Jadikan Al Quran Bagian Dari Kesibukan

  • Launching Markaz Al Quran Wahdah Islamiyah

Al Quran merupakan barometer dari Ummat Islam, maju dan mundurnya agama ini tergantung sejauh mana perhatian terhadap Al Quran. Dalam hadis Nabi dikatakan, “ Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat suatu kaum dengan Al Quran dan menurunkan derajat suatu kaum juga dengan Al Quran”. Olehnya itu perlu ada perhatian yang lebih banyak terhadap Al Quran mulai dari bacaan, hafalan, pemahaman dan pengamalan. 

Hal inilah yang diungkapkan Sekjend Wahdah Islamiyah (WI), Ustadz Ir.Muh.Qasim Saguni dalam sambutan Lauching Markaz Al Quran WI, di Masjid Darul Hikmah Jl.Antang Raya No.48, Selasa (6/7)

Markaz Al Quran ini merupakan program dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Tahfidzul Quran (BP2TQ) WI, yang nantinya akan menjadi Pusat kegiatan seputar AlQuran.

Menurut Ketua BP2TQ, Ustadz Harman Tajang,Lc badan ini akan membantu dan memudahkan  untuk menghafal Al Quran dengan menggunakan sistem dan metode yang disesuaikan bagi semua kalangan dengan pembinaan secara intensif dari para Pembimbing yang telah hafal Al Qur’an.

Untuk bergabung dalam program ini, perlu pengorbanan sebahagian dari waktu yang ada. Fenomena yang selama ini banyak kendala di tengah masyarakat dalam menghafal karena kendala kesibukan. “Sebagai tanda perhatian terhadap Al Qur’an mesti ada waktu khusus dalam sehari untuk Al Qur’an dan bahkan menjadikan Al Quran bagian dari kesibukan sehari-hari,” tegas Alumni Penghafal Al Quran Sudan ini.

Perhatian terhadap Al Quran juga didasari dari hadis Rasulullah “Sebaik-baik diantara kalian adalah yang belajar Al Quran dan Mengajarkannya” dan derajat kita kelak di Akhirat adalah sejauh mana tingkat bacaan Al Quran yang dimiliki.

Lanjut Ust.Harman, Program Markaz Al Quran ini dalam rangka semakin mendekatkan nilai-nilai Alquran ke setiap individu kaum muslimin. Dengan demikian, Alquran dapat dirasakan manfaatnya secara pribadi dan umat secara umum sebagai bagian dari solusi multi krisis yang ada di tengah masyarakat.

Badan ini nantinya juga akan berfungsi sebagai badan sertifikasi dalam membaca Al Quran dan bagi para calon Imam dalam Lingkungan WI.Program Markaz Al Quran akan dimulai perdana Rabu (7/7) di masjid kantor Pusat, dalam tahap awal menerima 30 peserta dari Mahasiswa Tadrib dan Karyawan dan Pengurus DPP.

Artikulli paraprakSURAT SANG MUJAHIDAH DARI BUMI PALESTINA KEPADA PARA AKHAWAT DI INDONESIA (Dititipkan Melalui Relaw
Artikulli tjetërIa “Hanya” Seorang Dokter…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini