Kesalahan Dalam Usia Muda (II)
(Al Balagh Ed.67/Th.II/1427 H)

Pada edisi 66 yang lalu Buletin al-Balagh mengangkat masalah yang banyak mendera para pemuda. Kelompok usia yang menjadi tumpuan harapan. 

Masalah tersebut jika dibiarkan akan berlanjut  menjadi kebiasaan dimasa  tua. Pada edisi kali ini redaksi kembali akan melanjutkan pemaparan masalah tersebut, agar para pemuda bisa menghindarinya, atau mencari ‘ilaj (obat) bagi mereka yang mengalaminya. Selamat menyimak:

6. Kebiasaan Masturbasi (Onani)       
Biasanya para pemuda yang melakukan ini karena khawatir terjerumus ke dalam dosa zina, maka dengan itu ia berharap agar dapat meredam gejolak syahwatnya. Namun kenyataannya tidak sesuai yang di harapkan, malahan justru menambah besar dorongan hawa nafsunya. Ia bukanlah obat penyembuh, dan bukanlah cara penyaluran yang sesuai syariat.

Obat yang dianjurkan adalah menikah, menjaga pandangan, puasa, menyibukkan diri dengan kegiatan positif, mencari teman yang baik, menjauhi tempat-tempat yang banyak fitnah, tidak menonton acara-acara yang merusak dll.                                       

7. Suka Meniru Trend Orang Kafir (Tasyabbuh)                       
Masalah ini cukup serius dan membahayakan, muncul akibat perasaan kurang dan rendah kemauan yang membawanya berputar dalam lingkaran keburukan. Tidak mau menghiasi diri dengan tingginya akhlak yang diajarkan oleh agamanya sendiri. Mereka lupakan sabda Nabi Sallallahu ‘alahi Wasallam , “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongnya.“(HR Ahmad dan Abu Dawud dishahihkan oleh Al-Albani)   

8. Hobi Mengumbar Lisan               
Bentuknya berupa mengejek dan mengolok-olok orang, menggunjing dan adu domba, dusta, mencela dan melaknat serta mengucapkan perkataan-perkataan buruk dan jorok. Allah Ta’ala berfirman :   “ Wahai orang-oarng yang beriman jauhilah dari banyak berprangsangka sesunggunya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu  menacari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu menggunjing sebagian yang lain, Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging sudaranya yng sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah penerima tobat dan penyayang. (Qs al- Hujarat : 12)   

9. Durhaka Kepada Kedua    Orang Tua               
Allah Ta’ala telah mengingatkan kita semua dengan firman-Nya :”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya” (QS.Luqman :14)             

Dan sabda Nabi Sallallauhu ‘alahi Wa Sallam, “Terlaknatlah siapa saja yang mendurhakai kedua orang tuanya.” (HR. Ath-Thabrani dishahihkan oleh Al-Albani)

10. Mendengarkan Nyanyian dan Musik       
Para pemuda dan juga kebanyakan manusia amat perhatian dengan musik dan nyanyian-nyanyian, hingga rumahnya penuh dengan koleksi lagu-lagu yang boleh dibilang sebagian besarnya berbicara tentang cinta, syahwat dan segala yang memancing tindakan buruk. Nabi telah mensinyalir melalui sabdanya, “Sungguh akan datang suatu zaman pada umatku ini dimana saat itu orang-orang menganggap halal perzina-an, sutra, khamer dan musik.”(HR. Al-Bukhari)

11. Bangga   dengan Perbuatan Dosa
Amat banyak anak muda yang merasa bangga apabila dapat mencelakai sesamanya, memukul atau menghajar hingga terluka, kuat minum sekian botol, tidak puasa Ramadhan dan lain sebagainya. Andaikan ia tidak terang-terangan dan merasa bangga dengan dosanya, maka besar kemungkinan Allah akan mengampuninya, karena dalam Hadits Muttafaq ‘Alaih, Nabi Sallallahu ‘alahi Wasallam telah bersabda, “bahwa seluruh umatnya akan diampuni kecuali al-mujahirun (orang yang terang-terangan dalam berbuat dosa)”.

12. Tidak mensyukuri nikmat Allah Ta’ala dan menyia-nyiakannya.
Sangat banyak nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita. Terkhusus kapada para pemuda,nikmat Allah sangat melimpah yang tidak diberikan kepada jenjang usia kanak-kanak dan orang tua. Semangat yang menyala-nyala, idealisme yang melangit, kekuatan yang prima adalah di antara nikamat itu. Semua ini kalau diarahkan untuk kemajuan Islam,maka sungguh banyak sekali pekerjaan yang berkaitan dengan kemaslahatan kaum muslim yang bisa diselesaikan. Tapi lihatlah para pemuda di sekitar kita. Kebanyakan mereka menghabiskan waktu mereka di tempat maksiat atau di arena kesia-siaan. Semua ini adalah bentuk penyia-nyiaan nikmat masa muda yang seharusnya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.

13. Suka mengikuti program obrolan dengan lawan jenis via telepon.
Para pelaku ghazwul fikr memang  merancang program ini untuk merusak generasi muda muslim. Ini adalah salah satu bentuk pemborosan waktu yang bisa mengarah keperbuatan dosa. Betapa tidak,yang membuat para pemuda betah duduk berlama-lama dan berhaha-hihi adalah suara wanita yang membangkitkan angan-angan, mendayu-dayu dan menggelorakan syahwat. Bagi mereka yang sudah terjerembab dalam ‘getah’ itu , maka berusahalah lepas sekuat mungkin dengan bergaul dengan orang-orang shalih, sambil terus berdo’a kepada Allah.                   
Sumber : Kutaib “Min Akhtha’ Asy Syabab” Qism Al Ilmi Darul Wathan Riyadh. (Dengan tambahan dan perubahan seperlunya)
(Diterbitkan oleh : Media Al Balagh WI Cabang Makassar)
 

Artikulli paraprakKesalahan Dalam Berdo’a
Artikulli tjetërTim Ruqyah Wahdah On Air di Fajar FM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini