Jihad Muslimah di Bumi Palestina

Islami ya Qudsu inna  lil fida’
Sejahteralah engkau wahai Quds, sungguh untuk pengorbanan

Zi yadii in maaddatid-dunya yada
Kami mempunyai kekuatan, jika dunia mengerahkan kekuatan
Abadan lan tastakiini abada
Selamanya, kami tak kan menyerah selamanya
Innai arju ma’a yaumi ghada
Aku berharap bersama hari ini ada hari esok
Huwa ma’ie qalbi wa’azmi lil-jihad
Bersatu hatiku dan tekadku untuk berjihad
La amiilu la amallu la aliin
Aku tak’kan melenceng, tak’kan jemu, tak’kan melunak
Laki Ya….Qudsu Salaama Wa Salaaman Ya Bilaadi
Untukmu, wahai Quds kesejahteraan, wahai negeriku
In rama…baghyus-shiaama
Jika penjahat menembakkan anak peluru
Attaqiiha bifuaadii
Aku menjaganya dengan hatiku, (aku akan menahannya dengan dadaku)
            (Petikan Nasyid Islami Ya Quds/Sejahteralah Quds)

Petikan nasyid yang berjudul Islami Ya Quds atau dalam terjemahan Indonesianya ialah Sejahteralah Quds sebuah nasyid yang menggelorakan para pejuang, para mujahid-mujahidah di Palestina untuk melawan  kezaliman zionisme dan sekutunya. Meskipun hanya dengan menggunakan lemparan batu, semangat jihad untuk mempertahankan agama, aqidah, eksistensi muslim, dan eksistensi wilayah tetap berkobar sepanjang masa.

Sejak bergolaknya perang kemerdekaan Israel terhadap Palestina pada tahun 1948 hingga sekarang, puluhan juta ribu muslim yang menjadi korban, puluhan juta rumah dihancurkan dan puluhan juta kubik lahan tanah dirampas dan dijadikan sebagai daerah kawasan Israel. Data yang dikeluarkan Pusat Informasi Nasional Palestina yang ada dilembaga umum ini menyebutkan bahwa terhitung sejak 29 September 2000 hingga 31 Juli 2004 atau selama  46 bulan umur Intifadha al-Aqsha, pasukan penjajah zionis Israel telah membantai 3474 orang Palestina diantaranya sebanyak 643 syahid dibawah usia 18 tahun, sedang jumlah wanita yang syahidah mencapai 239 orang. Dari jumlah total syuhada, 270 gugur dalam operasi pembunuhan dan 136 bukan target serangan. Kekejaman Israel tidak hanya menyerang militer Palestina tetapi juga rakyat sipil, anak-anak, manusia lanjut usia, wanita, pekerja media, tim medis, mahasiswa dan pelajar.

Konflik Palestina dan Israel telah berlangsung lama, tercatat dalam sejarah ada sembilan kali peperangan besar yang pernah terjadi sejak tahun 1948 – Perang Kemerdekaan Israel-, 1956 – Perang Kanal Suez-, 1967 –Perang 6 hari-, 1973 – Perang Yomm Kippur-, 1982 – Perang Libanon-, 1987 –Perang Intifadah-, 1991 –Perang Teluk (Iraq)-,  2000 – Perang Intifadah Al-Aqsha-,  2006 –Penyerbuan ke Libanon-. Tentunya konflik ini menimbulkan pengorbanan dan perjuangan yang luar biasa tidak hanya  nyawa tetapi juga materi, penderitaan fisik dan penderitaan batin.

Implikasi penderitaan konflik Palestina menimbulkan solidaritas masyarakat internasional dalam memberikan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Bantuan ini berasal tidak hanya dari negara-negara yang mayoritas Islam tetapi juga negara-negara non muslim dan sekuler seperti Amerika Serikat sendiri dan juga Eropa. Tercatatlah lembaga-lembaga itu seperti Uni Eropa,  Badan Bantuan Internasional bagi Rakyat Palestina (UNRWA), kemudian di Indonesia kita mengenal beberapa lembaga dakwah dan kemanusiaan yang peduli dengan masalah Palestina seperti Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Yayasan Portal Infaq (PORTAL), Aksi Cepat Tanggap (ACT),  Dompet Dhuafa Republika (DDR),  Lembaga Kemanusiaan Nasional Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU),  Pusat Informasi Palestina (COMES), Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Rumah Zakat, Yayasan Dompet Sosial Nurul Fallah (YDSF), Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Forum Zakat (FOZ), BAZNAS, Darut Tauhid (DT), dan juga gerakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan aksi  One Man One Dollar To Save Palestina.

