Assalamualaikum Ustadz,

Jika seorang muslim telah terlanjur mengucapkan kalimat yang membawa kepada kemurtadan yakni menghina Islam seperti menghina Allah dan  Rasulullah (dalam keadaan tidak ada orang lain yang tahu alias melakukannya secara diam diam) Maka pertanyaannya bagaimana cara bertaubat dari perbuatan tersebut? Jazakallahu Khayr ustadz. Mohon penjelasannya
Dava – Tangerang

Jawaban:

Dijawab Oleh  Ust. Sayyid Tashdiq Thalib, Lc, M.A

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Suatu nikmat yang sangat besar yang patut disyukuri tatkala seseorang diberikan kesempatan untuk mengakui kesalahannya sehingga mau kembali ke pada Allah,karena tidak semua orang yang bersalah mau mengakui dan bertaubat dari kesalahan dan dikhawatirkan akan mengantarkannya ke pada kebinasaan.

(مَن یُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَلَا هَادِیَ لَهُۥۚ وَیَذَرُهُمۡ فِی طُغۡیَـٰنِهِمۡ یَعۡمَهُونَ)

Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan. (Qs, Al-A’raf:186)

Menghina Allah dan Rasul-Nya, atau agama Islam secara umum termasuk perbuatan kufur yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam (murtad) walaupun dalam keadaan bercanda, sebagaimana Allah sebutkan dalam surah At taubah ayat 65-66:

(وَلَىِٕن سَأَلۡتَهُمۡ لَیَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَایَـٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ)

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (Qs. At-Taubah:65)

(لَا تَعۡتَذِرُوا۟ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِیمَـٰنِكُمۡۚ إِن نَّعۡفُ عَن طَاۤىِٕفَةࣲ مِّنكُمۡ نُعَذِّبۡ طَاۤىِٕفَةَۢ بِأَنَّهُمۡ كَانُوا۟ مُجۡرِمِینَ)

Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa. (Qs. At-Taubah:66)

(إِنَّ ٱلَّذِینَ یُؤۡذُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فِی ٱلدُّنۡیَا وَٱلۡـَٔاخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابࣰا مُّهِینࣰا)

Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka. (Qs. Al-Ahzab:57)

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata:

Allah mengabarkan bahwa mereka (orang orang munafik) telah kafir sesudah mereka beriman dengan perkataan mereka:”kami mengatakan perkataan kufur itu tanpa meyakininya,namun kami hanya bercanda, bersenda gurau dan bermain main”.Maka Allah menjelaskan bahwa perbuatan tersebut kufur,seandainya dalam hati mereka ada iman tentu akan menghalanginya mengatakan perkataan kufur ini(Al-Iman:2/284).

Maka wajib atas orang yang melakukan perbuatan tersebut memperbaruhi keimanannya dengan kembali bersyahadat,dan bertaubat nasuhah.

Dan disebutkan dalam kitab “Kasyyaf al Qanna’“(6/181):

“Jika orang kafir shalat atau azan maka dia telah dianggap masuk islam apakah dia asalnya kafir bukan islam ataukah karena sebelumnya dia murtad”. Sebagian ulama menyebutkan bahwa orang yang murtad dianjurkan untuk mandi jika ingin kembali islam. Dan berkata As Syekh Muhammad alutsaimin:”Barang siapa mengatakan perkataan kufur walaupun dalam keadaan bercanda maka dia telah kafir,Wajib atasnya bertaubat dengan keyakinan bahwa dia telah taubat dari perbuatan yang menyebabkannya murtad,dan memperbaruhi keislamannya”( Liqo al bab al maftuh:60/12).

Adapun taubat maka harus dengan sebenar-benarnya taubat beserta syarat-syaratnya (meninggalkan dosa tersebut, menyesal, berjanji tidak akan mengulanginya).

(وَٱلَّذِینَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوۤا۟ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن یَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ یُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمۡ یَعۡلَمُونَ)

dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. (Qs. Ali Imran:135)

Mengadakan perbaikan dan melakukan amal shaleh

فَمَنۡ ءَامَنَ وَأَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡهِمۡ وَلَا هُمۡ یَحۡزَنُونَ)

Barangsiapa beriman dan mengadakan perbaikan,maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

(وَٱلَّذِینَ لَا یَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ وَلَا یَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِی حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَلَا یَزۡنُونَۚ وَمَن یَفۡعَلۡ ذَ ٰ⁠لِكَ یَلۡقَ أَثَامࣰا)
[سورة الفرقان 68]

dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (Qs. Al-Furqan:68)

(یُضَـٰعَفۡ لَهُ ٱلۡعَذَابُ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِ وَیَخۡلُدۡ فِیهِۦ مُهَانًا)
[سورة الفرقان 69]

(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, (Qs. Al-Furqan:69)

(إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلࣰا صَـٰلِحࣰا فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ یُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَیِّـَٔاتِهِمۡ حَسَنَـٰتࣲۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورࣰا رَّحِیمࣰا)
[سورة الفرقان 70]

kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Qs. Al-Furqan:70)

(وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَـٰلِحࣰا فَإِنَّهُۥ یَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابࣰا)
[سورة الفرقان 71]

Dan barangsiapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. (Qs. Al-Furqan:71)

Semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalanNya dan istiqamah diatasnya sampai menemuiNya. (ed: sym)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here