Pada tulisan sebelumnya telah disinggung bahawa futur atau penurunan semangat atau malas beribadah setelah sebelumnya sungguh-sungguh dan rajin merupakan penyakit yang biasa menimpa para ahli ibadah, juru da’wah, dan penuntut ilmu. Dimana jika terserang penyakit ini seseorang menjadi lemah, lamban, dan malas setelah sebelumnya semangat, rajin, dan bersungguh-sungguh. Bahkan pada tingkat yang paling parah seseorang terputus sama sekali dari suatu amal ibadah dan da’wah, wallahul musta’an.

Pada tulisan sebelumnya juga telah disebutkan beberapa gejala seseorang terjangkiti peyakit futur. Pada tulisan ini insya Allah akan disebutkan beberapa faktor yang menjadi sebab seseorang dilanda penyakit futur, yaitu;

  1. Tidak ikhlas dan tidak menjaga keikhlasan,

  2. Tidak menguasai ilmu syar’i,

  3. Hati terpikat pada dunia dan lupa pada akhirat,

  4. Ujian; istri dan anak anak,

  5. Hidup di lingkungan yang rusak,

  6. Bergaul dengan orang-orang yang tidak punya iradah dan himmah (keinginan dan obsesi),

  7. Maksiat, kemunkaran, dan makanan haram,

  8. Tujuan yang tidak jelas,

  9. Tidak yakin pada tujuan (cita-cita) yang telah dicanangkan,

  10. Tidak realistis,

  11. Onak dan duri (Cobaan dan ujian)

  12. Hidup menyendiri,

  13. Statis dalam sarana amal dan fase-fase da’wah,

  14. Menyimpang dari sasaran yang benar,

  15. Tidak menyadari rintangan atau tantangan yang menghadang,

  16. Tarbiyah yang buruk,

  17. Tidak ada keselasaran antara keahlian (potensi) dan pekerjaan,

  18. Lingungan yang berbeda,

  19. Angan-angan kosong,

  20. Sebab-sebab lain, (diantaranya); (a) Penyakit hati seperti dengki, suudzan, dan dendam, (b)Syahwat khafiyah (tersembunyi), (c) tidak sungguh-sungguh dalam beribadah, khususnya amal harian, (d) Membanggakan golongan dan fanatik, (e) Tidak konsisten dalam melaksanakan suatu program, dan sebagainya.

Demikian beberapa faktor penyebab futur, sebagaimana disebutkan oleh Syekh. Prof. DR. Nashir bin Sulaiman Al-Umar hafidzahullah dalam kitabnya Al-Futur; Al-Madzahir, Al-Asbab, Wa Al-‘Ilaj, uraian dari masing-masing poin tersebut akan dijelaskan pada tulisan-tulisan berikutnya insya Allah. Selamat mengikuti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here