DI JALAN INI, HANYA ADA KEMULIAAN

Date:

DI JALAN INI, HANYA ADA KEMULIAAN…

Di jalan mulia ini,
Yang ada hanya kemuliaan.
Tak peduli siapa engkau,
Tak peduli apa peranmu,
Selama kedua kaki lemahmu memijaknya,
Engkau –in sya’aLlah- adalah mulia belaka.

Mungkin engkau adalah:
Si tukang ketik yang menguntai huruf demi huruf
di atas kertas berkop.
Si tukang antar surat dan undangan ke penjuru kota,
bahkan negeri.
Si tukang tulis yang mencatat setiap kata
dalam rapat dan musyawarah.

Mungkin engkau adalah:
Si petugas keamanan yang memelototi setiap sosok yang hilir-mudik.
Si tukang parkir yang berdiri penuh peluh di panas yang terik.
Si pengantar nasi bungkus dan kopi
untuk setiap kawan di ruang sana.
Si pengatur microfone agar setiap pandangan
dan argumen tersampaikan dengan jernih.

Mungkin engkau adalah:
Si tukang asuh yang menikmati rengekan makhluk-makhluk kecil
agar para bunda mereka mengikuti rapat penuh amanah.
Si tukang jemput yang menghabiskan waktu hilir-mudik
mengantar siapapun dan apapun untuk kemaslahatan perjuangan.

Si tukang sapu dan pemungut sampah
saat riuh-rendah musyawarah kami berakhir.

Mungkin engkau adalah:
Dia yang ditegur keras karena
konsumsi yang terlambat,
jemputan yang terhambat,
undangan yang tersilap,
kopian yang tak lengkap.

Ah, itulah bumbu-bumbu penyedap perjuangan, Kawan.
Nikmati sajalah,
karena ditegur dalam kebaikan itu kemuliaan!

Duhai Kawan,
Tak peduli siapapun engkau di jalan mulia ini,
Kemuliaanmu tak kurang dari mereka yang duduk
di atas panggung sana.
Yang namanya disebut dengan penuh kehormatan.

Selama engkau tlah ada di jalan mulia ini,
berbanggalah dengan itu, Kawan.

Biarkan namamu tersembunyi,
tanpa ada manusia yang tahu.
Tapi nama kemuliaanmu tlah tercatat
oleh Sang Maha Mengetahui.
Nikmatilah ketersembunyian itu,
karena terkenal dan populer itu
samasekali tidak membahagiakan.
Kecuali jika engkau terkenal dan termasyhur di sana;
di kalangan para penghuni langit.

Kawan,
Hanya Allah yang pantas membalas semua keindahanmu.
Kami “paling-paling” hanya bisa berterima kasih.
“Syukran wa jazaakumullah khairan”; atas semua khidmat dan kesabaranmu.
Kelak kita akan bernostalgia tentang semua suka-duka ini,
di sana; di dalam Jannah Firdausi.
Amin.

Makassar, 15 Juli 2016
Dua hari menjelang Muktamar III Wahdah Islamiyah di Jakarta.
(Persembahan “Sejuta Cinta” untuk ikhwan dan akhawat panitia Muktamar III:
“Masya Allah, kalian semua luar biasa, kawan!”)

Akhukum wa muhibbukum fiLlah,
✍?Muhammad Ihsan Zainuddin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Edukasi Para Pengajar Al-Qur’an di Wahdah, Bidang Khidmatul Qur’an Adakan Daurah Tahsin Nasional

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Lembaga Pengembangan Pengajaran Tahsinul Qira'ah (LP2TQ)...

LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat Beri Beasiswa Pendidikan untuk Dua Anak SD Penghafal Qur’an

GOWA, wahdah.or.id -- Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) telah menyalurkan...

Konsultasi Syariah Pertama Kali Digelar Di Wahdah Sinjai, Ketua DPD: Alhamdulillah, para Asaatizah kita yang mendatangi kita.

SINJAI, wahdah.or.id -- "Semua Pertanyaan Ada Jawabannya, Semua Masalah...

Kebahagiaan Santri Al-Khairat: WIZ dan MTT Kerjasama Salurkan Bantuan Sarana Pendidikan

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Relawan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) mengunjungi...