Kapal Relawan Wahdah Bocor Dihantam Ombak Besar

(Laporan :Tajuddin Dg.Tarru, TPM Wahdah Islamiyah Melaporkan dari Padang)

perjalanan pulang para relawan dari Mentawai ke Padang Jumat (12/11) lalu mengalami  kendala yang tidak ringan, Kapal KRI Teluk Hading di tengah perjalanan diterjang ombak besar yang mengakibatkan kapal mengalami kebocoran, sehingga air masuk ke kapal setinggi pinggang, kapal yang sudah berumur 30 tahun ini sedikit miring.

Tentang kebocoran kapal dan masuknya air di bagian bawah nanti kami ketahui dari kapten kapal, setelah berlabuh di Padang. Kapten kapal baru menyampaikan untuk mencegah kepanikan penumpang. Alhamdulillah, tempat mulainya kebocoran tidak terlalu jauh dari tempat berlabuh, sehingga tidak berdampak besar terhadap kapal.

Sebelumnya, selama tiga hari, Selasa-Kamis (9-11/11) Tim Relawan mengunjungi Pulau Pasapuat.Di sini kami melakukan pengobatan dan bantuan lainnya di tiga titik yakni dusun pututukat kampung Paspuat besar, Masjid Mujahidin Pasapuat Kecil dan dusun Bulau Bongei Kec.Pagai  Utara. Ada sekitar 150 Warga yang diobati oleh Tenaga Medis Dr.Nurjalaluddin, termasuk juga warga Non Muslim. Warga di Pasapuat ini berjumlah 574 jiwa, 492 Muslim dan 82 Non Muslim. Kerusakan akibat tsunami di kampung ini sekitar 50 % rumah hancur. Untuk sementara, kami melihat sudah ada pendataaan warga yang akan dibangunkan rumah yang diprioritaskan bagi para janda.

Selain memberikan bantuan kesehatan, tim juga mengedarkan bantuan logistik yang dibawa dari Makassar dan Padang. Tim juga bersama relawan lainnya membantu bangun WC sementara dan memasang perjernihan air serta  sempat memberikan kursus kilat penggunaan mesin kayu.

Bantuan non fisik juga diberikan tim, yakni gelar pengajian setiap selesai Shalat Magrib dan Shubuh. Selama tim berada di sana, Ustadz Qasim Atha dipercayakan warga untuk memimpin Shalat berjamaah. Bahkan salah seorang tokoh setempat, merasakan seperti suasana shalat di Saudi, setelah mendengar lantunan suara Ustadz Qasim Atha  menjadi imam.

Setelah kembali ke Posko Utama di Sikakap, tim melapor kembali ke Satkorlak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mentawai  untuk menyampaikan aktivitas tim selama di Pasapuat. Tim meninggalkan Padang Ahad  (14/11) Sore menuju Jakarta untuk selanjutnya kembali ke Makassar (*).
 

Artikulli paraprakHadirilah Shalat Idul Adha Keluarga Besar Wahdah Islamiyah Rabu, 17 November Pukul 06.30 Wita di
Artikulli tjetërWahdah Kurban 904 Kambing 16 Sapi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini