: قـــال العلامـة بـن عثيمين رحمـہ اللـہ تعالـﮯ

إن التسبيحة الواحدة في صحيفة الإنسان خيرٌ من الدنيا وما فيها ؛ لأن الدنيا وما فيها تذهب وتزول ، والتسبيح والعمل الصالح يبقىٰ 

 رياض الصالحين ٤٧٨/٣

Berkata al-Syaikh Muhammad Bin Sholih al-‘Utsaimin -semoga Allah merahmati beliau-: “Sungguh 1 kali bertasbih itu lebih baik daripada dunia dan seisinya di catatan amalan seseorang, karena dunia dan segala keindahannya akan pergi dan hilang, sementara tasbih dan amal shaleh itu kekal “. (Riyadhus Shalihin: 3/478)

Kesempatan untuk beramal itu luas Allah berikan, kesempatan untuk menambah bekal akhirat masih Allah izinkan, apalagi yang menghalangi diri untuk beribadah? Sekecil apapun amalan itu akan lebih baik daripada dunia dan seisinya, jangan pernah khawatir terhadap dunia karena Allah telah menjaminnya, khawatirlah dengan akhirat karena belum ada jaminan selamat di sana.

Allah Ta’ala berfirman:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

“Barangsiapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (QS. al-Zalzalah: 7-8)

Dzarrah ditafsirkan oleh para ulama kita dengan 3 tafsiran, sebagai berikut:

Pertama, semut kecil (semut yang baru lahir). Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan :

يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَال

“Orang-orang yang sombong akan dihimpunkan pada hari kiamat seperti dalam bentuk semut-semut kecil dengan rupa manusia.” (HR Tirmidzi no. 2492)

Kedua, apabila seseorang meletakkan debu di tangannya, kemudian dihempaskan maka sisa-sisa butiran-butiran debu yang ada di tangannya itulah yang disebut dzarrah.

Ketiga, partikel-partikel kecil yang terlihat di sela-sela cahaya matahari ada debu-debu yang berterbangan, dan tidak bisa dilihat kecuali ada cahaya matahari. Itulah yang disebut dengan dzarrah. (lihat Fathul Baari 1/104)

Intinya, dzarrah adalah benda yang sangat kecil yang secara dzhahirnya tidak mempunyai berat apabila ditimbang, atau bahkan tidak berasa ketika dipegang, atau bisa dibilang tidak punya nilai di mata pandangan manusia.

Namun, dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwasanya kebaikan sekecil apapun bahkan sampai-sampai tidak terasa beratnya dan dipandang remeh tetap akan dibalas oleh Allah. Maka teruslah berbuat baik, teruslah beramal shaleh, lakukan semuanya karena Allah, tak akan ada yang sia-sia di hadapan Allah Ta’ala.

Banyak amalan yang mudah untuk dilakukan, dzikir-dzikir yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangatlah banyak dan banyak yang ringkas lafadznya tapi berat timbangannya di sisi Allah Ta’ala. Intinya, kebaikan apapun walau itu kecil hendaknya dikerjakan jika Allah beri kesempatan dan jangan diremehkan.

Rasulullah bersabda :

لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْق

“Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri.” (HR. Muslim no. 6637)

Semoga ini mengingatkan kita dan tidak memandang remeh amalan perbuatan, baik itu perbuatan baik atau perbuatan buruk. Karena semuanya akan ada balasannya.

Semoga bermanfaat….

 

Rujukan:

Riyadhus Shalihin, Fathul baari, Shahih Muslim, Sunan al-Tirmidzi

__________

Oleh: Ust. Khalid Walid, Lc

Artikulli paraprakTingkatkan Kualitas Dakwah dan Wawasan Keilmuan, Dai Wahdah Islamiyah Ikuti Standarisasi Dai MUI
Artikulli tjetërIni Amalan Ringan, Namun Berat di Timbangan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini