Faktor lain yang menjadi sebab munculnya  penyakit futur yang menimpa aktifis dakwah, ahli ibadah dan penuntut ilmu adalah penyakit hati dan syahwat tersembunyi (samar).

Penyakit hati yang paling buruk adalah hizbiyah (sektarianisme, membanggakan golongan). Semua penyakit terkumpul padanya. Orang yang berpenyakit hizbiyah mengira dirinya berbuat baik, padahal yang dilakukan adalah sebaliknya.

Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu?” (terj. Qs. Fathir [35]: 8)

Apabila hati telah tertimpa penyakit-penyakit ini dan yang semisal dengannya, dia akan disibukkan dengan makhluk, alih alih sibuk dengan Al-Khaliq. Rasa cemasnya bertambah dan kekuatannya menurun drastis. Dia bersedih karena saudaranya seislam bergembira dan dia bergembira karena saudaranya bersedih.

Syahwat yang samar dan tersembunyi juga termasuk penyakit hati  yang menjadi faktor penyebab futur.  Sedikit sekali yang berhasil selamat dari jerat syahwat yang tersembunyi ini. Hanya orang-orang yang dipelihara dan dirahmati Allah saja.

Baca Juga!

Faktor Penyebab Futur (20)

Terapi Futur (4)

Terapi Futur (3)

 

Seorang juru dakwah atau penuntut ilmu memulai langkahnya dengan ikhlas dan murni karena Allah. Lantas seiring dengan bertambahnya ilmunya, orang-orang mengelilinginya, dan lisannya semakin fasih serta mampu memberi pengaruh. Saat itulah hasrat yang terpendam bergerak di sisinya. Dia jadi suka jika orang-orang mengerumuninya. Dia juga mulai memperhatikan dunia dan keindahannya. Dia mulai mempertimbangkan posisi dan kedudukan. Dia tidak rela jika dia tidak tampil dalam berbagai majelis. Dia berduka jika tidak dipanggil dengan gelar yang terbaik. Itu semua meskipun dia tidak menampakkannya terang-terangan. Itulah syahwat yang tersembunyi yang mungkin telah mulai mengakar sehingga suatu saat bisa saja dia mengejawantahkannya terang-terangan

Ketika Rasulullah ditanya tentang syahwat yang tersembunyi, beliau menjawab, “Yaitu seseorang yang mempelajari suatu ilmu, dia ingin orang lain mengerumuninya.”

Kita berlindung kepada Allah dari kehinaan.

Barangsiapa yang demikian keadaannya, maka seyogianya segera mengubahnya. Sebab, sejatinya dia bergantung kepada para makhluk, bukan kepada Al-Khaliq. Padahal Allah telah berfirman:

تلك الدر الاخرة نجعلها للذين لا يريدون علوا في الارض ولا فسادا

Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi (Al-Qashash [28]: 83)”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here