(Bone-wahdah.or.id)- Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Bone Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) IV pada Ahad, 16 Rabiul Akhir 1438/15 Januari 2017. Kegiatan ini dilaksanakan di Kompleks Pesantren Ibnu Qoyyim Wahdah Islamiyah Bone dengan mengangkat tema “Membangun Sinergitas, Profesionalisme dan Kemandirian Organisasi Wahdah Islamiyah Bone sebagai Landasan untuk Mewujudkan Visi 2030”. Kegiatan ini merupakan agenda lanjutan setelah MUSDA kemarin.

Mukerda IV DPD WI Bone ini diawali dengan sambutan ketua DPD Wahdah Islamiyah Bone Ustadz Ervan Muhammad Arsyad Hafidzahullah kemudian dilanjutkan sambutan kedua oleh utusan DPP yaitu Ustadz Syamsuddin Kurru Hafidzahullah yang merupakan Ketua Departemen Urusan Daerah DPP Wahdah Islamiyah sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi. Ustadz Abdul Rahim Hafidzahullah selaku Ketua DPW Sulawesi Selatan juga turut hadir dalam kegiatan ini.

Ustadz Ervan Muhammad Arsyad Hafidzahullah dalam sambutannya mengatakan bahwa seorang dai adalah orang yang telah dipilih oleh Allah sebagai pelanjut di jalan dakwah untuk mengembalikan kejayaan Islam dengan tangan, lisan dan keringat. Ketika mulai merasa malas atau muncul perasaan jenuh maka ingatlah kembali keutamaan para dai.

“Selanjutnya setelah Mukerda ini maka tidak ada lagi waktu untuk berleha-leha, ini menjadi momentum untuk sinergitas antar-depertemen untuk saling menguatkan, termasuk ikhwah dan akhwat dengan komunikasi yang baik dan kerjasama yang baik, Insyaa Allah kita akan semakin baik” tuturnya.

Perwakilan DPP dalam hal ini Ustadz Syamsuddin Kurru Hafidzahullah disela-sela sambutannya memberikan semangat kepada para kader dakwah yang hadir. Beliau mengatakan bahwa dalam usaha memperjuangkan kejayaan Islam yang kita lakukan, ada orang-orang yang berusaha untuk melemahkan perjuangan. Namun sesungguhnya kekuatan Islam itu bukan dengan jumlah atau dengan kuat atau lemahnya musuh namun karena pertolongan Allah dan disebabkan karena ketakwaan kita. Beliau mengimbau agar tetap fokus pada kerja-kerja dakwah.

“Bercapek-capek karena Allah Insyaa Allah lebih bernilai ketimbang kecapaian yang lain meskipun tidak terlarang namun jadikan kecapaian kita itu menjadi penopang akhirat kita” pungkasnya. Sebagai penutup beliau mengajak untuk membangun kecintaan diantara sesama pejuang dakwah, saling mengoreksi dan mengingatkan demi kemajuan dakwah.[Arlin/dandi]

Berita sebelumyaTips Menahan Emosi dan Marah
Berita berikutnyaZakat Gaji Bulanan, Bagaimana Perhitungannya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here