MAMUJU, wahdah.or.id – Sebagai rangkaian dari kegiatan kunjungan dan sosialisasi Dewan Syariah Wahdah Islamiyah di Sulawesi Barat, digelar kegiatan Konsultasi Akbar di Lantai IV Aula Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Ahad (7/04/2019).

Dari pantauan, sejak jam 08.00 pagi, berbondong-berbondong kaum muslimin dan muslimat memadati kantor gubernur. Berdasarkan laporan Panitia Pelaksana, kegiatan ini dihadiri hampir 1.000 orang dari berbagai kalangan dan usia.

Pengurus Dewan Syariah Wahdah Islamiyah membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengajukan pertanyaan baik yang berhubungan dengan perkara aqidah, muamalah, ibadah, atau permasalahan-pemasalahan lainnya. Adapun jumlah pengurus dari Dewan Syariah Wahdah Islamiyah yang sempat hadir yaitu sebanyak 9 orang yaitu Ustadz Dr. H. Ahmad Hanafi, Lc., MA, Ustadz H. Harman Tajang, Lc., M.HI, Ustadz H. Ayyub Subandi, Lc, Ustadz H. Fadhlan Akbar, Lc., M.HI, Ustadz Ronny Mahmuddin, Lc., MA., M.Pd.I., Ustadz Muhammad Nirwan Idris, Lc., M.HI., Ustadz H. Sirajuddin Qasim, Lc, Ustadz Syandri Sya’ban, Lc., M.Ag, Ustadz Asri Muh. Shaleh, Lc., MA.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pendaki) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, H. Ahmad Barambangi, S.Ag., MA yang hadir dalam acara pembukan kegiatan ini menasehatkan tentang pentingnya menjaga persatuan ummat.

“Secara internal, semua muslim bersaudara, NU, Muhammadiyah, Wahdah adalah organisasi yang secara internal adalah satu, adapun secara external kita lakum diinukum wa liya diin”

Sebagai perwakilan Kemenag Sulawesi Barat, H. Ahmad merasa bersyukur dengan kehadiran Ormas Wahdah Islamiyah, karena telah mampu memberikan inspirasi dan mengilhami kualitas keimanan ummat.

Kabid Pendaki Kemenag Sulbar ini berpesan kepada segenap pengurus Wahdah Islamiyah bahwa organisasi hebat itu bukan karena memiliki banyak yang tidak dimiliki organisasi lain akan tetapi karena memiliki karakter. Oleh karena itu, Wahdah jangan pernah ragu menunjukkan eksistensinya.

“Mari tingkatkan kerjasama dan sinergitas dengan pemerintah, membangun komunikasi sosial kepada masyarakat. Kita tidak boleh menutup diri, harus membuka diri sehingga apa yang disampaikan dapat diterima baik oleh masyarakat,” pungkasnya.[]

(Humas WI_Mamuju: Abu Muadz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here