DI NEGERI MUTIARA HITAM SEMANGAT DAKWAH INI MEMBARA

Date:

di pulau ugar bersama ust adian husaini dan ust fazdlan

DI NEGERI MUTIARA HITAM SEMANGAT DAKWAH INI MEMBARA

Aku harus menjadi pribadi yang kuat

Catatan nikmat perjalanan dakwah 2 hari di pulau Ugar Fakfak Papua

Oleh Nur Ihsan Muhammad Idris

Wahdah Islamiyah Jakarta

Sekitar jam 11 malam 21 Januari 2014, saat saya telah terlelap dalam tidur, saya dikagetkan dengan hp berdering, ternyata dari ustadzku ustadz Zaitun. Yang kutahu beliau masih sakit, Apa gerangan yang membuatnya menelponku di tengah malam ini?

Ihsan, antum ini siap-siap segera berangkat malam ini ke Fakfak Papua

gantikan ana isi materi di Jambore Dakwah di sana, nanti pak Yanto (sopir beliau) yang akan jemput” perintah beliau dengan nada yang datar.

Insya Allah ustadz bisa”, sahutku sebagai seorang kader yang terus berlatih siap kapanpun datang perintah pimpinan. Segera kukabarkan istriku dan kupersiapkan perlengkapan keberangkatanku.

Belum terbayang olehku tempat dan kegiatan di sana sampai tiba pak Yanto menjemputku. Sayapun tak tahu jam berapa keberangkatanku ke sana.

Pak Yanto, berapa lama kita tiba di bandara?”

Insya Allah kalau sepi begini bisa 15 menit”jawabnya.

Saat tiba di bandara Sukarno-Hatta Tanggerang baru kutahu pesawatku akan berangkat jam 01.30. segera saya melapor dan menjadi penumpang paling terakhir yang langsung masuk pesawat.

Alhamdulillah tidak terlambat” kataku dalam hati. Dalam penerbangan Jakarta – Fakfak pesawat harus transit di Ambon setelah perjalanan lebih dari 3 jam. Di ruang tunggu bandara saya bertemu dengan Ust. DR. Adian Husaini Pakar Pemikiran Islam dan 3 orang dari lembaga Sahabat Aqsa yang juga akan menuju ke Fakfak sebagai pemateri dalam jambore dakwah ini.

Perjalanan Ambon-Fakfak ditempuh sekitar 1 jam 20 menit.

Saat turun dari pesawat saya baru sadar bahwa rombongan dari Jakarta semua berjumlah 7 orang. Kejutan yang pertama yang kami dapati adalah kami disambut laksana para pejabat pusat yang datang berkunjung di daerah dan dikalungkan ke leher bunga pala yang merupakan penghasilan utama Fakfak. Unik dan lucu juga hehe…

Di bandara inilah saya baru tersadar bahwa acara yang saya akan ikuti ini adalah acara yang terbilang besar yang diberi nama Jambore Dakwah Internasional yang diselenggarakan oleh lembaga Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) pimpinan Ustadz Fadzlan Garamatan seorang dai yang cukup dikenal publik yang dengan izin Alah telah mengislamkan ribuan penduduk asli Papua.

Dikatakan Jambore Internasional terlihat dari gambar beberapa negara di spanduk dan brosur yang tersebar luas di Fakfak yang menunjukkan Jambore ini akan dihadiri oleh peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang dan Korea.

Saya mengira jambore ini akan di adakan di kota Fakfak sebagai daerah perbukitan dengan banyak jalan yang naik turun dan tikungan tajam, ternyata jambore ini diadakan di sebuah pulau bernama pulau Ugas yang harus ditempuh dengan menyeberangi lautan. Rasa ingin tahu tentang pulau tersebutpun semakin besar.

Setelah istirahat sekitar 3 jam. Saya berangkat bersama 3 rombongan mobil dari kota Fakfak sekitar 45kilometer dengan jalan yang berkelok-kelok dan pemandangan indah pepohonan hijau dan hutan di sepanjang perjalanan menuju daerah Kokas. Dan dari sini kami menyeberang lautan dengan kapal kecil cepat sepanjang 8 kilometer sekitar setengah jam menuju pulau Ugar.

