِ المَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفا وَطَمَعا ومِمَّا رَزَقْناهُمْ يُنْفِقُونَ)

 “Maukah aku tunjukan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah menghapus kesalahan, dan shalatnya seorang hamba di tengah malam. Lalu beliau membaca firman Allah (Al-Isra:16); ““Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan”. (HR. Ibnu Majah).

Demikian beberapa keutamaan Shalat malam atau shalat tahujud. Semoga kita dimudahlan mengamalkannya. (Sym).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here