Dewan Syariah Menghimbau Agar Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan

Date:

MAKASSAR, wahdah.or.id – Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk ke umbra Bumi.

Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah. Adapun Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengajak umat Islam untuk melaksanakan Salat Gerhana atau Salat Khusuf. Ditjen Bimas Islam menerbitkan seruan kepada para Kepala Kanwil Kemenag agar menginstruksikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam/Kepala Bidang Bimas Islam/Pembimbing Syariah, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, dan Kepala KUA untuk bersama para ulama, pimpinan ormas Islam, imam masjid, aparatur pemerintah daerah dan masyarakat untuk melaksanakan Salat Gerhana Bulan di wilayahnya masing-masing.

“Pelaksanaan shalat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing. Kami juga mengimbau masyarakat memperbanyak zikir, istighfar, sedekah dan amal saleh lainnya, serta mendoakan kesejahteraan dan kemajuan bangsa,” tuturnya.

Pemantauan Gerhana Bulan Total di setiap daerah berbeda-beda waktunya. Hasil koordinasi Pengurus Dewan Syariah Wahdah Islamiyah terkait informasi akan terjadinya Gerhana Bulan Total di seluruh kawasan Indonesia pada hari Selasa, 8 November 2022, Insya Allah dimulai pada pukul:

  1. Untuk WIB, waktu ideal Salat Gerhana adalah bakda magrib sampai berakhirnya gerhana (20.57 WIB).
  2. Untuk Wita, waktu ideal Salat Gerhana adalah bakda magrib sampai berakhirnya gerhana (21.57 Wita).
  3. Untuk WIT, waktu ideal Salat Gerhana adalah bakda isya sampai berakhirnya gerhana (22.57 WIT).

Maka atas pertimbangan poin di atas Dewan Syariah Wahdah Islamiyah mengimbau kepada seluruh anggota Wahdah Islamiyah di seluruh wilayah dan daerah serta kaum muslimin secara umum untuk melakukan shalat gerhana yang tertuang dalam Nomor: K.008/IL/DSY-WI/04/1444, serta memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Salat gerhana hukumnya sunah muakadah menurut jumhur ulama.
  2. Salat gerhana hanya dilaksanakan jika gerhana terjadi di wilayah masing-masing.
  3. Menghidupkan beberapa ibadah yang dianjurkan ketika terjadinya gerhana, seperti salat, memperbanyak zikir, doa, istigfar, sedekah dan amal saleh lainnya.
  4. Salat gerhana dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan mengeraskan bacaan surah dalam salat, dan setiap rakaat dua kali rukuk dan dua kali sujud.
  5. Waktu pelaksanaan salat gerhana sudah boleh dilaksanakan sejak awal terjadi gerhana dan batas akhir pelaksanaanya pada saat berakhirnya gerhana.
  6. Disunahkan dilaksanakan secara berjemaah dan boleh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, akan tetapi jumhur ulama memandang lebih utama dilaksanakan secara berjemaah.
  7. Disunahkan untuk diserukan kalimat “asshalatu jaami’ah” pada saat hendak dilaksanakan salat gerhana dan tidak disyariatkan pelaksanaan azan dan ikamah.
  8. Tata Cara Salat Gerhana:

Imam berdiri bertakbir lalu membaca surah al-Fatihah dengan menjaharkannya lalu membaca surah yang panjang, lalu rukuk dengan rukuk yang lama meskipun lebih pendek dari ketika berdiri membaca surah, lalu bangkit dari rukuk dengan mengucapkan: “Sami’allahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu”. Lalu berdiri dengan berdiri yang lama dengan membaca surah al-Fatihah dan surah lainnya meskipun lebih pendek dari berdiri yang pertama. Lalu rukuk dengan rukuk yang lama meskipun lebih pendek dari rukuk yang pertama, lalu sujud dengan sujud yang lama, kemudian duduk di antara dua sujud, kemudian sujud dengan sujud yang lama. Kemudian melanjutkan salat di rakaat kedua seperti pada rakaat yang pertama dengan dua kali rukuk yang panjang dan dua kali sujud yang panjang seperti yang dilakukan pada rakaat pertama kemudian tasyahud lalu salam.

  1. Setelah melaksanakan salat gerhana disunahkan berkhotbah kepada para jemaah dengan memberikan peringatan kepada mereka agar tidak lalai dan hanya takut kepada Allah, serta memerintahkan mereka untuk memperbanyak doa dan istigfar.
  2. Jika telah selesai salat sebelum berakhirnya gerhana, maka dianjurkan untuk berzikir kepada Allah dan berdoa hingga berakhirnya gerhana dan tidak perlu mengulang salat. Dan jika gerhana telah berakhir pada saat sementara salat, maka salat tetap dilanjutkan hingga selesai meskipun tidak memperpanjang lagi salatnya.
  1. Tidak dianjurkan mengqada salat gerhana jika gerhana telah berakhir sebelum salat.

Rep: Muh Akbar
Editor: Absaid

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Peserta Didik Sekolah Inspirasi Laznas WIZ Raih Juara Lomba di Al Qalam Gowa Islamic Competition 2024

GOWA, wahdah.or.id - Seorang murid Sekolah Inspirasi Laznas Wahdah...

Ada 3 Jenis Hati, Berikut Penjelasan dan Cara Menghidupkan Hati yang Sakit atau Mati

Jenis hati itu ada tiga. Hati yang sehat, hati...

Ketua DPW Maluku, Ust. Firman: Jaga Semangat Menolong Agama Allah, Allah Akan Berikan Pertolongan-Nya

AMBON, wahdah.or.id -- Satu lagi Dewan Pengurus Daerah Wahdah...

Turnamen Badminton Para Kader, Meriahkan Semarak Mukerda Wahdah Islamiyah Berau

BERAU, wahdah.or.id – Dakwah yang dilakoni oleh setiap Muslim...
Penataran Seputar Ramadan 1445 H