MAKASSAR – Pelatihan Upgrading Bekam sukses dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan, Olahraga dan Lingkungan (DEPKESORLING) DPP Wahdah Islamiyah bersama Wahdah Peduli, di Ruang rapat kantor DPP Wahdah Islamiyah, Jalan Antang Raya No. 48 Makassar, Sabtu (14/03/2020).

Pelatihan mengambil konsentrasi materi pada Anatomi – Fisiologi Kulit dan Pembuluh Darah yang disampaikan langsung oleh dr. Mujahid Amiruddin Abdullah, tim Medis Wahdah Peduli.

Pelatihan Upgrading Bekam sukses dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan, Olahraga dan Lingkungan (DEPKESORLING) DPP Wahdah Islamiyah bersama Wahdah Peduli, di Ruang rapat kantor DPP Wahdah Islamiyah, Jalan Antang Raya No. 48 Makassar, Sabtu (14/03/2020).

Saat memulai materinya, dokter Mujahid mengatakan bahwa Upgrading ini sangat penting untuk memperbaharui wawasan praktisi bekam mengenai kondisi saat ini.

“Di Indonesia pengetahuan tentang bekam sangat terlambat sehingga banyak praktisi bekam yang melakukan malpraktek. Bukan  karena skillnya kurang, melainkan karena tidak adanya upgrading ilmu,” ungkap dia.

Dia kemudian memberikan contoh pentingnya memperbaharui pengetahuan mengenai dunia medis, yakni pada merebaknya Covid-19 atau yang dikenal dengan virus Corona.

dr. Mujahid Amiruddin Abdullah, tim Medis Wahdah Peduli membetikan materi Upgrading Bekam.

“Corona sebenarnya penyakit lama, namun mereka terus berevolusi. Contoh lainnya adalah dulu angka kematian terbesar adalah akibat serangan Jantung dan pembuluh darah atau yang disebut dengan Kardiosvakular. Sekarang menurut peneliti, yang menyebabkan kematian terbesar adalah depresi,” ujar dia.

Menurut dokter kelahiran kota suci Mekah Arab Saudi ini, Upgrading ini merupakan pelatihan pertama yang dilakukan di Sulawesi, untuk memperkenalkan apa saja kompetensi yang harus diketahui oleh dokter dan praktisi bekam, khususnya yang bukan berlatar belakang tim medis.

Dia menambahkan, tujuan upgrading lainnya yaitu untuk meningkatkan ilmu Evidence Based. Sebab menurut dia, untuk mengembangkan suatu ilmu, kita harus memiliki data.

Materi pelatihan disajikan melalui sebuah slide presentasi sederhana.

Melalui tampilan slide presentasi sederhana, dokter Mujahid memaparkan beberapa sub materi, diantaranya adalah Etika bekam, Etika cuci tangan, Anatomi dan Fisiologi Kulit, Anatomi dan Fisiologi Pembuluh Darah, Cara Kerja Bekam, dan Penyakit-penyakit kulit dan Pembuluh Darah.

Pelatihan kemudian ditutup dengan tanya jawab dari peserta pelatihan kepada pemateri. Salah satunya datang dari Praktisi bekam asal Sulawesi Tengah, Wahyu. Dia mengajukan pertanyaan berkaitan dengan penyakit bisul yang kerap menjadi titik bekam dalam penyembuhannya. Dokter Mujahid kemudian menjelaskan, bisul terjadi akibat infeksi bakteri dan bisa juga karena penyakit lain, misal pada orang yang telah berusia lanjut, disebabkan tingginya kandungan gula darah.

“Bisa jadi karena jaringannya mulai rusak, maka harus diperhatikan dengan baik dengan menjaga kesterilan alat, di sinilah pentingnya diagnosa sebelum membekam,” jelas dokter alumni Universitas Hasanuddin ini.

Sebagai kesimpulannya, dokter Mujahid menekankan pentingnya Diagnosa sebelum melakukan praktek bekam, karena terkadang tiap kondisi pasien berbeda cara penanganannya.

“Masyarakat harus berhati-hati dengan beberapa penanganan medis tradisional termasuk yang menurutnya Sunnah seperti Pengobatan Akhir Zaman (PAZ) yang sedang terkenal. Evidence Based yang ilmiah harus diperhatikan dengan baik, yang datang dari hasil pemeriksaan dokter atau para pakar,” tutup dia. (*rh)

Foto bersama seluruh peserta dan pengurus Wahdah Peduli, di Kantor DPP Wahdah Islamiyah, Jalan Antang Raya No. 48 Makassar, Sabtu (14/03/2020).
Berita sebelumyaHUKUM PENGOBATAN METODE SEFT
Berita berikutnyaImbauan Terkait Penyebaran Virus Corona (Covid-19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here