Islam Dan Radikalisme

Date:

Entah apa yang merasuki dunia media sosial kita akhir-akhir ini hingga tak henti-hentinya berseliweran di beranda kita isu tentang Islam radikal, mulai dari terbacoknya seorang mantan mentri yang dikaitkan dengan gerakan Islam radikal, hingga wacana pelarangan celana cingkrang dan cadar bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dianggap ciri dari Islam radikal. Lalu benarkah Islam adalah agama yang mengajarkan radikalisme?

(Isu Islam Radikal Isu Yang Berbahaya Bagi Islam)

Isu Islam radikal adalah isu yang sangat berbahaya bagi Islam. Dan tentunya isu ini bukanlah hal yang datang tiba-tiba, pasti ada tangan-tangan musuh Islam yang bermain di belakang isu yang terus menerus berhembus ini. Lalu apakah bahaya dari isu Islam radikal ini? Untuk mengetahui bahaya isu ini, mari kita simak baik-baik hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam di bawah ini:

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah –rhadiyallahu anhu- bahwa ketika Umar bin Khattab –rhadiyallahu anhu- meminta izin kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk membunuh Abdullah bin Ubay bin Salul seorang gembong kaum munafik di kota Madinah kala itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarangnya dan mengatakan:

(لاَ يَتَحَدَّثُ النَّاسُ أَنَّ مُحمداً كَانَ يَقْتُلُ أَصْحَابَهُ (رواه البخاري (3518) ومسلم (2584).

“Agar manusia tidak mengatakan bahwa Muhammad membunuh sahabatnya”. Hr.Bukhari (3518) dan Muslim (2584).

Hadis ini menunjukkan tentang bahayanya isu-isu negatif terhadap Islam dan pentingnya menjaga nama baik dan citra Islam.

Di dalam hadis ini Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang para sahabat untuk membunuh kaum munafik, padahal dalam membunuh kaum munafik ada maslahat yang besar, namun tatkala perbuatan tersebut dapat menimbulkan bahaya dan fitnah yang lebih besar lagi, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam melarangnya. Lalu fitnah dan bahaya apakah yang lebih besar dari maslahat membunuh kaum munafik? Fitnah dan bahayanya adalah rusaknya nama baik dan citra Islam, yang mana bila citra dan nama baik Islam telah rusak, maka manusia tidak akan masuk ke dalam agama ini dan lari daripadanya.

Imam Malik –rahimahullah- ketika ditanya tentang sikap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang enggan membunuh kaum munafik tersebut beliau mengatakan:

(إن رسول الله صلى الله عليه وسلم لو قتله بعلمه فيهم وهم يظهرون الإيمان لكان ذريعة إلى أن يقول الناس يقتلهم للضغائن أو لما شاء ذلك فيتمنع الناس من الدخول في الإسلام).

“Sesungguhnya jika Rasulullah shallalhu alaihi wasallam membunuh mereka (kaum munafik) dengan pengetahuannya tentang (kemunafikan) mereka, disaat mereka menampakkan keislaman mereka, maka ini bisa menjadi wasilah akan berkatanya manusia bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam tidaklah membunuh mereka kecuali karena kedengkian, dan bilamana isu ini telah tersebar maka manusia akan enggan masuk ke dalam Islam.”

Dari perkataan Imam Malik di atas, dapat dipahami bahwa orang-orang yang berada di luar Islam hanya menghukumi sesuatu dari yang tampak saja, mereka hanya tau bahwa kaum munafik adalah seorang muslim yang sama seperti yang lainnya, dan ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam membunuh mereka (kaum munafik), mereka akan menganggap bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam membunuh ummatnya dan mengajarkan kepada ummatnya untuk membunuh sesama, yang mana ini adalah ajaran kekerasan dan radikal, dan jika stigma negatif ini telah terbentuk, maka manusia akan enggan masuk ke dalam Islam, dan ini sangat bertentangan dengan risalah utama yang dibawa oleh Islam, yaitu risalah Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Allah berfirman:

(وَمَا أَرْسَلْنَاك إِلَّا رَحْمَة لِلْعَالَمِينَ) الأنبياء :107

“Dan kami tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali rahmat bagi seluruh alam” Qs.Al-Anbiya:107.
Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah.

(Islam Justru Agama Yang Memberantas Radikalisme)

Namun bila ada yang mengatakan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kekerasan dan radikalisme, maka ini bagaikan orang yang mengatakan panas adalah dingin,cahaya adalah gelap dan siang adalah malam, karena sesungguhnya apa yang ia katakan terbalik 180 derajat dari fakta yang ada. Faktanya adalah Islam hadir di tengah-tengah ummat manusia dengan tujuan menghilangkan kekerasan dan radikalisme.

