Jadi Narasumber Di Podcast Polda Sulteng, Ustaz Yani Bahas Sebab Radikalisme

Date:

PALU, wahdah.or.id – Paham radikalisme masih menjadi ancaman serius terhadap persatuan umat dan bangsa. Demi menangkal penyebaran paham ekstrem tersebut, Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah terus berperan aktif dalam membangun pemahaman Islam yang moderat.

Polda Sulawesi Tengah menghadirkan Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah, K.H. Muhammad Yani Abdul Karim, Lc., M.A., dalam Talkshow Podcast Presisi, bahas akar-akar radikalisme yang menjadi dasar perpecahan kesatuan umat, rabu (12/3/2025).

K.H. Yani menegaskan bahwa pemahaman radikalisme sangat berkaitas dengan kesalahpahaman dalam memahami nilai dari ajaran agama Islam.

“Banyak kelompok yang menyalahgunakan konsep jihad dengan memanipulasi informasi, sehingga menyebabkan penyesatan terhadap masyarakat. Jihad yang sebenarnya bukanlah kekerasan, melainkan perjuangan intelektual dan amal kebaikan untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Pendidikan menjadi kunci utama

Sebagai organisasi yang fokus pada dakwah, pendidikan, dan sosial, Wahdah Islamiyah telah mendirikan 13 cabang di Sulawesi Tengah, serta mendirikan lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi dan akan terus berkembang, mengingat pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman luas dan wawasan kebangsaan yang baik.

“Kami memiliki komunitas dakwah di kampus dan sekolah, sebagai wadah bagi anak muda untuk belajar Islam dengan pendekatan yang benar. Dengan demikian, mereka tidak mudah terpengaruh oleh ajaran ekstrem yang menyesatkan,” tambahnya.

Kolaborasi bersama pihak terkait

Ustaz Yani juga menambahkan, selain melalui pendidikan, Wahdah Islamiyah aktif dalam berbagai kegiatan sosial untuk memperkuat persaudaraan dalam keberagaman.

Organisasi ini, kata dia, telah menjalin kerja sama dengan aparat kepolisian dalam berbagai program edukasi, termasuk pencegahan narkoba, pergaulan bebas, serta ancaman ideologi radikal.

Pada kesempatan yang sama, Polda Sulawesi Tengah menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Kolaborasi ini sangat diperlukan untuk memastikan paham radikal tidak memiliki ruang untuk berkembang di masyarakat.

Menangkat radikalisme dari kerabat terdekat

Ketahanan keluarga juga menjadi aspek penting dalam pencegahan radikalisme. Menurut K.H. Muhammad Yani Abdul Karim, orang tua perlu lebih aktif dalam membimbing anak-anak agar tidak terpengaruh oleh propaganda yang tersebar di media sosial.

“Ancaman terbesar saat ini bukan hanya radikalisme, tetapi juga narkoba, kenakalan remaja, dan pergaulan bebas. Keluarga harus menjadi benteng utama agar generasi muda tetap berada di jalur yang benar,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, dengan mengedepankan dialog terbuka dan semangat kebersamaan.

Dengan adanya sinergi antara ulama, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan radikalisme semakin efektif, sehingga Sulawesi Tengah dapat tetap menjadi wilayah yang aman dan harmonis dalam keberagaman, tandasnya.

report: Muh Rizki – Medikom DPW Sulteng

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Wahdah Islamiyah Papua Barat Gelar Bekam Gratis, Jamaah Sambut dengan Antusias

MANOKWARI, wahdah.or.id — Dewan Pengurus Wilayah Wahdah Islamiyah (DPW...

Kolaborasi WIZ dan Mahasiswa PKN Poltekmu Makassar Salurkan Puluhan Mushaf dan Buku Iqro ke Desa Massenreng Pulu Bone

BONE, wahdah.or.id - Sebanyak 50 mushaf Al-Qur’an, 50 buku...

Perkuat Kaderisasi Luar Negeri, Bidang I Gelar Liqa Maftuh Bersama DPLN Wahdah Arab Saudi

ARAB SAUDI, wahdah.or.id — Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN)...

MUI Bahas Boikot dan Dampaknya, Ust. Zaitun: Masalah yang Kita Hadapi Sekarang adalah Persoalan Kemanusiaan

JAKARTA, wahdah.or.id - Fatwa boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi...