DPC Gorontalo Gelar Tabligh Akbar dan Donor Darah

  • Bupati Turut Donor Darah

Gorontalo, Dewan Pimpinan Cabang Wahdah Islamiyah Gorontalo, Ahad, 29 Dzulhijjah 1431 H (5 Desember 2010 M) sukses menggelar Tabligh Akbar dan Aksi Donor Darah. Kegiatan yang diprakarsai oleh Departemen Dakwah dan Departemen Humas ini bertempat di aula SMA Terpadu Wira Bhakti yang dihadiri oleh 250 peserta.

Kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap enam bulan sekali ini bertujuan membantu Palang Merah Indonesia dalam menyediakan stok darah. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Moh. Nawir Thamrin dalam sambutannya selaku panitia. Pada aksi donor darah didapat 32 kantong darah.

“Darah yang kita sumbangkan akan sangat berarti, dan dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala bisa melanjutkan hidup saudara-saudara kita yang membutuhkannya,” ungkap Ketua DPC Wahdah Islamiyah Gorontalo, Ishak Abdul Razak Bakari,Lc dalam sambutannnya.

Sementara itu, Bupati Bone Bolango, Ir. Abdul Haris Nadjamuddin, MM mengawali sambutannya beliau mengingatkan kepada peserta untuk senantiasa berkomitmen dengan syariat Islam agar Islam bisa berjaya kembali seperti pada zaman Rasulullah. Berkomitmen dari kepala (pimpinan-red) bukan dari kaki, ungkap bupati yang pada kesempatan ini turut mendonorkan darahnya. “Alhamdulillah Wahdah Islamiyah di Gorontalo sudah diterima di tengah-tengah masyarakat. Karena sesuatu hal yang baru pasti orang kaget. Saya meskipun non aktif tapi resmi bupati sebagai pimpinan daerah tidak kaget maka dibawahnya pun Insya Allah tidak kaget  dengan adanya Wahdah Islamiyah,” ujarnya.

Beliau juga memberikan apresiasi kepada Wahdah Islamiyah Gorontalo atas terlaksananya Tabligh Akbar dan Donor Darah ini. Beliau mengharapkan agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah. Mengakhiri sambutannya, Bupati yang saat ini dinonaktifkan sementara, berdo’a dan berharap akan muncul pemimpin-pemimpin yang qur’ani di bumi Gorontalo.

Dalam ceramahnya dengan tema makna hijrah yang sesungguhnya, Ustadz. Supardi Liu, Lc menasihatkan beberapa pelajaran yang dapat diambil dari kisah hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara lain bahwasanya agama dibangun di atas keteraturan. “Dakwah yang merupakan bagian dari agama harus dibangun diatas keteraturan dan terorganisir. Diawali dengan perencanaan-perencanaan yang matang dan menyusun strategi yang baik agar umat terus terbina dan berkesinambungan tanpa terputus. Dan juga dakwah harus dibangun diatas kerjasama yang baik,” ungkap Ustadz.
 

Artikulli paraprakPerisai Badar Gelar Bakti Sosial
Artikulli tjetër30 Ibu Rumah Tangga Ikut Wisuda Lulus Baca Al Quran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini