Inilah Wali Kota Muslim Pertama di Kanada

CALGARY–Naheed Nenshi, Rabu (20/10) waktu setempat, mendapatkan tepuk tangan sambil berdiri (standing ovation) selama pidato pertamanya sebagai Walikota Calgary terpilih. Hari itu, dia menyampaikan pidatonya di sebuah acara makan siang Club Kanada di Calgary.

 

”Kota di mana seorang anak tumbuh di Marlborough akhirnya bisa berdiri di podium ini, di depan Klub Canada, dan saya pikir ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa,” ujar Nenshi.

Nenshi adalah seorang Muslim kelahiran Toronto dengan orangtua keturunan India yang berimigrasi ke Kanada dari Tanzania. Namun latar belakangnya yang Muslim tak mempengaruhi warga Calgary untuk tetap memilihnya sebagai Walikota.

Warga Calgary tampaknya bersikap obyektif dengan memilih Nenshi karena pengalamannya pernah bertugas di Harvard dan McKinsey & Co, sebuah perusahaan konsultasi manajemen yang ternama, serta keterlibatannya dalam isu-isu sipil dan kelompok nonprofit. Ditambah lagi, dia juga menawarkan ide-idenya untuk mengembangkan kotanya.

Dalam kampanyenya, Nenshi tidak memainkan isu-isu keragaman atau pun mendekatkan dirinya pada kontituen etnis tertentu. Dia diminta untuk dilihat sebagai politikus, bukan etno-politikus. Dan isu-isu tersebut ternyata bisa diterima warga Calgary.

Berita analis Cocede menilai, latar belakang agamanya sebagai isu nomor buncit yang menarik perhatian pemilih. ”Bahkan, itu tak dianggap sebagai isu selama kampanye,” ujar Marcus McGee dari The Globe and Mail.

”Sejak awal pencalonan dirinya, dia sudah menawarkan ide-ide yang baru, meski seringkali ide-ide itu rumit sehingga makan waktu untuk dijelaskan,” tambah McGee. ”Dan itu berhasil. Orang-orang menyukainya karena menghormati kepandaiannya.”

Awalnya, Nenshi dianggap tak mungkin memenangkan pemilihan Walikota ini karena harus berhadapan pesaingnya yang lebih diunggulkan, yakni dengan seorang anggota tertua Dewan Kota, Ric Mclver, dan mantan presenter TV Barb Higgins.

Bahkan dalam jejak pendapat yang dilakukan empat pekan lalu, Nenshi hanya mendapatkan dukungan sekitar delapan persen suara. Namun saat perhitungan suara dilakukan Senin malam lalu, dia ternyata berhasil mengalahkan kedua pesainnya dengan perolehan suara sebanyak 40 persen.(Republika Online)

 

Artikulli paraprakUIN Malang, Kuliah Gratis Bagi Penghafal Al Qur’an
Artikulli tjetërWahdah Datangkan Trainer Nasional

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini