Dan aku pun terpaku…

hiruk pikuk ibu kota baru saja
menyibukkan lembaran – lembaran masaku

kala ku tak mampu menegaskan ilmu
yang ku dapat dari sebuah bab buku “Aidh al Qarni
” semenit saja..”

kulangkahkan kaki menuju peristirahatan
yang merindukanku sejak beberapa hari yang lalu..
yah…terlena dengan mimpi-mimpi..

” innalillahi wa inna ilaihi raji’uun,
tlah berpulang kerahmatullah ananda Ahmad bin Yusran
karena kecelakaan, adapun Ust. Yusran
dalam keadaan kritis…mohon do’anya ”
berita itu tlah terbaca olehku
merasuki seluruh ruang qalbuku
berdesir dan bergejolak di jiwaku

dan aku pun terpaku..
dan aku pun terpaku..

Ilahi… Ya Rabii…
ampuni segala dosa dan khilaf kami…
ampuni segala kelalaian kami..
ampuni segala kelemahan kami…
sungguh, Engkaulah sebaik-baik pemberi ampunan

Ilahi…Ya Rabbi..
kenikmatan tlah Engkau limpahkan pada kami
segala kebutuhan tlah Engkau penuhi
segala cinta tlah kau berikan pada kami
sungguh, Engkaulah sebaik-baik pemberi

Ilahi…Ya Rabbi…
Andai masih layak hamba meminta
akan ketenangan pada hati ini
ketulusan pada jiwa ini
keikhlasan pada hati dan jiwa ini
sungguh, Engkaulah sebaik-baik pengasih

Ilahi…Ya Rabbi…
kusimpan segala kenangan ini..di relung
jiwa yang kini tersedu
untuk anandaku tercinta..yang tlah bahagia
dan kuhatur segala harap ini..di setiap
do’a yang terucap
untuk seorang ayah..yang sedang berjuang
dan kuhatur sebuah asa..di bait
do’a yang terpatri
untuk seorang ibu..yang sedang di uji…

semuanya…untuk semuanya…
dan aku pun terpaku…

Buncit Raya, 13 desember 2006
Diana ‘Abdurrahman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here