Dalam negara Palestina sendiri dikenal juga ada beberapa organisasi yang peduli terhadap Palestina baik dalam politik maupun kemanusiaan seperti Organisasi Pembebasan Palestina (PLO),  Harakat al-Muqawama al-Islamiyya- Gerakan Perlawanan Islam- (HAMAS),  ada juga  Humanitarian Relief for Development Society (HRDS), lembaga kemanusiaan lokal yang menangani sejumlah kamp pengungsi Palestina di Beirut. Berdirinya lembaga-lembaga diatas tidak lepas dari pemahaman jihad yang mesti dilakukan sebagai muslim untuk Palestina sehingga muncullah aksi solidaritas baik yang dilakukan oleh masyarakat lokal maupun masyarakat internasional. 

Kontribusi Muslimah  
Muslimah sebagai salah satu pilar dakwah hendaknya mengambil bagian dalam perjalanan konflik Palestina sebab sebagai seorang muslimah yang baik tentunya menganggap bahwa muslim yang lain adalah saudara kita seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Saw : “Sesama muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya dan jangan mendiamkan. Siapa saja yang memperhatikan kepentingan saudaranya, Allah akan memperhatikannya. Siapa saja yang melapangkan satu kesulitan sesama muslim, niscaya Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutupi kejelekan seorang muslim Allah akan menutupi kejelekannya pada hari kiamat." (HR.Bukhari dan Muslim)

Berkenaan dengan implementasi hadits di atas, akan timbul pertanyaan selanjutnya : bagaimanakah peranan muslimah sehingga dapat memberikan kontribusi yang optimal dalam konflik ini baik sebagai muslimah yang berdomisili di Palestina ataukah di luar Palestina?. Untuk mengetahuinya, berikut dibawah ini adalah uraiannya.

Berpartisipasi Aktif dalam Konflik Palestina
Figur syahidah tidak hanya kita dapatkan dalam  perjuangan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam, generasi Khulafaur Rasyidin, generasi tabi’i dan tabi’in seperti yang diceritakan dalam sirah. Misalnya saja kita pernah membaca sirah potret syahidah seperti Sumayyah Binti Khubath, seorang budak perempuan dari Mekkah yang dinikahi oleh seorang syahid yaitu Yasir bin Amir bin Malik. Sumayyah menjadi syahidah ketika ia menentang umpatan dan sumpah serapah Abu Jahal yang mengolok-olok Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam, akibatnya Abu Jahal dengan seketika menikamkan tombak ke tubuh Sumayyah sehingga meninggal dunia sebagai syahidah. Atau mungkin kita pernah menelisik kisah Ummu Amarah Nasibah Binti Ka’ab, sosok shahabiyah yang pernah melindungi Rasulullah Saw dalam perang Uhud dan beberapa kali terlibat dalam peperangan khususnya bagian logistik dan pengobatan. 

Sirah-sirah seperti di atas tidak hanya terjadi pada zaman generasi Salaf saja tetapi juga dalam konflik Palestina. Tercatat nama-nama syahidah seperti Hj. Fatimah Al-Najjar, Ayat Akhras, seorang syahidah muda dan cerdas yang rela mengorbankan dirinya demi kepentingan agama dan negara, dan Wafa Idris.

Pembentukan Opini Publik
Pembentukan opini publik dapat dilakukan dengan banyak cara. Misalnya saja muslimah yang dianggap kapabel dapat menjadi pembicara dalam talk show, diskusi dan seminar mengenai konflik Palestina (tentu semua ini dilakukan sesuai batasan syariat).Kemampuan berbicara seorang muslimah bisa dijadikan aset dalam pembentukan opini publik. Mempengaruhi masyarakat untuk bisa tergugah kesadaran dan hatinya untuk memahami dan menganalisa konflik di Palestina. Hasilnya, pembentukan opini ini mampu menggerakan solidaritas masyarakat dalam kerja-kerja kongkrit misalnya program penggalangan dana.

