DO’A NABI IBRAHIM DAN KABAR GEMBIRA NABI ‘ISA ‘alahimassalam
(Serial Sirah Nabawiyah [03] dari Kitab Al-Khulaashoh Al-Bahiyyah fiy Ahdaats As-Siyrah An-Nabawiyah, Karya Syekh Wahid Abdus-Salam Bali)
٣ – يقول – صلى الله عليه وسلم -: ((أنا دعوة إبراهيم، وبشرى عيسى، رأت أمي حين حملت بي كأن نورا خرج منها أضاءت له قصور بصرى من أرض الشام((.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku adalah doa Nabi Ibrahim, kabar gembira Nabi Isa, dan ibuku melihat ketika ia mengandungku seolah-olah cahaya keluar darinya menerangi istana-istana Bushra di Negri Syam.”

IMG-20151005-WA0008
Pelajaran:
Hadits ini dishohihkan oleh asy-syaikh al-Albani dalam Shohih al-Jaami’ 1463 – 3451, Diriwayatkan oleh Ahmad 5/262, dan al-Hakim 4230.
Do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam’ yang dimaksud adalah do’a Beliau yang termaktub dalam al-Qur’an:
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (terj. QS al-Baqarah: 129)
Kabar gembira Nabi Isa ‘alaihis salam yang dimaksud adalah apa yg diabadikan di dalam al-Qur’an tentang Nabi Isa:
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرائيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقاً لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّراً بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika ‘Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad), ” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”” (terj. QS Ash-Shaf:6)
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathoif Ma’arifnya menafsirkan bahwa cahaya yg dimaksud adalah indikasi atas apa yang akan datang bersamanya, yaitu cahaya yang dijadikan petunjuk oleh penduduk bumi dan hilangnya kegelapan syirik.  Sebagaimana firman Allah ﷻ di Surah al-Maidah 15-16.
Keutamaan Negri Syam (yg skrang meliputi Suriah,Palestina, Yordania dan Libanon). Ibnu Katsir berkata tentang hadits ini, “Penyebutan negeri Syam secara khusus dengan keluarnya cahaya adalah sebuah isyarat akan kokohnya agama ini di negri Syam. Negri Syam pada akhir zaman akan menjadi benteng pertahanan bagi Islam dan pemeluknya. Di negeri inilah Nabi Isa putera Maryam akan turun di Damaskus pada menara putih di bagian Timur.  Dalam Shohih Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:  “Senantiasa sekelompok dari umatku yang terus berjuang menampakkan kebenaran tidaklah membahayakan orang-orang yang mencerca dan menyelisihi mereka, hingga datang urusan Allah (yakni hari kiamat) dan mereka tetap dalam keadaan demikian (berjuang di jalan Allah).” Dalam riwayat Shahih Bukhari, ‘Dan mereka berada di Negeri Syam’.”
WaLlohu Ta’ala A’lam.
Ustadz Abu Abdirrazzaq Marzuki Umar, Lc. حفظه الله (Alumni Fakultas Syari’ah Universitas Islam Madinah dan saat ini menempuh S2 di jurusan Sejarah Islam di kampus yang sama)
====
Asalnya tulisan ini merupakan materi pelajaran Grup Whats App  Belajar Islam Intensif (BII), dipublish kembali di web ini setelah proses editing oleh Redaksi dan atas idzin dari redaksi BII dan penulis hafidzahullah. Gabung Grup WA BII, Ketik BII#Nama#Daerah, Kirim ke: 08113940090

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here