Faktor Penyebab Futur (19): Merasa Kesepian di Jalan Dakwah yang Panjang

Jalan dakwah merupakan jalan yang panjang dan memerlukan waktu tempuh yang lama. Jalan ini juga sepi dari ketenaran. Sehingga kadang seorang juru dakwah merasakan jalan dakwah sebagai sesuatu yang harus ditempuh dalam waktu lama. Namun acapkali  sedikit orang bisa diajak bekerja sama dalam menempuh jalan ini.

Jika hal itu ditambah dengan waktu dan angan-angan yang panjang, maka kesulitan pun semakin bertambah, iradah dan semangat seseorang menjadi lemah. Nabi telah menerangkan bahwa pada asalnya manusia bertabiat panjang angan-angan. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Hati seorang tua tetap muda berkenaan dengan dua perkara: cinta harta dan panjang angan-angan.”

Panjangnya jalan yang mesti ditempuh dan adanya banyak rintangan, tantangan, dan kesulitan, sering membuat banyak orang menjadi lemah dan patah semangat. Jika hal itu ditambah dengan sedikitnya orang yang dapat diajak bekerja sama dan tidak adanya orang-orang yang dicintai dan sahabat. Sehingga akan membuat seseorang merasa hidup dalam keterasingan. Semua itu mendukung datangnya kemunduran, futur, dan mencari-cari alasan untuk berhenti dari aktivitas.

Mengingat akhirat, ziarah kubur, kuatnya hubungan dengan Allah, banyak beribadah, yakin akan datangnya malaikat maut tanpa ada kesepakatan sebelumnya, dan mencari teman-teman yang shalih yang sudi membantu pelaksanaan berbagai bentuk ketaatan. Semua ini akan menyelamatkan seseorang dari penyakit ini di samping akan membebaskannya dari angan-angan palsu yang telah menyusahkan orang-orang sebelum kita.  Allah berfirman,

“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).” (Al-Hijr [15]: 3)

Baca Juga:

Faktor Penyebab Futur (16)

Menggenggam Iman dalam Dakwah 

Faktor Penyebab Futur (17)

Faktor Penyebab Futur (18)

Memperbarui iman, menjaganya, mengintrospeksi diri, dan merenungkan kehidupan orang-orang yang telah lalu merupakan beberapa faktor yang dapat membantu seseorang dalam menapaki jalan panjang berikut lika-likunya. Kepercayaan kepada Allah dan bersandar kepada-Nya mencukupinya dari sepinya kawan-kawan y yang menapaki jalan itu. Tentang ucapan Nabi Luth kepada kaumnya Allah berfirman,

“Dia (Luth) berkata, ‘Sekiranya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).‘.” (Had [11]: 80)

Rasulullah bersabda, “Rahmat Allah terlimpah kepada Luth yang tidak dapat berlindung kepada keluarga yang kuat. Kepada kaumnya dia berkata, ‘Sekiranya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan). Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi sesudahnya melainkan berada di tengah-tengah pendukung yang banyak dan kuat di antara kaumnya.” []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here