Pembentukan opini ini tidak hanya bisa dilaksanakan oleh muslimah yang mempunyai kemampuan retorika tetapi juga dapat dilakukan oleh muslimah yang memiliki minat dan bakat menulis. Tulisan mampu mengubah dunia. Banyak karya para alim ulama yang mampu mengubah opini, sudut pandang, sikap, bahkan mengubah dunia. Sebut saja karya Imam Bukhari dengan Shahih Bukhari, Ibnu Katsir dengan karya Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Khaldun dengan karya Mukaddimah, Imam Al-Gazali dengan karya Ihya Ulumuddin, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah dengan karya Taman-Taman Orang Jatuh Cinta, dan masih banyak lagi lainnya. Tidak berarti kita harus seperti mereka tetapi minimal  mencontoh ghirah (semangat) dan kekuatan ilmunya dalam menulis khususnya menulis yang berkaitan dengan amar ma’aruf nahi mungkar.

Muslimah boleh memulai dengan berbagai jenis tulisan baik non fiksi maupun fiksi untuk dipublikasikan. Pemilihan media boleh dimulai dari yang sederhana misalnya saja mading di rumah, mading  di sekolah, kampus, tempat kerja, organisasi, ataukah melalui mailing list, web site pribadi seperti blog, multiply, yahoo, atau bisa juga dipublikasikan melalui buletin lokal dan surat kabar lokal. Kalaulah memang kita memiliki kapabilitas menulis yang cukup bagus sebaiknya dikirim ke media cetak nasional atau media dakwah nasional. Lebih bagus lagi bagi mereka yang memiliki kemampuan berbahasa asing dapat mengirimkan tulisannya ke media cetak dan media dakwah internasional.  Bentuk jihad muslimah ini tidak memerlukan kita keluar rumah, cukup banyak membaca, diskusi, kontemplasi dan mulai menuangkan ide lewat tulisan. Jikalau hal ini banyak dilakukan oleh muslimah sedunia, Insha Allah, akan banyak buku yang bisa dipublikasikan dalam berbagai bahasa dan kemudian honor tulisannya bisa disumbangkan ke lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan di Palestina. Subhanallah.

Alternatif lain bagi muslimah yang aktif dibidang akademik bisa juga memanfaatkan keahliaannya menulis karya akademik baik skripsi, tesis dan disertasi yang berkenaan dengan tragedi kemanusiaan di Palestina atau mengadakan penelitian ilmiah yang nantinya akan menjadi kontribusi besar buat penyelesaian konflik di Palestina. 

Pelibatan dalam Lembaga-Lembaga Sosial
Bagi muslimah yang aktif dapat memilih bergabung dan berpartisipasi dalam lembaga-lembaga sosial, dakwah, amal atau lembaga kemanusiaan yang peduli dengan masalah tragedi kemanusiaan di Palestina.

Banyak hal yang bisa kita lakukan dan disesuaikan dengan ketertarikan bidang dan kemampuan kita sebagai aktifis. Pelibatan dalam lembaga-lembaga biasanya lebih memberikan banyak pengalaman dan ilmu yang bersentuhan langsung dengan seluk beluk tragedi kemanusiaan di Palestina. 

Penggalangan Dana
Inilah bentuk jihad muslimah yang paling banyak dilakukan oleh muslimah sedunia sebab lebih sederhana prosesnya dan tidak memerlukan banyak waktu, pikiran dan tenaga. Kita hanya mentransfer uang kita ke rekening lembaga kemanusiaan atau menyerahkan langsung kepada pengelola lembaga yang bersangkutan. 

Bagi mereka yang bertindak sebagai pengelola lembaga amal atau kemanusiaan biasanya mempublikasikan program penggalangan dana ini ke media massa.

