(Wahdah.or.id-Makassar) Kegiatan Sosialisasi 4 Konsensus MPR RI untuk NKRI oleh Anggota MPR bertujuan untuk mensosialisasikan sekaligus mendapatkan masukan dan saran dari masyarakat terhadap pelaksanaan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, juga untuk lebih membudayakan pentingnya komunikasi dengan masyarakat dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Terkait tujuan itu, Anggota MPR RI yang juga Senator RI asal Sulawesi Selatan, AM Iqbal Parewangi bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Wahdah Islamiyah (YPWI) dan Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiyah (IPWI) menggelar kegiatan tersebut di Masjid Wihdatul Ummah Makassar, 20 Februari 2017. Dihadiri tidak kurang dari 150 peserta, kegiatan itu mengusung tema Pengembangan Sumber Daya Manusia & Ekonomi Ummat dalam Kerangka Keutuhan NKRI.

“Keutuhan NKRI sangat dipengaruhi oleh daya kompetisi globalnya. Itu berarti daya kompetisi generasi bangsa. Balik-baliknya ke SDM. Terkait MEA, misalnya. Untuk dapat memenangi dan selanjutnya memenangkan MEA, Indonesia dituntut meningkatkan kualitas SDM. Kondisi kita kini cukup tertinggal di ASEAN. IQ rata-rata orang Indonesia 89, misalnya, itu di bawah negara-negara ASEAN lainnya. Lulusan sarjana kita yang terserap di dunia kerja baru 7%, sisanya jadi pengangguran terdidik,” beber Iqbal dalam pengantarnya.

Pertanyaannya, siapa pengangguran terdidik itu? “Tentunya mayoritas dari mayoritas. Lugasnya, dari kita ummat Islam, karena kita mayoritas,” jawab Iqbal.

Selanjutnya Iqbal menguraikan dimana posisi generasi ummat Islam dalam meretas berbagai permasalahan bangsa. “Mari buka sejarah. Pancasila, begitupun UUD 1945 dan NKRI, itu dari kita. Indonesia ini kado terindah umat Islam kepada bangsa dan negaranya. Yang bisa menjamin terjaganya persatuan dalam keragaman, bhineka tunggal ika, itu umat Islam. Dunia akui toleransi antar umat beragama terindah di Indonesia. Toleransi terindah itu ada karena umat Islam menghendakinya. Lebih jauh, tanpa umat Islam tidak ada NKRI. Itu fakta. Saya perlu menekankan satu hal penting dari fakta itu, bahwa sesungguhnya umat Islam adalah solusi untuk Indonesia,” tandas Iqbal, Senator yang dikenal dekat dengan ormas-ormas Islam.

Pemateri berikutnya, Muhammad Yani Karim, Lc, MA, menekankan perlunya mengedepankan sikap nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. “Cinta tanah air perlu dipertahankan untuk memfilter budaya buruk dari luar. Salah satu hal yang perlu diwaspadai terkait nasionalisme adalah paham-paham yang akan memecah belah persatuan. Ummat Islam perlu menjaga keutuhan bangsa untuk kemaslahatan ummat dan bangsa. Salah satu solusinya adalah menjaga toleransi antar umat beragama namun bukan toleransi yang kebablasan,” kata pakar pendidikan dari Wahdah Islamiyah ini.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here