Masya Allah, dalam perjalanan laut ini, kami disuguhi keindahan ciptaan Allah yang terhampar luas, air laut bergelombang, pulau pulau kecil yang hijau , sebuah pemandangan luar biasa yang jarang kami dapatkan di Jakarta.

Ya Rabb kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini sia-sia, maka jagalah kami dari siksa api neraka”

Setiba di pulau Ugar ini, kita mendapatkan sebuah kampung yang tertata dengan rapi. Jalan selebar 1,5 meter yang telah dicor, disisinya dibatasi dengan pagar kayu yang dicat warna biru dan putih. Begitu pula rumah-rumahnya yang sederhana yang tersusun rapi. Kampung Ugar memiliki 2 pantai yang berpasir putih yang sangat indah yang berdekatan dengan jejeran pohon kelapa di tepi pantainya yang semakin menambah indah pulau ini.

Di dekat pantai ini telah dibangun puluhan tenda –tenda besar dan sebuah tenda yang sangat besar sebagai tempat utama pelaksanaan jambore ini.

Saya tersadar ini adalah perkemahan. Ya perkemahan yang luar biasa setelah perkemahan terakhir yang saya ikuti setelah tamat SMA tahun 1996 , 18 tahun yang lalu.

Jambore ini diadakan dari tanggal 22 Desember 2014 sampai 1 Januari 2015 yang dihadiri sekitar 1500 peserta dari berbagai daerah di Fakfak dan kabupaten sekitarnya yang didominasi pelajar SMA dan mahasiswa.

Dalam jambore ini para peserta bisa berlibur ,berwisata, berilmu, berlomba, beramal dan berdakwah. Selain mendapatkan penguatan materi keislaman mereka juga mendapat kesempatan kegiatan outbond dan berenang serta menyelam. Sungguh kegiatan yang luar biasa Masya Allah.

Pulau Ugar ini adalah hasil dakwah Ust. Fazdlan dan Lembaga AFKN sejak tujuh tahun lalu. Dengan hasil yang sangat menggembirakan sehingga layak dipilih sebagai pulau pertama pelaksanaan jambore ini.

Banyak hal-hal unik yang saya dapatkan dari jambore ini. Diantaranya seringnya Ustadz Fazdlan dan panitia mengajak peserta untuk menyahut beberapa perkataan.

Kalau panitia mengatakan “ Pemuda” dijawab “ada di sini”. “Ada di mana?” “Di Indonesia”. “NKRI” dijawab “ harga mati” juga slogan “ Allah Yes, Muhammad Yes, Iblis No”

Slogan-slogan ini menunjukkan bagaimana Ust.Fazdlan mendidik mereka yang kebanyakan pemuda untuk memanfaatkan masa mudanya dengan hal yang terbaik, menjaga keutuhan Negara Indonesia ini dan Irian adalah bagian dari padanya, semangat untuk taat kepada Allah dan Rasulnya Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, dan menjauhkan diri dari pengaruh Iblis sang pendorong kemaksiatan.

Lewat Jambore ini beliau mau menunjukkan bahwa Papua bukan negeri yang penduduk aslinya didominasi oleh non Muslim terutama di bumi Fakfak yang ternyata penduduk aslinya lebih dominan muslimnya.

Satu hal yang sangat menonjol yang saya dapati dari Ust.Fazdlan adalah sifat kuat. Kuat dalam berbagai sisi, kekuatan pribadi beliau dalam dakwah dan mengarahkan para binaan, terlihat dari keterlibatan para panitia yang sangat banyak dan para penduduk pulau yang melayani peserta jambore dengan memasakkan makanan di rumah rumah mereka.

Bahkan beliau menyiapkan materi khusus yang berjudul “Dakwah pekerjaan paling bergengsi” untuk memberikan semangat kepada peserta betapa beruntungnya bisa terlibat dalam dakwah dan pembinaan umat.

Juga kekuatan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak yang akhirnya mengsponsori acara ini, dari pihak pemerintah Fakfak, lembaga zakat Baznas,PKPU, Lembaga zakat beberapa bank syariah dan beberapa perusahaan, sehingga jambore ini bukan cuma dirasakan manfatnya oleh peserta tapi juga penduduk pulau ini. Dengan dukungan para sponsor ini , maka jambore ini memberikan manfaat kepada para penduduk dengan berbagai program sosial. Program Rindu Adzan dengan merenovasi masjid, menyediakan pengeras suara dan karpet sholat serta Pembina Al-Quran. Program bangun kampung dengan menyediakan fasilitas listrik yang bisa dinikmati lebih dari 50 kepala keluarga padahal sebelumnya mereka cuma mendapatkan penerang dari pelita dari api, Pembangunan MCK, sumur bor serta air bersih dan program lainnya, Layaknya membedah sebuah pulau awalnya penuh keterbatasan menjadi pulau yang hidup.

