MAKASSAR, wahdah.or.id Departemen Kaderisasi Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah sukses mengadakan Daurah Syar’iyyah Tadabbur Al-Qur’an Kader Wahdah Islamiyah dengan tema “Kunci-Kunci Tadabbur Al-Qur’an dan Jalan Hidup Sukses” yang dilaksanakan di Masjid Anas bin Malik STIBA Makassar dan Via Zoom Meeting. Sabtu, (18/9/2022).

Materi kunci-kunci Tadabbur Qur’an disampaikan oleh Syaikh Dr. Muhammad Mungkiz, Ia menyampaikan di awal materinya tentang pengertian tentang tadabbur Al-Qur’an.

“Tadabbur adalah akhir dalam segala sesuatu, proses tadabbur dengan Al-Qur’an bukan di awal-awal interaksi kita dengan Al-Qur’an tapi melalui proses pengenalan bacaan Al-Qur’an, kemudian memahami maknanya atau tafsirnya dan kemudian baru mentadabburinya,” ujarnya.

Syaikh Muhammad Mungkiz juga menjelaskan dua poin penting dan utama dalam Tadabbur Al-Qur’an yakni mengaplikasikan segala perintah Allah yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan menghindari larangan-larangannya.

“Makna Tadabbur adalah mengaplikasikan dan mengamalkan apa-apa yang terkadung di dalam nya, berupa perintah-perintah yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Sebagaimana seseorang dikatakan alim ketika dia mengamalkan ilmu yang mereka miliki. Sehingga Allah mencela orang-orang Yahudi karena mereka hanya mengetahui dan memahami tapi tidak mengamalkannya. Begitupun dengan Nasrani yang mereka justru semangat belajar dan tidak memiliki pengetahuan yang benar,” ungkapnya.

“Kemudian menghindari larangan-larangan yang terdapat di dalam Al-Quran. Dalam menyikapi hal tersebut ada 2 jenis manusia, yang pertama memiliki semangat dalam mengamalkan segala perintah seperti sholat, zakat, puasa dan lainnya. Namun, ketika datang larangan kepada mereka, ia tetap melakukan pelanggaran dan tidak mau meninggalkan larangan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Inti dari tadabbur adalah mengamalkan apa yang diperintahkan di dalam Al-Qur’an dan meninggalkan apa yang dilarang di dalam Al-Qur’an,” tambahnya.

Syaikh Mungkiz menukil perkataan dari Hasan bin Ali yang mengatakan bahwa, “Bacalah Al-Qur’an yang didalamnya terdapat larangan-larangan terhadapmu. Jika Al-Quran belum menghalangi atau melarangmu maka kamu belum membaca Al-Quran.”

Ia juga menjelaskan bahwa diantara tanda keberhasilan tadabbur adalah akan memberikan efek yakni tetesan air mata yang takut dengan ayat-ayat yang dia tadabburi. Keadaan orang-orang beriman ketika mentadabburi Al-Quran akan menangis atas rasa takutnya kepada Allah.

“Diantara cara mentadabburi Al-Quran adalah hadirnya rasa takut kepada Allah. Itu adalah merupakan gambaran atas keimanan kepada Allah, sehingga orang yang membaca Al-Quran namun belum hadir rasa takutnya kepada Allah berarti ia belum mentadubburi Al-Quran. Dan pengaruh atas tadabbur Al-Quran adalah hadirnya rasa takut kepada Allah,” tegasnya.

Menurut Syaikh Mungkiz bahwa mengapa kita membutuhkan tadabbur, karena kondisi kehidupan dan perubahan sosial hari ini salah satunya dengan naiknya harga pokok seperti bensin dan lainnya. Sehingga kecemasan terjadi bagi manusia dengan masalah-masalah yang dihadapi bahkan cemas dengan rezeki dan lainnya.

“Efek yang lain ketika mentadabburi Al-Quran akan melahirkan ketenangan jiwa dan ketentraman hati. Dan fenomena ini adalah hal yang paling dibutuhkan oleh manusia saat ini. Padahal rezeki telah di atur oleh Allah subhanahu waatala, sehingga dari kondisi ini yang terus berubah rubah membutuhkan tadabbur Al-Quran agar mendapatkan ketenangan jiwa dan ketentraman hati. Begitulah sejatinya orang-orang yang beriman dalam menjalani kehidupannya,” jelasnya.

Olehnya itu, sangat penting bagi kita untuk mendekatkan diri terhadap Al-Qur’an. Ulama-ulama kita dahulu kala, mereka dipengujung-penghujung kehidupan mereka, mereka sempat berangan-angan kalau sekiranya dahulu kehidupan kita ini semua dipenuhi dengan Al-Qurnanul karim. Maka jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal di penghujung umur kita, karena jauhnya kita dengan Al-Quran hari ini.

Rep: Muh Akbar
Editor: Absaid

Artikulli paraprakUstadz Zaitun Rasmin: Ilmu Syar’i Adalah Pemandu Kehidupan dan Akitivitas Organisasi Dakwah
Artikulli tjetërBacaan Qur’an Puji Heriyono Sudah Mulai Lancar Setelah Belajar Dirosa di Rumah Qur’an Wahdah Jakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini