(Mamuju-wahdah.or.id)- Pada hari Ahad (27/3) lalu Dewan Pimpinan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD-WI) Mamuju Sulawesi Barat menggelar Tabligh Akbar bertajuk Sejuta Cinta Untuk Indonesia. Dalam Tabligh Akbar ini Wahdah Mamuju menghadirkan Ketua Dewan Syari’ah WI Ustad Rahmat Abdul Rahman sebagai nara sumber. Dalam ceramahnya Ustad Rahmat menyampaikan bahwa Indonesia merupakan karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang patut disyukuri. “Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, terdiri dari ribuan pulau yang tidak semua negara memilikinya”, jelasnya.

Menurut beliau salah satu karunia Allah di negeri ini adalah kebebasan menjalankan ibadah dengan aman tanpa gangguan. “Di Indonesia pun kita bisa melaksanakan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan baik tanpa gangguan”, ujarnya. Oleh karena itu beliau menyatakan bahwa ummat Islam harus berperan dalam menjaga serta memperbaiki negeri ini dan tidak membiarkannya jatuh ke pihak lain yang bermaksud buruk dan jahat terhadap negeri ini. “Sungguh, Indonesia ini terlalu mahal untuk kita serahkan kepada orang lain”, tegasnya.

mamuju2

Ustad yang juga Ketua Majelis Wilayah MIUMI (Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia) Sulawesi Selatan ini menyinggung pula persoalan seputar jihad, terorisme, dan radikalisme. Menurutnya jihad kita di negeri ini mencakup seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, baik militer, politik, ekonomi, konstitusi, dan sebagainya. “Jihad melalui militer kita serahkan kepada tentara dan polisi, sementara masalah ekonomi dan konstitusi adalah tugas kita untuk mengawalnya agar tidak diambil alih oleh orang-orang luar yang ingin menguasai negeri ini”, terangnya di hadapan ratusan Jama’ah yang memadati Masjid Ar-Rasyidin Abdullah Mamuju.

Sementara tentang isu terorisme dan radikalisme yang marak saat ini Ustad Rahmat menyampaikan bahwa hal itu merupakan tugas bersama untuk mengatasinya. Namun menurutnya masih ada bahaya besar yang mengancam negeri ini selain terorisme dan radikalisme, yaitu bangkitnya neo Komunis. “Selain itu ada masalah besar di negara kita yang juga perlu mendapat perhatian serius yaitu paham Komunisme, Marxisme, dan Sosialisme yang mulai muncul kembali di negeri ini”, tegasnya. “Paham inilah yang membuat kekacauan di masa lalu”, imbuhnya.

Tabligh Akbar yang merupakan rangkaian dari kegiatan Road to Muktamar III WI ini dihadiri pula oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Mamuju, M. Syahrir mewakili Bupati Mamuju yang berhalangan hadir. Selain itu hadir pula Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. Mamuju, Wakapolres Mamuju, dan Komandan Kodim 1418 Mamuju. (Lap:Humas WI Mamuju/ed:Sym).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here