Memboikot Produk-Produk Sponsor Israel
Tahukah kita bahwa hampir semua perlengkapan hidup yang kita gunakan sehari-hari nyaris tidak lepas dari sponsor penyantun dana Israel ke Palestina seperti handphone Nokia, notebook yang menggunakan fasilitas Intel Pentium, minuman mineral Aqua, baju kaos Sara Lee, susu kental manis Carnation, produk kosmetika Revlon, produk bayi Jhonson and Jhonson dan masih banyak lain produk lainnya.

Ini menunjukkan betapa banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang menguntungkan secara profit telah menjadi sponsor penyantun dana buat kepentingan ekonomi militer Yahudi dalam memerangi Palestina. Sehingga tidak mengherankan pemerintah Israel mempunyai program pemberian penghargaan yang dikenal dengan nama  Jubilee Award kepada perusahaan-perusahaan, institusi-institusi dan individu yang berjasa dalam membantu program-program pemerintah Israel.

Solusi dalam masalah ini adalah memboikot produk-produk sponsor Israel hingga secara tidak langsung kita telah berperan aktif mengurangi bantuan dana para sponsor Israel dalam konflik ini.

Berdoa
Doa adalah perisai orang mukmin. Ketika niat sudah diluruskan, ikhtiar telah dioptimalkan, maka tibalah saatnya kita berdoa dengan khusyuk dan bertawakall Ilallah. Menyerahkan segala urusan kepada Allah Subhanahuwataala semata. Apapun keputusan-Nya itu adalah yang terbaik bagi manusia. Demikian pula halnya yang terjadi dalam konflik Palestina, kekuatan doa dari seluruh ummat muslim di dunia, Insha Allah, bisa menjadi pembuka kemenangan Palestina dalam konflik ini dan segala kesulitan dan penderitaan akan segera berakhir.  Sesungguhnya Allah tidak pernah mengabaikan doa-doa hamba-Nya sebab  Dia amat dekat dan Maha Mengabulkan Doa seperti yang dikatakan dalam QS. Al-Baqarah, 2: 186 :  “Dan, apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.
   
Kini, setelah Partai HAMAS memenangkan pemilu tahun lalu dan memegang tampuk pemerintahan di Palestina, dan adanya deklarasi Mekkah yang menyatukan HAMAS dan FATAH maka kondisi Palestina semakin membaik tetapi bukan berarti aksi Zionis berhenti begitu saja sebab mereka tidak pernah rela dan ridha dengan kesuksesan agama Islam dan kebangkitan kaum muslimin sebagaimana yang dikatakan Allah dalam firmannya : “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah. (QS. Al-Baqarah, 2: 120.)

Hal ini menunjukkan bahwa penderitaan dan kesulitan Palestina belum benar-benar berakhir, olehnya jihad-jihad kita sebagai muslimah masih diperlukan tentunya dalam kapasitas dan kemampuan yang kita miliki dan tidak melanggar aturan-aturan syar’i. Semoga kontribusi kita dapat meringankan beban penderitaan mereka dan tercatat sebagai investasi akhirat di surga. Allahumamien.

Pusat Hentian Kajang, Selangor, Malaysia.
Pukul 10.00 pm,  10 April 2007
(Rahmawati Latief)   

Tulisan ini didedikasikan untuk seluruh para syahid-syahidah, para mujahid-mujahidah dan saudara-saudariku di Palestina. Semoga semuanya akan segera membaik di sana, Allahummaamien. 

Tulisan ini telah dimuat pada buletin YASMIN FOKMA (Forum Komunikasi Muslimah Indonesia) di Malaysia pada edisi ke-7 Maret-April 2007.

Referensi  :
a. Al-Quranul Karim
b. M. Lili Nur Aulia. 2002. Perjalanan Menuju Mati Syahid. Jakarta: Sinergi.
c. Ahmad Khalil Jam’ah. 2004. Wanita Yang Dijamin Syurga. Jakarta: Darul Falah
d. www.infopalestina.com
e. www.wikipedia.com
f. www.yahoo.com
g. www.swaramuslim.net

 

 

Berita sebelumyaKesetaraan Gender,Emansipasi Kebablasan
Berita berikutnyaSuasana Jiwa Pemilik Himmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here