Kader dan binaan Wahdah Islamiyah (WI) Jakarta mendapat karunia yang berharga. Mereka memperoleh sanad kitab Nawaqidhul Islam yang besambung kepada penulisnya, syekh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Sanad itu mereka peroleh setelah mengkaji kitab tersebut pada daurah sehari bersama Syekh Abdul Aziz an-Nadawi hafidzahullah di Depok (18/7/1435). Syekh Abdul Aziz adalah salah seorang murid Syekh Abdul Aziz bin Baz yang memiliki sanad atas kitab-kitab karya sang pembaharu Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah.

syekh an-nadawi-ust jayadi
Kitab Nawaqidhul Islam merupakan salah satu karya Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah. Kitab tersebut berisi sepuluh poin pembatal keislaman yang harus dihindari oleh setiap Muslim. Kesepuluh pembatal tersebut adalah (1) Syirik (Menyekutukan Allah), (2) Menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah Ta’ala, berdo’a dan memohon syafaat serta bertawakkal (berserah diri) kepada perantara tersebut, (3) Tidak menganggap kafir orang- orang musyrik, atau ragu atas kekafiran mereka, atau membenarkan ajaran mereka, (4) Berkeyakinan bahwa tuntunan selain tuntunan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam lebih sempurna, atau berkeyakinan bahwa hukum selain dari beliau lebih baik, (5) Membenci sesuatu yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam , meskipun ia sendiri mengamalkannya. (6) Memperolok–olok sesuatu dari ajaran Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam, atau memperolok – olok pahala maupun siksaan yang telah menjadi ketetapan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, (7) Sihir, di antaranya ash-Sharfu wal ‘atfhfu (pellet dan guna-guna), (8) Membantu dan menolong orang – orang musyrik untuk memusuhi dan memerangi kaum muslimin, (9) Berkeyakinan bahwa sebagian manusia diperbolehkan tidak mengikuti syari’at Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam, dan (10) Berpaling dari Agama Allah Subhanahu wa Ta’ala; dengan tanpa mempelajari dan tidak melaksanakan ajarannya.

syekh an-nadawi
Dalam daurah tersebut, selain menyampaikan syarah (penjelasan) kitab Nawaqidhul Islam, syekh an-Nadawi juga membahas beberapa pelajaran dari kisah nabi Ibrahim di dalam al-Qur’anul karim. Dengan harapan sebagai Muslim dan da’I kita dapat meneladani beliau ‘alaihis salam. Khususnya dalam da’wah. (sym)

Artikulli paraprakKegiatan Donor Darah DPD Wahdah Islamiyah Pinrang Berjalan Sukses
Artikulli tjetërDR. Daud Rasyid: Kepemimpinan Bagian Dari Aqidah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini