Kita mungkin terkadang bertanya tanya hewan nanti pada hari kiamat apakah juga akan dihisab? Kemudian apakah juga akan masuk surga dan neraka? Lalu bagaimana cara kita menebus dosa kita ketika pernah menyakiti hewan?

Para pembaca yang dimuliakan allah ternyata allah telah menegaskan hal tersebut dalam al-qur’an surat at takwir, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وإذا الوحوش حشرت
Daftar Isi sembunyikan

“Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan” (At-Takwir/5)

Juga Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ وَلا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُون

“Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.” (Al-An’am/38)

َ قال ابن عباس : يحشر كل شيء حتى الذباب .

“Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu menjelaskan : akan dikumpulkan segala sesuatu sampai lalatpun”

Dan Hewan-hewan pada hari kiamat setelah dibangkitkan akan ditegakkan pengadilannya satu dengan yang lain. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dari hadits riwayat abu hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

َلَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنْ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ رواه مسلم ( البر والصلة والآداب/4679) .

“Benar-benar akan ditegakkan hak-hak itu kepada para pemiliknya pada hari kiamat sampai sampai kambing tidak bertanduk (didunia) akan membalas kambing yang bertanduk (didunia).” (H.R. Muslim)
[Bab al-bir wal silah wal adab no. 4679]

Dan juga disebutkan dalam hadits:

يقضي الله بين خلقه الجن والإنس والبهائم ، وإنه ليقيد يومئذ الجماء من القرناء ، حتى إذا لم يبق تبعة عند واحدة لأخرى قال الله : كونوا ترابا ، فعند ذلك يقول الكافر : { يا ليتني كنت تراباً ).

“Ketika Allah mengadili diantara makhluknya para jin, manusia dan hewan-hewan, dan sungguh Dia pada hari itu akan menegakkan hukum bahakan kepada kambing yang ditanduk dan kambing yang menanduk, sampai ketika sudah tidak tersisa lagi hak satu kepada yang lain maka allah mengatakan : Jadilah kalian (wahai para hewan) debu (yang berterbangan), maka saat itu orang kafir mengatakan : duhai sekiranya aku menjadi debu saja.

Berkata syaikh al Albani (pakar ahli hadits) tentang hadits ini bahwa hadits tersebut shahih. [Lihat kitab silsilah as shahihah jilid 4 hal 966 nomer hadits 1966].

Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim berbuat baik lemah lembut terhadap hewan dan tidak menyiksanya, bahkan ada seorang perempuan yang masuk kedalam neraka disebabkan seekor kucing.

Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:

دَخَلَتْ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الأَرْض

“Ada seorang wanita yang masuk neraka karena kucing, dia mengikatnya dan tidak memberinya makan dan tidak juga membiarkannya berkeliaran untuk bisa mencari makan dari makananya yang ada dibumi.” [Lihat shahih al-bukhari kitab bad’u al-khalqi nomer hadits 3071]

Dan ada pula seorang (maaf) pelacur yang diampuni oleh Allah karena telah berbuat baik terhadap seekor anjing. Berdasarkan hadits dari abu hurairah radhiyallahu anhu bersabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

َ بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ

“Ketika ada seekor anjing yang menjilati tanah karena hampir mati kehausan, ketika itu ada seorang pelacur dari para pelacur yang hidup zaman bani isra’il, kemudian dia melepas sepatunya dan memberikan minum kepadanya, maka allah mengampuninya atas perbuatannya tersebut”. [Lihat di kitab hadits al anbiya’ nomer hadits 3208]

Dan apabila sudah terlanjur pernah menyakiti hewan maka wajib bertaubat kepada Allah azza wa jalla karena Dialah Rab dari hewan-hewan tersebut, dan Dialah yang memberikan sang pemberi tanggung jawab kepada kita untuk menyayangi binatang, kecuali apabila binatang tersebut membahayakan nyawa kita.

________
Penerjemah
Yoshi Putra Pratama
(Mahasiswa Universitas Islam Madinah)

Rujukan:
——————–
https://islamqa.info/ar/11437
Apl quran
Apl jami’ kutub sunnah

Artikulli paraprakKemuliaan Akhlak: Potret Kesalehan Murabbi dan Mutarabbi
Artikulli tjetërMuawiyah bin Muawiyah Al-Muzani Radiyallahu ‘anhu; Dishalatkan 140.000 Malaikat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini