Hal-hal yang membatalkan pusa

Oleh : Ustaz Bahrun Nida
(Koran Sindo, Rabu 26 Agustus 2009 Hal. 16 kolom Seputar Ramadan)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hal yang membatalkan puasa itu terinventarisasi dengan baik sebagaimana yang telah disepakati para ulama. Secara singkat apa yang membatalkan puasa adalah jima atau melakukan hubungan suami istri pada siang hari.

Ketika itu dilakukan, puasa batal. Karena itu, harus diganti dengan kafarah, yang mana hukumannya itu dia membebaskan seorang budak, sekarang ini tidak ada budak. Kedua adalah di berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika dia tidak mampu, dia memberi makan 60 orang miskin. Jadi segala hal yang termasuk pra atau mukadimahnya itu sudah termasuk memakruhkan puasa.
Selanjutnya adalah onani atau mengeluarkan air mani secara sengaja juga termasuk kategori yang membatalkan puasa. Kalau itu terjadi, hukumannya hanya mengganti puasa pada hari-hari yang lain. Yang dimaksud dengan onani adalah yang berada dalam alam kesadaran kita. Adapun ketika seseorang mimpi basah, itu tidak membatalkan kualitas puasanya. Tentunya wajib mandi, tapi orang itu bisa memundurkan waktu mandinya sampai tiba waktu subuh.
Hal lain adalah mengenai donor darah, terpaksa mendonor darah, meski pada sisi lainnya mendonor darah itu menolong orang, tetapi tetap membatalkan puasa. Batalnya puasa tersebut Insya Allah tidak berdosa karena hal tersebut dilakukan untuk menolong orang lain.
Berikutnya yang tentu saja merupakan poin yang sudah diketahui secara umum adalah makan dan minum secara sengaja. Tapi, makan dan minum karena lupa, lagi-lagi bonus. Nabi SAW bersabda, “barang siapa yang berpuasa dan dia lupa sehingga makan dan minum, hendaknya dia menyempurnakan puasanya karena sesungguhnya Allah yang memberikan makan dan minum itu.” Kalaupun dia sudah menghabiskan satu piring kemudian ia ingat, itu pun bonus dari Allah.
Itulah yang harus dipahami bahwa Islam ini memberikan pembebanan kepada orang-orang yang sadar dan mampu memikul beban dari itu. Termasuk lupa atau tertidur.
Andaikan ada orang yang tidur dari subuh sampai sahur, puasanya itu sah. Pada dasarnya orang yang tertidur itu boleh, dia tidak termasuk hal-hal yang membatalkan puasa. Hanya sangat disayangkan jika pada bulan puasa ada orang secara sengaja berniat untuk tidur biar lupa makan dan minum.
Ada fenomena adanya permainan online yang banyak dimainkan saat ini, kalau permainan itu tidak menimbulkan syahwat seperti anak-anak main itu, tidak ada masalah. Tapi kalau gambar-gambar porno dan lain sebagainya ini masuk kategori ada kaitannya dengan onani atau menyaksikan sesuatu maka dapat memunculkan syahwatnya.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Transkrip ceramah “Oase Ramadhan” Radio Celebes 90.9 FM

 

Artikulli paraprakRamadan Lebih Bermakna
Artikulli tjetërKelompok Orang Diberikan Keringanan Tak Berpuasa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini