Seorang ulama atau dai meski dengan berbagai kesibukannya, hendaknya tetap memperhatikan pendidikan putra-putrinya. Ya, jangan hanya memaksakan Sang Istri untuk sendirian mengontrol pembinaan mereka.

Nah, demi pembinaan putranya tercinta, Al-Hafidzh Abul-Fadhl Abdurrahim bin Al-Husein atau yang lebih populer dengan julukan Zainuddin Al-‘Iraqiy (w. 806 H) membuat satu buku kumpulan hadis agar dihafal oleh putranya, Al-Hafidzh Waliyyuddin Abu Zur’ah Al-‘Iraqiy (w. 827 H). Kumpulan hadis tersebut diberi judul “Taqrib Al-Asaaniid.”

Tidak hanya itu, bahkan setelah Sang Putra yang juga nanti menjadi ulama besar itu menghafal buku tersebut, Sang Ayah langsung menulis syarah hadis-hadis tersebut dalam sebuah buku yang berjudul “Tharh At-Tatsriib.” Tentunya itu demi Sang Putra, juga demi memberikan manfaat pada murid-muridnya yang lain.

Ajaibnya, dalam buku yang dicetak sebanyak 7 jilid itu, Sang Ayah menyebut biografi Sang Putra meskipun tentu secara ringkas. Sayang sekali, buku tersebut belum sempat beliau sempurnakan, karena beliau lebih dahulu wafat.

Apa yang terjadi dengan buku itu?
Sang Putra, Abu Zur’ah, langsung berinisiatif menyempurnakan buku Sang Ayah yang sebenarnya tertulis sebagai hadiah untuk dirinya sendiri. Sehingga lengkaplah buku ini dalam cetakan 7 jilid dengan 2 penulis; Ayah dan Anak.

Meskipun amalan Sang Ayah dalam penulisan buku ini untuk dirinya tak akan terbayarkan, namun Abu Zur’ah telah sukses menyempurnakan salah satu karya ayahnya secara baik dan persis dengan keinginan Sang Ayah.

Buku ini merupakan salah satu buku syarah hadis yang terindah. Di dalamnya terdapat banyak faedah ilmu yang luar biasa. Sebagai contoh, hadis “Amalan tergantung niatnya” yang menjadi hadis pertama di buku ini, disyarah oleh Al-‘Iraqiy dalam 63 faedah, di sekitar 50an halaman.

Semoga Allah Ta’ala merahmati keduanya dan mengumpulkan kita semua bersama keduanya, juga bersama Sang Baginda shallallahu’alaihi wasallam di surga-Nya kelak. Aamiin.

Mungkin saja buku ini terlalu besar untuk kita kuasai, tapi salah satu hikmah luar biasa dari penulisan buku ini adalah: sesibuk apa pun diri kita, hendaknya jangan lupa memperhatikan pembinaan dan pendidikan putra-putri kita. Wassalaam.

Oleh Ustadz Maulana La Eda, Lc, M.A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here