▶Islam hadir di zaman dimana manusia membunuh anak-anak perempuan mereka, Islam datang dan melarangnya, Allah berfirman:

(وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ) الأنبياء:151

“Dan janganlah kalian membunuh anak kalian karna takut kefakiran” Qs.Al-An’am:151

▶Islam hadir di zaman dimana manusia gemar membunuh sesamanya, Islam datang dan mengharamkannya, Allah berfirman:

(وَلا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ) الأنبياء:151

“Dan janganlah kalian membunuh nyawa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan cara yang hak,demikianlah diwasiatkan kepada kalian agar kalian berakal” Qs.Al-An’am:151.

▶Bahkan lebih daripada itu, Agama yang mulia ini melarang ummatnya bukan hanya sekedar berbuat kekerasan kepada sesama manusia, namun Islam juga datang melarang ummatnya untuk berbuat kekerasan kepada hewan atau binatang. Disebutkan di dalam hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa ada seorang yang masuk kedalam neraka disebabkan kerena perbuatannya yang menyiksa seekor kucing, sedangkan disisi lain Nabi shallallahu alaihi wasallam mengatakan bahwa ada seorang wanita pelacur yang diampuni dosanya hanya karena memberikan seteguk minuman kepada anjing yang sedang kehausan.

Inilah nilai-nilai Islam, Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang jauh dari kesan kekerasan dan radikalisme yang digembor-gemborkan musuh.

(Menangani Isu Radikalisme Dalam Islam)

Meski Islam adalah agama yang lembut dan jauh dari ajaran radikalisme, namun tak bisa dipungkiri bahwa ada segelintir dari ummat ini yang terjatuh ke dalam lembah pemikiran radikalisme. Khawarij adalah contoh nyata yang menegaskan hal ini.

Pemahaman radikalisme yang mungkin menjangkit kepada segelintir ummat ini, bukanlah dikarenakan ajaran Islam yang mengajarkan hal tersebut, namun kesalahan mereka dalam memahami dalil-dalillah yang membuat mereka terjerumus dalam lembah kenistaan ini.

Dalam menghadapinya banyak cara-cara yang dapat dilakukan, dan yang paling utama adalah dengan senantiasa meningkatkan dan menggalakkan kajian-kajian dan diskusi-diskusi ilmiah yang berasaskan akidah Ahlusunnah wal jamaah dengan pemahaman para sahabat dan para salafussaleh, karena inilah satu-satunya yang dapat mencegah dari keracunan pemikiran yang berbahaya ini.

Dan bila pada prakteknya, ditemukan ada orang-orang radikalis atas nama Islam yang ternyata dalam kehidupan sehari-harinya mengenakan simbol-simbol syariat yang agung pada dirinya, seperti bercelana cingkrang,berjanggut atau bahkan berkerudung dan bercadar, maka bukanlah simbol-simbol syariat ini yang mesti diperangi, namun orangnyalah yang mesti diperangi, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam menyebutkan bahwa diantara sifat-sifat dari Khawarij adalah senantiasa memperbanyak salat dan membaca Al-Qur’an, namun beliau alaihisshalatu wasallam hanya menyeru untuk memerangi orangnya bukan syariatnya yang ada pada diri mereka, karena syariat tetaplah syariat meski dia berada bersama orang-orang yang fasik dan batil, sedangkan kemaksiatan tetaplah kemaksiatan meski ia hinggap bersama orang-orang yang alim dan saleh.

Demikianlah, semoga Allah senantiasa menjaga ummat ini dari makar orang-orang yang berbuat makar, dan senantiasa melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita sebagai ummat yang mengikuti agama ini.

Wassalam.

Oleh:Muhammad Harsya Bachtiar,Lc.
(Mahasiswa Pascasarjana Univ.Islam Madinah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Salurkan 49 Hewan Kurban, WIZ Tak Hanya Perhatikan Pangan Penerima Manfaat Melainkan Juga Dengan Kebutuhan Spiritualnya

MAKASSAR, wahdah.or.id – Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS WIZ)...

Ketua Dewan Syuro Edukasi Panitia dan Pejagal Saat Menyembelih Sapi Kurban

MAKASSAR, wahdah.or.id - Hari pertama penyembelihan hewan kurban di...

Salat Iduladha 1445 H, Tema Khutbah Wahdah Islamiyah Seragam: Jejak Cinta Nabi Ibrahim, Antara Palestina dan Makkah

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Takbir menggema sahut-menyahut memenuhi ruang dan...