Dan rencananya jambore ini akan diadakan setiap tahun dengan mendatangi pulau yang baru untuk dibedah.

Sebuah slogan yang juga disebutkan dalam brosur brosur promosi acara ini, adalah “ Kami datang ke Pulau Ugar dan kami beri apa yang kami Punya”

Sifat kuat yang lainnya yang saya dapatkan dari Ust.Fadzlan adalah perhatian beliau akan pemberdayaan masyarakat objek dakwahnya dan pemberdayaan ekonomi untuk menopang dakwahnya, cukup banyak produk produk yang dihasilnya yang tertulis di produk tersebut , bahwa hasinya akan digunakan untuk pengembangan dakwahnya di Papua.

Beliau sangat menyadari dakwah ini sangat butuh dukungan finansial maka dengan berbagai program ekonomi ini diharapkan dakwah beliau semakin maksimal.

Sebenarnya banyak pelajaran yang saya dapatkan dari perjalan 2 hari ini, Namun pelajaran tentang pentingnya menjadi pribadi yang kuat, benar-benar sangat berkesan bagiku.

Saya teringat bagaimana sifat kuat ini adalah sifat yang Allah sebutkan sebagai sifat para pribadi-pribadi yang memberikan perubahan yang besar akan kondisi umat.

Coba kita perhatikan kisah Nabi Sulaiman alaihis sholatu wassalaam yang Allah sebutkan dalam Surat An-Naml ayat 38-39, saat dia bertanya kepada kaumnya “Siapakah yang sangggup memindahkan singgasana ratu Balqis sebelum mereka datang dengan berserah diri?” , maka Ifrit dari golongan jin segera menyahut “Akulah yang akan membawa kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu” dan untuk meyakinkan Nabi Sulaiman agar mau memberikan tugas ini kepadanya maka Ifrit menyebutkan kemampuan yang dia miliki “ Dan sungguh aku benar benar kuat untuk melakukannya dan terpercaya.”

Perhatikan pula kisah nabi Musa alaihis sholatu wasalaam yang Allah sebutkan dalam Al-Quran surat Al-Qasash setelah beliau menolong 2 gadis mengambir air untuk ternaknya, dan ketika salah seorang gadis meminta kepada ayahnya untuk menjadikan Musa sebagai pekerja mereka, sang gadis meyakinkan ayahnya bahwasanya Musa sangat pantas untuk tugas ini dengan berkata, “ Sesungguhnya sebaik-baik orang yang engkau ambil sebagai pekerja adalah orang yang kuat dan terpercaya” dan Musalah orangnya.

Demikian pula Rasulullah Shallahu alaihi wasallam pernah menjelaskan “Mumin yang kuat lebih baikdan lebih allah cntai darimukmin yang lemah, dan pada setispa mereka ada kebaikannya”

Kita harus menjadi pribadi yang kuat dalam berbagai sisinya. Saat pribadi-pribadi yang kuat ini bergabung dalam sebuah jamaah dan membagusnya menejemen kerja dakwahnya, maka insya Allah kita akan melihat perubahan kondisi umat ini ke arah yang Allah ridhoi, aamiiin.

Nur Ihsan Muhammad Idris.

27 desember 2014

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Siap-Siap Kader Wahdah Sinjai! Berikut Jadwal Safari Dakwah Ketua Dewan Syariah

SINJAI, wahdah.or.id -- Mulai aktif menjalankan program kegiatan, menjelang...

Catat Tanggalnya! Tabligh Akbar Syawal Wahdah Islamiyah Akan Digelar di Butta Salewangang

MAKASSAR, wahdah.or.id - Seperti kebiasaan tiap tahunnya, pasca Ramadan,...

Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Paket Iftar Berisi Nasi dan Ayam Khas untuk Warga Khan Yunis

KHAN YUNIS, wahdah.or.id – Memasuki penghujung bulan suci Ramadhan,...