Eratkan Ukhuwah untuk Ibadah dan Sebuah Cita-Cita Besar

Setelah mengukuhkan Cabang Bantaeng, Ketua Umum DPP WI melanjutkan perjalanan ke Cabang Bulukumba, mengisi tabligh akbar di Masjid Nurut Tarbiyah Jalan Titang Raya Ela-Ela Markaz WI Bulukumba, Sabtu 26 April 2008 dengan tema “Ukhuwah Islamiyah Merupakan Buah Keimanan”.

 

“Ukhuwah Islamiyah begitu jelas diatur dalam Islam, akan tetapi masih banyak dari kita yang tidak menunjukkan ukhuwah yang hakiki”, ungkap Ustadz Zaitun mengawali tabligh akbar.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,agar dapat mewujudkan ukhuwah,diantaranya:

Satu, Sebarkan Salam. Sesuai dengan hadits  yang memerintahkan seorang muslim untuk menyebarkan salam kepada muslim lainnya yang dikenal maupun yang tidak dikenal,begitupun juga kepada orang yang punya masalah dengan kita. dan  yang lebih utama adalah yang pertama mengucapkan salam.

Yang perlu diperhatikan, mengucapkan salam tidak sekedar formalitas, akan tetapi diucapkan dengan ikhlas dan dibarengi dengan perhatian.

Kedua. Tersenyum, senyum kepada saudara kita merupakan sedekah. Terlebih lagi kepada keluarga di rumah, istri dan anak sehingga menumbuhkan keyakinan kecintaan kepada mereka.

Ketiga. Komunikasi, hal ini merupakan faktor paling penting dalam membangun ukhuwah. Bertemu dengan orang lain tidak cukup dengan salam dan senyum. Terkadang tiap hari kita sama-sama shalat jamaah, tapi tidak pernah kita bicara langsung dengannya, sehingga namanya saja kita belum tahu. Kebanyakan, seseorang baru mau mengajak seseorang bicara bila ada keperluan yang berhubungan langsung dirinya atau menyangkut duniawi. Seorang muslim hendaknya memulai berkomunikasi dengan orang lain, walaupun hanya sekedar perkenalan nama dan menanyakan kabarnya.

Banyak timbul persoalan, perselihan dan perpecahan di suatu organisasi, penyebab utamanya adalah kurangnya komunikasi. Keadaan semacam inilah dimanfaatkan iblis untuk menambah persoalan yang ada, untuk memutuskan hubungan silaturrahmi yang ada.

Bicara masalah ukhuwah, yang paling dekat adalah di rumah. Komunikasi dengan Istri dan anak. Seringnya timbul masalah dalam rumah tangga, kebanyakan sebabnya dari pihak suami yang kurang komunikasi dengan istri. Hubungan dengan istri tidak hanya sebatas hubungan formal, akan tetapi hubungan pasutri merupakan hubungan antar jiwa, sehingga perlu terus komunikasi untuk menjalinnya.

Berdasarkan penelitian, wanita perlu mengeluarkan normalnya 10 ribu kata setiap hari sedangkan laki-laki hanya 3 ribu. Secara kodrat wanita itu selalu ingin berkomunikasi, itulah sering kita dengar anak-anak perempuan banyak yang cerewet bukan pada anak-anak laki-laki.

Menurut seseorang Ulama, istri jadi halal karena komunikasi, yakni dengan perkataan saat akad nikah (saya terima nikahnya fulanah …….). Jadi perlu para suami memperhatikan hal ini. Betapa penting seorang suami kepada istrinya, mengucapkan  ungkapan-ungkapan kasih sayang dan memanggil dengan panggilan yang baik.

Seperti ungkapan inni uhibbuka fillah (saya mencintaimu karena Allah). Sesuai dengan riwayat,  tentang seseorang yang mengatakan di hadapan Nabi, saya mencintai orang itu  karena Allah, lalu Nabi mengatakan apakah kau telah mengucapkannya di hadapannya, sahabat itu menjawab, belum Rasullullah. Lalu Rasulullah menyuruh menyusul orang itu dan sampaikan langsung bahwa saya mencintaimu karena Allah. Begitu pula kepada anak-anak di rumah.

Empat. Memberi makan, memberi makan kepada sesama punya nilai ukhuwah yang dalam. Seperti dalam pesta walimah, kita diperintahkan tidak hanya mengundang orang kaya saja akan tetapi mengundang juga orang miskin.

Lima. Memberi hadiah, sesuai anjuran Nabi agar kita saling memberi hadiah karena dengannya kita akan saling mencintai. Bila kita diberi hadiah,sebaiknya dibalas, karena sesuai anjuran saling memberi, artinya ada hubungan timbal balik.

Seperti biasanya kita melihat orangtua kita, bila ada yang memberikan sesuatu sebagai  hadiah pakai wadah, maka wadah tersebut tidak kembali dalam keadaan kosong.

Urgensi Ukhuwah
Mari kita jaga ukhuwah, karena dengan ukhuwah yang baik merupakan indikasi kesempurnaan iman. Ukhuwah juga dibutuhkan sebagai sarana dalam mewujudkan cita-cita perjuangan. Sebab, perjuangan semakin berat, sehingga dibutuhkan ukhuwah dan persatuan para pejuang Islam untuk menyebarkan Islam.

Hilangkan semua perasaan dengki, iri, apalagi perasaan permusuhan sesama kaum muslimin. Perasaan tersebut, hanya akan melahirkan perpecahaan . “Taatilah Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar.” Demikianlah teguran Allah dalam surat Al Anfal ayat 46

Olehnya itu, perlu kita ingatkan kepada para para aktivis, jangan bermimpi menegakkan syiar Islam, jika ukhuwah tidak dijalin dengan baik. Jadi, membina ukhuwah sebagai ibadah, juga sebagai alat untuk mewujudkan cita-cita besar perjuangan.

Kita harus saling menasehati, meningkatkan kesabaran dalam berinteraksi dengan saudara kita. Sehingga, pada akhirnya setiap kita berkepentingan untuk mewujudkan terciptanya ukhuwah yang kokoh bagi kaum muslimin.

Setelah tabligh akbar, dilanjutkan dengan  konsolidasi  pengurus antara DPP, dalam hal ini Ketua Umum dan Pengurus DPC Bulukumba. Konsolidasi ini didampingi oleh Ustadz Iskandar Kato (Ketua Departemen Pengembangan Daerah).

 

Artikulli paraprakPengukuhan Cabang Bantaeng
Artikulli tjetërPatabai Kunjungi Wahdah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini