Dampingi Penyintas Banjir Bima, Tim Relawan Wahdah Islamiyah Lakukan Upaya Pemulihan Psikologi

Date:

BIMA – Kondisi pasca bencana adalah momentum penting untuk dikawal agar tidak muncul trauma berkepanjangan.

Menyadari pentingnya upaya pemulihan mental tersebut, Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama Relawan Wahdah Peduli dan Muslimah Wahdah melaksanakan program Trauma Healing, pada Rabu, 7 April 2021.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Rato RT 09/ RW 10 kecamatan Bolo, Kabupaten Bima ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan sejumlah tokoh setempat.

“Sebelumnya, kami hanya menerima bantuan penguatan fisik dari relawan lain. Ilmu yang kami dapatkan ini akan kami ajarkan ke sekolah kami,” Kata ibu Dahlia, S. Pd., Pengelola PAUD Anak Sholeh di Desa Rato, Kecamatan Bolo.

Menurut informasi dari Manager WIZ NTB, Afri Maulana, Desa Rato dipilih sebagai tempat melakukan TH karena desa ini menjadi kampung yang paling terdampak bencana di Kecamatan Bolo.

Dengan trauma healing, para penyintas diharapkan bisa benar-benar sembuh dari traumanya dan bisa menjalani kembali kehidupannya sebagaimana sebelum mengalami bencana banjir.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian makanan ringan dan susu kepada anak-anak penyintas banjir Bima.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Apresiasi dari Wakil Ketua DKM Masjid Kubah 99 Asmaul Husna terhadap Kegiatan Tarbiyah Gabungan Wahdah Islamiyah Makassar

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Wakil Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)...

Padat, Masjid Kubah 99 Asmaul Husna Dipenuhi Jamaah Tarbiyah Gabungan Wahdah Makassar

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Wahdah Islamiyah Makassar menggelar kegiatan Tarbiyah...

Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah Sambangi Pengurus Pusat Hidayatullah Tuk Bahas Peluang Sinergi dan Kolaborasi

JAKARTA, wahdah.or.id - Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah (DPP...

Sudah 7 Bulan Lebih Digempur Oleh Roket Israel, Jangan Biarkan Gaza Sendiri!

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Waktu tujuh bulan lebih, bukanlah waktu...