Kepadamu Wahai Kafir, Inilah Kelembutan Allah Untukmu, Mendekatlah

Date:

Tadabbur Ayat Pilihan 26 || Surah al-Anfal: 38
Kepadamu Wahai Kafir, Inilah Kelembutan Allah Untukmu, Mendekatlah

Allah azza wajalla berfirman:

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ الأوَّلِينَ (٣٨)

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu “. (QS. Al-Anfal: 38)

Faidah:

1. Luasnya ampunan Allah kepada makhluk-makhluk-Nya. Allah tidak hanya menghapuskan kesalahan orang-orang yang beriman jika mereka bertabat, tapi juga menghapuskan kesalahan-kesalahan orang-orang kafir yang pada awalnya memusuhi bahkan memerangi agama Allah jika mereka bertaubat.

Ibnu al-Arabi rahimahullah berkata:

قَالَ عُلَمَاؤُنَا : هَذِهِ لَطِيفَةٌ مِنْ اللَّهِ سُبْحَانَهُ مَنَّ بِهَا عَلَى الْخَلِيقَةِ ؛ وَذَلِكَ أَنَّ الْكُفَّارَ يَقْتَحِمُونَ الْكُفْرَ وَالْجَرَائِمَ ، وَيَرْتَكِبُونَ الْمَعَاصِيَ ، وَيَرْتَكِبُونَ الْمَآثِمَ ، فَلَوْ كَانَ ذَلِكَ يُوجِبُ مُؤَاخَذَتَهُمْ لَمَا اسْتَدْرَكُوا أَبَدًا تَوْبَةً ، وَلَا نَالَتْهُمْ مَغْفِرَةٌ ؛ فَيَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَبُولَ التَّوْبَةِ عِنْدَ الْإِنَابَةِ ، وَبَذَلَ الْمَغْفِرَةَ بِالْإِسْلَامِ ، وَهَدَمَ جَمِيعَ مَا تَقَدَّمَ ؛ لِيَكُونَ ذَلِكَ أَقْرَبَ إلَى دُخُولِهِمْ فِي الدِّينِ.

Para ulama kami berkata: Ini merupakan kelembutan Allah subhaanahu wata’ala kepada seluruh hamba-Nya. Hal itu terlihat pada orang-orang kafir yang telah tercebur dalam lumpur kekufuran dan berbagai kejahatan, melakukan berbagai maksiat dan dosa-dosa. Jika seandainya hal itu telah melazimkan mereka untuk mendapatkan siksa, niscaya mereka tidak akan mendapatkan kesempatan taubat selama-lamanya, tidak pula mendapatkan ampunan.

Karena sifat-Nya yang Maha Lembut itu, Allah mudahkan untuk mereka penerimaan taubat ketika mereka kembali kepada-Nya (bertaubat), menganugrahi mereka ampunan ketika mereka masuk dalam agama islam, dan menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka yang telah lalu. Hal itu agar mereka semakin lebih dekat dapat masuk pada agama yang lembut ini. (Ahkam al-Qur’an: 4/118)

2. Syaikh Dr. Abdurrahman asy-Syahri hafizhahullah berkata: “Allah mempersyaratkan taubat orang-orang kafir hanya dengan satu syarat, yaitu berhenti dari kekuran. Berbeda halnya dengan orang-orang munafik yang mengaku islam dan menyembunyikan kekufurannya, maka bagi mereka Allah mempersyaratkan empat perkara agar taubat mereka diterima, yaitu bertaubat, mengadakan perbaikan, berpegang teguh pada agama Allah dan tulus ikhlas menunaikan tuntunan agama hanya keran Allah.” (Liyaddabbaru ayatihi: 237)

3. Kemulian dan keutamaan beragama islam, bahwasanya dengan masuknya seseorang ke dalam agama islam, maka seluruh kesalahan-kesalahannya yang telah lalu terhapuskan karenanya dan Allah tidak menghiraukannya lagi karena keislaman dan taubat tulus yang dilakukannya.

Syaikh Abdurrhamn Ibu Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata:

هذا من لطفه تعالى بعباده لا يمنعه كفر العباد ولا استمرارهم في العناد، من أن يدعوهم إلى طريق الرشاد والهدى، وينهاهم عما يهلكهم من أسباب الغي والردى، فقال: { قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا } عن كفرهم وذلك بالإسلام للّه وحده لا شريك له.

Ini merupakan bentuk kelembutan Allah kepada hamba-hamba-Nya, dimana kekufuran dan perbuatan mereka yang terus menerus dalam kedurhakaan tidak menghalangi-Nya untuk mengajak mereka kepada petunjuk dan melarang mereka dari perkara yang dapat membinasakan mereka karena sebab kesalahan. Maka Dia berfirman, “Katakanlah kepada orang-orang kafir, jika mereka berhenti dari kekafirannya,” hal itu cukup dengan keislaman yang menyerahkan diri kepada Allah semata dan tidak mempersekutukannya.” (Tafsir as-Sa’di: 365)

4. Ancaman bagi orang-orang yang tetap memsuhi islam dan kaum muslimin, jika mereka tetap dalam penentangan dan kedurhakaan itu, niscaya azab yang telah menimpa kaum-kaum sebelumnya akan ditimpakan kepada mereka.

5. Firman Allah: “Dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu.” Seakan Allah menantang mereka yang selalu memusuhi islam dan kaum muslimin untuk melihat dan memperhatikan berbagai kaum yang telah binasa karena kedurhakaan mereka kepada Allah yang telah muncul satu persatu dimuka bumi.

Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Suarakan Bela Palestina, Ketua STIBA Orasi Menggunakan Tiga Bahasa

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Wahdah Islamiyah sukses menggelar aksi bela...

Bela Palestina, Wahdah Islamiyah Se Indonesia Serukan Hentikan Genosida Di Palestina

MAKASSAR, wahdah.or.id – Ormas Islam Wahdah Islamiyah menggelar aksi...

Peduli Terhadap Gaza dan Palestina, Bukti Sejati Persaudaraan Seorang Muslim

Khutbah Pertama: إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله...

Konferensi Pers Wahdah Islamiyah: Dunia Tidak Boleh Diam Menyaksikan Kekejaman Zionis Israel

JAKARTA, Wahdah.or.id - Ormas Islam Wahdah Islamiyah akan mengadakan...