Kesolidan Organisasi, Syarat Utama Pertolongan Allah

  • Muskercab I DPC Maros, Pengukuhan Cabang WI Ke 39 dan 40

Maros, Setelah dikukuhkan 21 Februari lalu sebagai Cabang ke-37, Dewan Pimpinan Cabang Wahdah Islamiyah (DPC WI) Maros Sabtu 7 Maret 2010 gelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I di Aula Kantor Lama Departemen Agama Kab.Maros.

Dalam Sambutannya, Ketua DPC Maros, Ir.H.Muh.Yusran mengatakan bahwa Muskercab ini merupakan langkah strategis bagi organisasi ke mana arah dan tujuan program ke depannya.

“Perlu mujahadah  untuk mengusung program kerja, mudah-mudahan dapat berkhidmat untuk Islam dan kaum muslimin melalui realisasi proker. Dengan adanya muskercab ini, diharapkan program yang telah dijalankan saat masih berstatus daerah binaan dapat lebih baik, mantap dan akselerasi yang cepat,” tegas Ketua DPC yang juga Karyawan Semen Bosowa ini.

Musyawarah yang merupakan langkah awal dari organisasi ini dibuka dan dipandu oleh Sekjend DPP, Ust.Ir.Muh.Qasim Saguni.

Sekjend mengingatkan dalam arahannya, bahwa musyawarah itu adalah fitrah bagi manusia, perlu ditempatkan sebagai sesuatu yang sakral sehingga menjadi perhatian besar bagi anggota organisasi.  ketidakhadiran peserta musyawarah bukan hanya suatu bentuk pelanggaran dalam organisasi, tapi juga mengingkari fitrah.

Tentang pentingnya musyawarah ini, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menurunkan satu Surah khusus tentang ini, dengan nama Surah Assyura. Secara Eksplisit dalam ayat 38 dikemukakan di antara ciri-ciri orang beriman, adalah urusan di antara mereka diselesaikan dengan Musyawarah.

Beberapa ulama memberi komentar  tentang ayat ini, di antaranya Imam Hasan Al Bashri mengatakan, tidaklah suatu kaum melakukan musyawarah  maka Allah akan beri petunjuk bagaimana menyelesaikan suatu masalah. Sedangkan Ibnu Arabi menguraikan fungsi Musyawarah ada tiga, yakni:pertama, bisa melembutkan dan menguatkan kesatuan  jamaah. Kedua, banyak musyawarah dapat mengenal karakter sehingga bisa lebih saling memahami , yang dengannya bisa menjadikan solid organisasi, pada akhirnya kesolidan organisasi bisa menjadi syarat utama pertolongan Allah.

Fungsi ketiga adalah dapat menjernihkan  dan membersihkan akal yang dapat mengantarkan lurusnya kebijakan yang ditetapkan. Tidak akan menyesal suatu kaum yang bermusyawarah melainkan Allah beri petunjuk.

Lanjut Ustadz,jenis-jenis  musyawarah dalam organisasi sudah tertuang dalam AD ART untuk dijadikan panduan  dalam jamaah.

Suatu organisasi perlu dinamis sehingga dapat membuahkan hasil .“ Perlu ditekankan di sini, bahwa suatu DPC dikatakan dinamis dilihat dari tiga kriteria ,yakni tarbiyah berjalan di berbagai marhalah, rapat-rapat dikerjakan dan program kerja terlaksana,” papar Sekjend

Pertolongan Allah akan datang dengan syarat berjuang dengan solid, shaf yang rapi seperti dalam Al Quran surah Ash Shaff ayat 4, Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berjuang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Dalam ayat di atas, Ustadz mengutarakan bahwa Jamaah kokoh dimisalkan dengan bangunan,makanya organisasi kuat diperlukan beberapa hal, pertama, material penyusun yang kuat, dalam artian personilnya yang berkualitas. Kedua, Sinergi antara personil. Ketiga, tahan lama, kokoh terhadap segala kondisi yang ada, baik tantangan internal maupun eksternal.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz juga menambahkan tentang sifat kepemimpinan dalam surah ali imran ayat 159, “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Dalam praktek keseharian dalam organisasi terutama bagi para pemimpin perlu lembut dalam komunikasi. Komunikasi yang bermasalah akan mengakibatkan shaf akan renggang, yang dikhawatirkan akan jauh dari dakwah.

Pelajaran yang lain bisa diambil dari ayat di atas adalah menjadi pemaaaf, dalam alquran, lanjut  Ustadz, tidak adat ayat yang perintah minta maaf, tapi diperintahkan menjadi pemaaf, ini yang lebih utama dan memohon ampunkan orang lain. Setelah itu, selalu musyawarah dengan berbagai urusan, kebesaran jiwa untuk menerima dan menjalankan  hasil musyawarah. Sifat berikutnya adalah  tawakkal dalam menjalankan sesuatu kepada Allah.

Di akhir sambutannya, sekjend berharap agar program-program yang dihasilkan, semoga bisa memberi manfaat yang banyak bagi ummat Islam di Maros.

DPD dan Pengukuhan Cabang Ke 39, 40 Wahdah Islamiyah
Setelah dipandu oleh Sekjend jalannya muskercab, selanjutnya kegiatan Musyawarah didampingi langsung oleh Ketua Departemen Pengembangan Daerah (DPD) Ust.Iskandar Kato sampai selesainya musyawarah. Menurut Ketua DPD, DPC Maros merupakan DPC yang dinilai perlu mendapat penguatan lebih dari DPP seperti halnya DPC Makassar dan DPC Gowa, mengingat DPC ini merupakan cabang  penyokong terdekat DPP. Sebelumnya, Ketua DPD mengukuhkan dua cabang terakhir WI di Sulawesi Tengah, yakni DPC Ke-39 Poso dan DPC Ke-40 Parigi.

 

Artikulli paraprakTabligh Akbar DPC Gowa
Artikulli tjetërMuhammadiyah Haramkan Rokok

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini