Hukum Tabungan Emas di Pegadaian

Date:

Pertanyaan: Bismillah, bagaimana hukumnya tabungan emas di Pegadaian yang ditabung adalah uang kemudian dikonversi ke emas. Syukran (Terimakasih)

(Hastuty – Makassar)

Jawaban:

Dijawab: Ust. Muhammad Shiddiq Abdillah, B.A., M.A.
(Anggota Komisi Muamalah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah)

Bismillah.
Alhamdulillah, washholatu wassalamu ‘ala Rusulillah, amma ba’du:

“Tabung emas” pada kasus tersebut adalah konversi uang dengan emas; Maka dipersyaratkan harus tunai/ serah terima langsung.

Terdapat 3 kondisi pada kasus tabungan tersebut:
1. Membeli tunai keping emas (yang diserahkan langsung fisiknya), kemudian dititipkan. Transaksi ini boleh dan tidak masalah.

Contoh: misalkan keping terkecil emas yang tersedia 5gr seharga 4,5 juta. Maka disetorkan 4,5 juta tunai, dan menerima 5 gr emas. Lalu emas tersebut dititipkan pada bank, dan diambil dikemudian hari.

2. Menabung uang untuk beli emas (pencatatan pada rekening tetap jumlah uang bukan berat emas); ini juga boleh.

Jika uangnya sudah cukup untuk membeli keping emas, maka sudah bisa di konversi ke emas, dan dititip pada bank untuk diambil dikemudian hari.

3. Jika yang dimaksud membeli emas sedikit demi sedikit, lalu dicatat pada buku rekening berat emasnya, dan tidak dapat diambil kecuali sampai pada berat tertentu (5 gr misalkan), maka termasuk riba nasiah karena tidak memenuhi syarat serah-terima langsung. Maka ini transaksi yg terlarang.

wallahu ta’ala a’lam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Salurkan 49 Hewan Kurban, WIZ Tak Hanya Perhatikan Pangan Penerima Manfaat Melainkan Juga Dengan Kebutuhan Spiritualnya

MAKASSAR, wahdah.or.id – Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS WIZ)...

Ketua Dewan Syuro Edukasi Panitia dan Pejagal Saat Menyembelih Sapi Kurban

MAKASSAR, wahdah.or.id - Hari pertama penyembelihan hewan kurban di...

Salat Iduladha 1445 H, Tema Khutbah Wahdah Islamiyah Seragam: Jejak Cinta Nabi Ibrahim, Antara Palestina dan Makkah

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Takbir menggema sahut-menyahut memenuhi ruang dan...