Sehubungan dengan banyaknya proyek pembangunan mesjid yang dikerjakan oleh BWP2 dan sementara ini hampir rampung, maka kadang terjadi pro dan kontra tentang peletakan batu pertama dan peresmian mesjid sebagai awal pemanfaatan mesjid.

Oleh karenanya untuk menghilangkan keraguan boleh tidaknya acara peletakan batu pertama dan peresmian mesjid, maka kami mohon fatwa dari Dewan Syariah tentang hal tersebut .

Jawaban:

Pembukaan mesjid sepantasnya dilakukan dengan memakmurkannya melalui ibadah-ibadah berupa dzikir, bacaan Al-Qur’an, ta’lim ilmu-ilmu syar’i serta yang semacamnya. Allah berfirman-yang artinya- : “(Bertasbihlah kepada Allah) di mesjid-mesjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut namaNya di dalamnya” (QS 24:36)
Rasulullah Saw beserta sahabatnya, dan para ulama salaf memakmurkan mesjid dengan ibadah-ibadah tersebut di atas serta syi’ar-syi’ar Islam lainnya. Dan tidak pernah dinukil dari beliau dan orang-orang yang mengikuti beliau bahwa mereka membuka mesjid dengan perayaan sebagaimana dilakukan oleh orang-orang sekarang ini. Seandainya hal tersebut baik dan terpuji, maka Rasulullah Saw serta sahabatnya pasti menjadi orang pertama yang melakukannya. Oleh karena itu tidak boleh melakukan perayaan seperti ini.
Diringkas dar Fatwa Lajnah Da’imah dalam kitab Al Bida’ wal Muhdatsat, hal. 233-234)
Berdasarkan fatwa tersebut, maka Dewan Syari’ah Komisi Fiqih Mu’amalah memutuskan bahwa acara peletakan batu pertama dan peresmian masjid adalah termasuk perayaan-perayaan yang tidak ada dasarnya dalam syari’at Islam sehingga tidak boleh dilaksanakan.

Wallahu a’lam

Artikulli paraprakSEKILAS TENTANG BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT)
Artikulli tjetërHUKUM SHALAT BERJAMA’AH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini